Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
22 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
23 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
21 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
5
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
22 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
6
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
21 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum

Sistim Penilaian Kinerja Diubah, PNS Harus Keluar dari Zona Nyaman

Sistim Penilaian Kinerja Diubah, PNS Harus Keluar dari Zona Nyaman
Ilustrasi PNS. (int)
Sabtu, 07 Desember 2019 20:58 WIB
JAKARTA - Sistim penilaian kinerja pegawai negeri sipil (PNS) diubah. Dengan sistim baru ini, PNS Harus Keluar dari zona nyaman menuju zona kompetitif.

Dikutip dari okezone.com, Kepala Bagian Perencanaan Kinerja Plh Sekretaris Deputi Aparatur Negara Adi Junjunan Mustafa mengungkapkan hal itu dalam acara Polemik MNC Trijaya dengan tema ''Meracik Pegawai Super'', di Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

''Dengan lahir PP 30 2019, di mana konsep ini ingin menggeser bekerja kita dari rule base yang bekerja sesuai aturan ke perfomance base,'' ungkapnya.

Dikatakannya, selama ini sistem penilaian PNS tidak bedasarkan kinerja, tetapi hanya didasari aturan. Hal ini membuat PNS yang rajin dan tidak rajin mendapat nilai yang sama karena sesuai aturan.

''Dengan adanya peraturan perfomance base, pegawai harus bisa keluar dari zona nyamannya menuju zona yang lebih kompetitif lagi agar mendapatkan suatu hadiah dalam bekerja,'' ujarnya.

Menurut Adi, hal ini dilakukan agar para pegawai bisa mengukur sejauh mana kinerja mereka selama ini. Seperti halnya para penggiat SDM di biro SDM dan lain-lain, mereka sudah mulai bergerak ke arah bagaimana cara mengukur kinerja mereka.

Pada tahun 2024, pemerintah akan mengubah kinerja birokrasi menjadi kinerja yang berkelas dunia, dengan menyiapkan SDM yang berkualitas.

''Kita telah berhitung antara teman-teman milenial dan pra milenial, kira-kira akan dibagi masing-masing 50% dalam hal SDM.'' tambahnya.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam
wwwwww