Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anis Beri Wejangan untuk Struktur PKS se-Jakarta Timur
Politik
19 jam yang lalu
Anis Beri Wejangan untuk Struktur PKS se-Jakarta Timur
2
Polri Berjanji Tindak Tegas Oknum Brimob yang Jual Senjata ke KKB Papua
Peristiwa
18 jam yang lalu
Polri Berjanji Tindak Tegas Oknum Brimob yang Jual Senjata ke KKB Papua
3
OPM Mengaku Sering Beli Senjata dari Oknum Aparat Indonesia
Peristiwa
15 jam yang lalu
OPM Mengaku Sering Beli Senjata dari Oknum Aparat Indonesia
4
Batal Ikut Turnamen di Perancis, PSSI Ajak Diskusi Shin Tae-yong
Sepakbola
22 jam yang lalu
Batal Ikut Turnamen di Perancis, PSSI Ajak Diskusi Shin Tae-yong
5
Ini Sosok Brimob Penjual Senjata ke OPM saat Diringkus TNI di Bandara
Hukum
18 jam yang lalu
Ini Sosok Brimob Penjual Senjata ke OPM saat Diringkus TNI di Bandara
6
Pandemi, Polisi di Tangerang Panen Raya Jagung Hibrida bersama Masyarakat
Ekonomi
15 jam yang lalu
Pandemi, Polisi di Tangerang Panen Raya Jagung Hibrida bersama Masyarakat

Begini Percakapan Mahasiswi UIN dengan Sang Pacar Menjelang Dibunuh

Begini Percakapan Mahasiswi UIN dengan Sang Pacar Menjelang Dibunuh
Warga berkerumun di lokasi pembunuhan mahasiswi UIN Alauddin, Asmaul Husna. (detik.com)
Minggu, 15 Desember 2019 07:31 WIB
MAKASSAR - Mahasiswi semester VII Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Asmaul Husna (21), yang tengah hamil, dibunuh kekasihnya, Andi Ridhayatul Khaer alias Ridwan (21).

Dikutip dari detik.com, sebelum terjadi pembunuhan pada Jumat (13/12), korban dan pelaku sempat bertengkar. Husna mendesak agar kehamilannya itu segera diberitahukan ke orangtua kekasihnya.

''Awalnya saya bicarakan baik-baik dulu. (Saya tanyakan) sudah berapa bulan kehamilannya. Sudah itu dia bilang empat bulan. (Saya katakan) pulang saya baru tanya ke orang tua. Tapi dia mau tanya sekarang,'' ujar Ridwan, Sabtu (14/12/2019).

Namun, menurut Ridwan, Husna tetap mengancam akan memberitahukan kehamilannya itu. Ridwan mengaku juga sempat mengancam akan membunuh Husna.

''Dia masuk ke kamar ambil HP-nya baru menelepon. Terus saya ambil HP-nya. (Saya tanya dia) kalau kau tanya sekarang ada dua kemungkinan, kalau bukan saya mati, kau yang mati,'' ungkap Ridwan

Menurut Ridwan, Husna tak gentar dengan ancamannya. Saat itulah pembunuhan terjadi.

''Dia bilang kalau begitu, 'bunuh saja saya'. (Saat itu) dia tetap baring, langsung saya tutup pakai bantal,'' ujarnya.

''Sudah itu 15 menit saya lihat masih goyang, saya ambil pisau di dapur, saya tidak tusuk tapi saya tekan lalu saya tarik di leher sebelah kiri pakai tangan sebelah kanan saya,'' imbuh dia.

Sabtu (14/12), Husna ditemukan sudah tak bernyawa dalam kamar di rumah tantenya, di Kelurahan Tamangapa, Makassar, atau sekitar 3 kilometer dari kampus UIN Alauddin Makassar, sekitar pukul 12.30 Wita siang. Mayat korban pertama kali ditemukan oleh sepupunya.

Korban dan pelaku diketahui sama-sama berstatus mahasiswa semester VII UIN Alauddin Makassar.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww