Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
Politik
13 jam yang lalu
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
2
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
DPR RI
9 jam yang lalu
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
3
Sosok Wasekjen PAN Irvan Herman, Pembela Mumtaz Rais saat Ribut di Pesawat dengan Wakil Ketua KPK
Politik
2 jam yang lalu
Sosok Wasekjen PAN Irvan Herman, Pembela Mumtaz Rais saat Ribut di Pesawat dengan Wakil Ketua KPK
4
Mendagri Minta Kepala Daerah Inovatif Jaga Perekonomian Daerah
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Mendagri Minta Kepala Daerah Inovatif Jaga Perekonomian Daerah
5
Vaksinasi: TNI-Polri Mengkoordinasi Kemenkes, Kemendikbud dan PMI
Kesehatan
8 jam yang lalu
Vaksinasi: TNI-Polri Mengkoordinasi Kemenkes, Kemendikbud dan PMI
6
Murid Sekolah Gratis BAZNAS Raih Medali Olimpiade Matematika Internasional
Pendidikan
6 jam yang lalu
Murid Sekolah Gratis BAZNAS Raih Medali Olimpiade Matematika Internasional

Hasil Penelitian, Mewarnai dan Luruskan Rambut Berisiko Idap Kanker Payudara, Ini Penjelasannya

Hasil Penelitian, Mewarnai dan Luruskan Rambut Berisiko Idap Kanker Payudara, Ini Penjelasannya
Ilustrasi. (int)
Minggu, 08 Desember 2019 21:21 WIB
JAKARTA - Bagi Anda yang suka mewarnai atau meluruskan rambut, sebaiknya menghentikan kebiasaan tersebut.

Sebab, menurut hasil penelitian, orang yang mewarnai atau meluruskan rambut berpotensi mengidap kanker payudara.

Dikutip dari dream.co.id, penemuan ini berdasarkan survei terhadap sekitar 50 ribu perempuan kulit putih dan Afrika-Amerika.

Selama delapan tahun para peneliti di National Institutes of Health memantau kebiasaan mereka mewarnai atau meluruskan rambut.

Peneliti menemukan bahwa mereka yang menggunakan pewarna rambut permanen secara teratur, sembilan persen lebih mungkin untuk mengalami kanker payudara, dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Sementara mereka yang melakukan pelurusan rambut berbahan kimia setiap lima hingga delapan minggu kali mengalami peningkatan risiko kanker payudara sebanyak 30 persen.

Ada 5.000 Bahan Kimia

Menurut peneliti bahan kimia yang digunakan dalam pewarna rambut dapat meresap melalui kulit kepala. Sedangkan asap kimianya juga bisa terhirup saat mewarnai rambut.

Produk pewarna rambut mengandung lebih dari 5.000 bahan kimia, beberapa di antaranya diduga bersifat karsinogenik pada hewan, lapor National Cancer Institute.

Para wanita yang berpartisipasi dalam penelitian ditanya tentang penggunaan pewarna rambut dan pelurus rambut kimia.

Berkulit Gelap Lebih Berisiko

Para peneliti kemudian mengamati siapa dari mereka yang menderita kanker payudara setelah menggunakan pewarna dan pelurus rambut.

Wanita Afrika-Amerika yang menggunakan pewarna permanen setiap lima hingga delapan minggu sekali memiliki 60 persen peningkatan risiko kanker payudara.

Sedangkan delapan persen di antaranya dimiliki wanita kulit putih.

Ini mungkin karena produk rambut yang digunakan orang Afrika-Amerika memiliki bahan kimia yang berbeda atau karena mereka lebih cenderung menggunakan pewarna warna gelap - yang memiliki konsentrasi bahan kimia yang lebih tinggi.

Campuran bahan kimia yang diterapkan pada rambut, terbuat dari formulasi di mana karsinogen formaldehida adalah bahan aktifnya.

Di sisi lain, para peneliti menemukan sedikit atau tidak ada peningkatan risiko kanker payudara untuk penggunaan pewarna semi permanen atau sementara.

Penelitian ini tidak menyebutkan bahwa penggunaan pewarna rambut bisa memicu kanker payudara.

Peneliti hanya mengatakan bahwa pewarna rambut permanen dan pelurus rambut kimia meningkatkan risiko kanker payudara.***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww