Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
WNA asal China Masuk ke Indonesia, Wakil Ketua MPR: Kontraproduktif dengan Kebijakan Pemutusan Covid-19
MPR RI
10 jam yang lalu
WNA asal China Masuk ke Indonesia, Wakil Ketua MPR: Kontraproduktif dengan Kebijakan Pemutusan Covid-19
2
Dukcapil Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir di Kalsel
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Dukcapil Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir di Kalsel
3
DPR dan Pemerintah Satu Sikap dalam Percepatan Vaksinasi
Nasional
19 jam yang lalu
DPR dan Pemerintah Satu Sikap dalam Percepatan Vaksinasi
4
DPR: Pemerintah Harus Siap Hadapi Berbagai Resiko Pengelolahan Dana Investasi
Politik
11 jam yang lalu
DPR: Pemerintah Harus Siap Hadapi Berbagai Resiko Pengelolahan Dana Investasi
5
Diajak Nikah Cewek Kazakhstan, Ini Sosok Youtuber Fiki Naki Asal Pekanbaru
Peristiwa
9 jam yang lalu
Diajak Nikah Cewek Kazakhstan, Ini Sosok Youtuber Fiki Naki Asal Pekanbaru
6
Pengelolaan Dana Otsus Lemah, Pemerintah Usulkan Revisi UU Otsus Papua
Nasional
11 jam yang lalu
Pengelolaan Dana Otsus Lemah, Pemerintah Usulkan Revisi UU Otsus Papua

Pesawat Militer Bawa 38 Penumpang Mendadak Hilang, Ini Dugaan Jenderal Angkatan Udara

Pesawat Militer Bawa 38 Penumpang Mendadak Hilang, Ini Dugaan Jenderal Angkatan Udara
Ilustrasi pesawat militer. (detik.com)
Kamis, 12 Desember 2019 06:47 WIB
CHILE - Pesawat militer milik Angkatan Udara Chile menghilang saat terbang di udara Samudera Selatan, Senin (9/12/2019) lalu.

Pesawat yang mengangkut 38 penumpang itu hilang saat dalam penerbangan dari Chile menuju Pulau Antartika.

Dikutip dari detik.com yang melansir dari berbagai sumber, Senin lalu, pesawat militer itu terbang dengan 17 awak kabin dan 21 penumpang dari kota Chile selatan ke pangkalan militer di Pulau King George di ujung utara Antartika. Lalu tiba-tiba pesawat ini tidak diketahui keberadaannya.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Angkatan Udara Chile, pesawat Hercules C-130 hilang kontak pada pukul 18.13 waktu setempat pada Senin malam, sekitar satu jam 5 menit setelah lepas landas. Pesawat itu telah terbang sejauh 390 mil atau sekitar 697 km dalam perjalanannya. Operasi pencarian dan penyelamatan pun langsung dilakukan.

Pesawat ini terbang menuju pangkalan Presiden Eduardo Frei Montalva di Pulau King George, yaitu pusat penelitian Antartika utama di Chile. Jenderal Angkatan Udara Eduardo Mosqueira mengatakan bahwa pesawat ini tidak mengaktifkan sinyal bahaya apa pun.

Menurutnya, pilot yang membawa pesawat ini sudah berpengalaman, dan kemungkinan pesawat terpaksa mendarat di air. Jenderal Angkatan Udara ini menerbitkan peta yang menunjukkan lokasi pesawat saat menghilang, beserta waktu kejadian.

Pesawat militer ini terbang di atas Drake Passage, bagian laut yang menghubungkan Samudera Selatan, Atlantik dan Pasifik antara ujung selatan Amerika Selatan dan Antartika Utara. Namun, Angkatan udara Chile mengatakan cuaca lokal baik saat pesawat ini menghilang.

Dalam tweet presiden Chile, Sebastian Pinera, mengaku dirinya cemas karena hilangnya pesawat militer ini. Dia dan Menteri Dalam Negeri Gonzalo Blumel sedang memantau situasi dari Santiago, ibukota Chile.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww