Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
17 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
2
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
24 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
3
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
18 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
4
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Politik
24 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
5
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
DPD RI
21 jam yang lalu
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
6
Soal Pemurnian Virus, DPR Tegaskan Dukungan pada Penelitian menuju Vaksin
Kesehatan
23 jam yang lalu
Soal Pemurnian Virus, DPR Tegaskan Dukungan pada Penelitian menuju Vaksin

Setelah Diperkosa Beramai-ramai, Dokter Hewan Dibakar Hingga Hangus

Setelah Diperkosa Beramai-ramai, Dokter Hewan Dibakar Hingga Hangus
Sekelompok perempuan Indonesia melakukan aksi mengutuk kejahatan pemerkosaan yang sering terjadi di negara mereka. (inilah.com)
Rabu, 04 Desember 2019 17:09 WIB
HYDERABAD - Seorang wanita berusia 27 tahun di di Kota Hyderabab, India, diperkosa sekelompok pria, kemudian dibakar hingga tewas dan hangus.

Dikutip dari merdeka.com, jasad wanita yang berprofesi sebagai dokter hewan itu ditemukan di bawah jembatan layang, sekitar satu pekan setelah dirinya terakhir kali dilihat warga. Demikian BBC melaporkan Rabu (4/12/2019).

Hingga kini empat terduga pelaku telah ditangkap polisi.

Meski India memiliki tingkat kasus pemerkosaan dan kejahatan seksual terhadap perempuan sangat tinggi, kasus pemerkosaan dan pembakaran terhadap dokter hewan ini tetap mengejutkan publik.

Pekan lalu, setidaknya terdapat lima kasus pemerkosaan di sejumlah wilayah India yang diberitakan media massa. Salah satu korban adalah bocah perempuan berusia 6 tahun yang tewas setelah dicekik menggunakan tali pinggang sekolahnya.

Di media sosial, para perempuan India menyebut mereka terus-menerus hidup dalam ketakutan dan harus menyesuaikan diri pada realitas sosial: ''selamatkan diri Anda, berpakaianlah secara tepat, jangan berpergian sendirian atau tetap berada di rumah''.

Masyarakat India hidup dalam budaya patriarki. Bukan hal yang ganjil jika perempuan justru disalahkan karena dianggap memicu pelecehan seksual bahkan pemerkosaan.

Para korban kerap dipermalukan karena mengenakan rok atau jins pendek, berpacaran, berada di luar rumah malam hari atau sekedar berbincang melalui ponsel. ***

Editor:hasan b
Sumber:inilah.com
Kategori:Ragam

wwwwww