Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
2
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
19 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
3
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
20 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
4
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
19 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
5
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Hukum
20 jam yang lalu
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
6
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos
Peristiwa
19 jam yang lalu
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos

Sistim Penilaian Kinerja Diubah, PNS Harus Keluar dari Zona Nyaman

Sistim Penilaian Kinerja Diubah, PNS Harus Keluar dari Zona Nyaman
Ilustrasi PNS. (int)
Sabtu, 07 Desember 2019 20:58 WIB
JAKARTA - Sistim penilaian kinerja pegawai negeri sipil (PNS) diubah. Dengan sistim baru ini, PNS Harus Keluar dari zona nyaman menuju zona kompetitif.

Dikutip dari okezone.com, Kepala Bagian Perencanaan Kinerja Plh Sekretaris Deputi Aparatur Negara Adi Junjunan Mustafa mengungkapkan hal itu dalam acara Polemik MNC Trijaya dengan tema ''Meracik Pegawai Super'', di Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

''Dengan lahir PP 30 2019, di mana konsep ini ingin menggeser bekerja kita dari rule base yang bekerja sesuai aturan ke perfomance base,'' ungkapnya.

Dikatakannya, selama ini sistem penilaian PNS tidak bedasarkan kinerja, tetapi hanya didasari aturan. Hal ini membuat PNS yang rajin dan tidak rajin mendapat nilai yang sama karena sesuai aturan.

''Dengan adanya peraturan perfomance base, pegawai harus bisa keluar dari zona nyamannya menuju zona yang lebih kompetitif lagi agar mendapatkan suatu hadiah dalam bekerja,'' ujarnya.

Menurut Adi, hal ini dilakukan agar para pegawai bisa mengukur sejauh mana kinerja mereka selama ini. Seperti halnya para penggiat SDM di biro SDM dan lain-lain, mereka sudah mulai bergerak ke arah bagaimana cara mengukur kinerja mereka.

Pada tahun 2024, pemerintah akan mengubah kinerja birokrasi menjadi kinerja yang berkelas dunia, dengan menyiapkan SDM yang berkualitas.

''Kita telah berhitung antara teman-teman milenial dan pra milenial, kira-kira akan dibagi masing-masing 50% dalam hal SDM.'' tambahnya.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam
wwwwww