Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
2
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
20 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
3
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
21 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
4
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
20 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
5
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Hukum
21 jam yang lalu
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
6
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos

Hasil Penelitian, Ini Sejumlah Bahaya bagi Wanita yang Makan di Atas Pukul 18

Hasil Penelitian, Ini Sejumlah Bahaya bagi Wanita yang Makan di Atas Pukul 18
Ilustrasi. (okezone)
Kamis, 12 Desember 2019 11:10 WIB
JAKARTA - Bagi Anda, khusus kaum wanita, yang biasa makan di atas pukul 18, sebaiknya mulai menghentikan kebiasaan tersebut. Sebab, makan di atas pukul 18 bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Dikutip dari sindonews.com, para peneliti Universitas Columbia, Amerika Serikat (AS), mengungkapkan, di antara risiko makan di atas pukul 18 adalah penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Menurut peneliti perempuan akan mengalami indeks massa tubuh tinggi (BMI) dan kontrol darah yang buruk jika makan di atas pukul 18.

Pakar dari Universitas Columbia yang meneliti mengatakan, memilih makan malam lebih awal bisa menjadi cara sederhana untuk menurunkan risiko penyakit jantung.

Para responden yang menerapkan hal ini, termasuk tidak merokok dan aktif makan makanan sehat, tetap langsing serta memiliki kolesterol, tekanan darah dan kadar gula darah rendah.

Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa orang yang banyak melakukan langkah-langkah tersebut memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke.

Sementara perempuan yang mengonsumsi proporsi kalori harian yang lebih tinggi setelah watu ini, rata-rata memiliki tekanan darah yang tinggi.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww