Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
DPR RI
10 jam yang lalu
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
2
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
MPR RI
10 jam yang lalu
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
3
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
MPR RI
9 jam yang lalu
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
4
Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah
DPD RI
9 jam yang lalu
Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah
5
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
DPD RI
9 jam yang lalu
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
6
Pandemi dan Bagaimana Negara beserta Masyarakat Memenuhi Hak Anak
DPR RI
23 jam yang lalu
Pandemi dan Bagaimana Negara beserta Masyarakat Memenuhi Hak Anak

Akibat Letusan Gunung Api di Pulau Putih, 5 Dipastikan Tewas, 8 Orang Belum Ditemukan

Akibat Letusan Gunung Api di Pulau Putih, 5 Dipastikan Tewas, 8 Orang Belum Ditemukan
Gunung berapi di Pulau Putih, Selandia Baru, meletus, Senin (9/12/2019). (inews)
Selasa, 10 Desember 2019 10:46 WIB
WHAKATANE - Lima orang dipastikan tewas akibat letusan gunung berapi di White Island (Pulau Putih), Selandia Baru, Senin (9/12/2019). Sementara itu, 8 orang dilaporkan belum ditemukan pasca letusan gunung tersebut.

Dikutip dari sindonews.com, selain menewaskan lima orang, bencana itu sejauh ini telah melukai 30 orang lainnya.

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan pesawat pemantau udara menunjukkan tak ada tanda kehidupan di White Island. Saksi mata mengungkapkan kondisi mengerikan para korban selamat yang mengalami luka bakar akibat letusan gunung tersebut.

Ardern menjelaskan, para turis dari Australia, Amerika Serikat (AS), Inggris, China dan Malaysia menjadi bagian dari korban hilang dan terluka, selain juga warga Selandia Baru.

''Untuk mereka yang kehilangan keluarga dan teman, kami turut merasakan kesedihan Anda saat ini,'' papar Ardern saat konferensi pers di Whakatane, kota di pantai timur pulau utama, sekitar 50 kilometer dari White Island.

Satu kamera yang dimiliki dan dioperasikan oleh badan bencana geologi Selandia Baru, GeoNet menunjukkan sekelompok orang berjalan menjauh dari pinggiran kawah hanya beberapa menit sebelum letusan terjadi. Kamera lain menunjukkan letusan yang memuntahkan asap dan material setinggi 3.658 meter ke udara.

''Sekarang jelas bahwa di sana ada dua kelompok di pulau itu, mereka yang dapat dievakuasi dan mereka yang dekat dengan letusan,'' ungkap Ardern.

Tim penyelamat tak dapat mengakses pulau itu. Badan Geosains Selandia Baru, GNS Science memperingatkan ada peluang 50/50 terjadinya letusan lain dalam waktu 24 jam karena ventilasi gunung masih mengeluarkan asap dan material letusan.

24 Warga Australia Jadi Korban

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan 24 warganya menjadi korban letusan gunung api di Pulau White Island. Morrison menyebut beberapa di antara warganya masih hilang dan dikhawatirkan tewas.

Menurut Morrison, 24 warga Australia mengunjungi Pulau White Island sebagai bagian dari rangkaian tur kapal pesiar Royal Caribbean.

''Sejauh ini kami sudah berhasil mengidentifikasi warga Australia yang menjadi korban yang tengah dirawat di rumah sakit. Kami akan terus bekerja hingga malam untuk menyelesaikannya,'' kata Morrison, seperti dilaporkan AFP, Selasa (10/12/2019).

''Kami berharap mendapat kabar lebih lanjut besok pagi (Selasa waktu setempat). Namun, bagaimana pun kami harus bersiap untuk kabar buruk,'' sambungnya.

Kepolisian Selandia Baru memperkirakan tak ada lagi korban selamat dari letusan gunung api di Pulau White Island. Pernyataan itu menyiratkan setidaknya lebih dari 20 orang yang berada di pulau itu tewas.

Sebelumnya, polisi mengatakan setidaknya 50 orang tengah mengunjungi Pulau White Island saat gunung api di sana meletus pada Senin sore hari waktu setempat. Mereka terdiri dari warga Selandia Baru dan turis asing.

Polisi mengatakan, beberapa tim penyelamat yang memantau dari udara mencoba untuk menemukan korban lain yang masih terjebak di pulau. Namun, hingga kini tak ada tanda-tanda kehidupan.

''Berdasarkan informasi yang kami miliki, kami tidak yakin ada korban yang selamat di pulau. Polisi saat ini tengah berusaha mengonfirmasi berapa jumlah korban yang tewas,'' ujarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews dan inews.id
Kategori:Ragam

wwwwww