Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wanita yang Tewas di Kandang Buaya Kaltim Ber-KTP Jawa
Hukum
19 jam yang lalu
Wanita yang Tewas di Kandang Buaya Kaltim Ber-KTP Jawa
2
Santri Diminta jadi Agen Perubahan melalui 'Resolusi Jihad' Melawan Pandemi
DPR RI
20 jam yang lalu
Santri Diminta jadi Agen Perubahan melalui Resolusi Jihad Melawan Pandemi
3
Gedung Kejagung Terbakar atau Dibakar? Legislator Minta Polri Transparan
Hukum
20 jam yang lalu
Gedung Kejagung Terbakar atau Dibakar? Legislator Minta Polri Transparan
4
Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19
Kesehatan
20 jam yang lalu
Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19
5
Tolak Konspirasi Keberadaan Covid-19, Imam Istiqlal Sebut Alquran
Kesehatan
19 jam yang lalu
Tolak Konspirasi Keberadaan Covid-19, Imam Istiqlal Sebut Alquran
6
Dukcapil Imbau Warga yang Pindah Tempat Tinggal segera Urus Dokumen Kependudukan
Umum
17 jam yang lalu
Dukcapil Imbau Warga yang Pindah Tempat Tinggal segera Urus Dokumen Kependudukan

Mahasiswi UIN Tengah Hamil Tewas Bersimbah Darah, Ini Alasan Pelaku Bunuh Korban

Mahasiswi UIN Tengah Hamil Tewas Bersimbah Darah, Ini Alasan Pelaku Bunuh Korban
Lokasi pembunuhan mahasiswi UIN Alauddin, Asmaul Husna. (detik.com)
Minggu, 15 Desember 2019 07:10 WIB
MAKASSAR - Mahasiswi semester VII Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Asmaul Husna (21), yang tengah hamil, dibunuh kekasihnya, Andi Ridhayatul Khaer alias Ridwan (21).

Dikutip dari detik.com, sebelum terjadi pembunuhan pada Jumat (13/12), korban dan pelaku sempat bertengkar. Husna mendesak agar kehamilannya itu segera diberitahukan ke orangtua kekasihnya.

''Awalnya saya bicarakan baik-baik dulu. (Saya tanyakan) sudah berapa bulan kehamilannya. Sudah itu dia bilang empat bulan. (Saya katakan) pulang saya baru tanya ke orang tua. Tapi dia mau tanya sekarang,'' ujar Ridwan, Sabtu (14/12/2019).

Namun, menurut Ridwan, Husna tetap mengancam akan memberitahukan kehamilannya itu. Ridwan mengaku juga sempat mengancam akan membunuh Husna.

''Dia masuk ke kamar ambil HP-nya baru menelepon. Terus saya ambil HP-nya. (Saya tanya dia) kalau kau tanya sekarang ada dua kemungkinan, kalau bukan saya mati, kau yang mati,'' ungkap Ridwan

Menurut Ridwan, Husna tak gentar dengan ancamannya. Saat itulah pembunuhan terjadi.

''Dia bilang kalau begitu, 'bunuh saja saya'. (Saat itu) dia tetap baring, langsung saya tutup pakai bantal,'' ujarnya.

''Sudah itu 15 menit saya lihat masih goyang, saya ambil pisau di dapur, saya tidak tusuk tapi saya tekan lalu saya tarik di leher sebelah kiri pakai tangan sebelah kanan saya,'' imbuh dia.

Sabtu (14/12), Husna ditemukan sudah tak bernyawa dalam kamar di rumah tantenya, di Kelurahan Tamangapa, Makassar, atau sekitar 3 kilometer dari kampus UIN Alauddin Makassar, sekitar pukul 12.30 Wita siang. Mayat korban pertama kali ditemukan oleh sepupunya.

Korban dan pelaku diketahui sama-sama berstatus mahasiswa semester VII UIN Alauddin Makassar.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww