Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
21 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
21 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini

Setelah Diperkosa Beramai-ramai, Dokter Hewan Dibakar Hingga Hangus

Setelah Diperkosa Beramai-ramai, Dokter Hewan Dibakar Hingga Hangus
Sekelompok perempuan Indonesia melakukan aksi mengutuk kejahatan pemerkosaan yang sering terjadi di negara mereka. (inilah.com)
Rabu, 04 Desember 2019 17:09 WIB
HYDERABAD - Seorang wanita berusia 27 tahun di di Kota Hyderabab, India, diperkosa sekelompok pria, kemudian dibakar hingga tewas dan hangus.

Dikutip dari merdeka.com, jasad wanita yang berprofesi sebagai dokter hewan itu ditemukan di bawah jembatan layang, sekitar satu pekan setelah dirinya terakhir kali dilihat warga. Demikian BBC melaporkan Rabu (4/12/2019).

Hingga kini empat terduga pelaku telah ditangkap polisi.

Meski India memiliki tingkat kasus pemerkosaan dan kejahatan seksual terhadap perempuan sangat tinggi, kasus pemerkosaan dan pembakaran terhadap dokter hewan ini tetap mengejutkan publik.

Pekan lalu, setidaknya terdapat lima kasus pemerkosaan di sejumlah wilayah India yang diberitakan media massa. Salah satu korban adalah bocah perempuan berusia 6 tahun yang tewas setelah dicekik menggunakan tali pinggang sekolahnya.

Di media sosial, para perempuan India menyebut mereka terus-menerus hidup dalam ketakutan dan harus menyesuaikan diri pada realitas sosial: ''selamatkan diri Anda, berpakaianlah secara tepat, jangan berpergian sendirian atau tetap berada di rumah''.

Masyarakat India hidup dalam budaya patriarki. Bukan hal yang ganjil jika perempuan justru disalahkan karena dianggap memicu pelecehan seksual bahkan pemerkosaan.

Para korban kerap dipermalukan karena mengenakan rok atau jins pendek, berpacaran, berada di luar rumah malam hari atau sekedar berbincang melalui ponsel. ***

Editor:hasan b
Sumber:inilah.com
Kategori:Ragam
wwwwww