Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
18 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
2
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
16 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
3
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
4
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
Nasional
9 jam yang lalu
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
5
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
6
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Peristiwa
15 jam yang lalu
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19

Petugas Penjara Cantik Ini Pacari Narapidana dan Saling Berkirim Video Syur, Begini Akibatnya

Petugas Penjara Cantik Ini Pacari Narapidana dan Saling Berkirim Video Syur, Begini Akibatnya
Ayshea Louise Gunn, sipir di Wales yang dihukum penjara karena jatuh cinta kepada tahanan dan bertukar video asusilanya sendiri. (daylimail.co.uk)
Kamis, 26 Desember 2019 10:47 WIB
WALES - Ayshea Louise Gunn (27), sipir (petugas penjara) di Wrexam, Wales, jatuh cinta kepada narapidana (napi) kasus perampokan bersenjata. Sipir cantik ini bahkan bertukar video syur dengan napi tersebut.

Dikutip dari sindonews.com, skandal memalukan ini membuat Gunn dihukum 12 bulan penjara. Dia sudah menjalani hukuman penjara empat bulan sejak ditangkap.

Skandal asmara itu terjadi ketika Gunn bertugas menjaga napi bernama Khuram Razaq ketika tahanan itu menjalani hukuman di penjara Berwyn di Wrexham.

Pasangan itu bertukar video dan gambar yang tidak pantas, yang beberapa di antaranya melalui internet. Saat aktif bertugas, Gunn menelepon tahanan itu lebih dari 1.200 kali melalui tiga nomor telepon yang berbeda.

Beberapa panggilan dilakukan melalui pihak ketiga di Birmingham untuk menutupi jejaknya, dan pada kesempatan lain dia berpura-pura menjadi orang lain ketika menelepon Razaq di selnya.

Lantaran jatuh cinta, Gunn membelikan Razaq pakaian, memasang taruhan untuknya dan membawa jam tangan pintar ke penjara untuk digunakannya. Gunn bahkan memberi Razaq uang tunai £1.500.

Gunn, yang memiliki gelar dalam bidang kriminologi dan psikologi, jatuh cinta pada Razaq setelah partner-nya sesama petugas penjara diketahui berselingkuh.

Pengadilan yang mengadili sipir perempuan ini mendengar kesaksian bahwa Gunn mengikuti kursus pelatihan ketika memulai pekerjaan sebagai sipir, dan dipastikan tahu sepenuhnya bahwa apa yang dia lakukan salah.

''Mereka berdua menggunakan ponsel untuk mengirim video seksual eksplisit dan rekaman streaming mereka sendiri,'' kata jaksa pengadilan, Simon Mills, seperti dikutip dari dailypost.co.uk, Selasa (24/12/2019).

Razaq, 29, menjalani hukuman 12 bulan penjara atas tuduhan berkonspirasi dalam perampokan bersenjata.

Pengacara Gunn, Peter Hunter, mengatakan Gunn yang berasal dari Pant Glas, Johnstown, Wrexham, tidak terlibat dengan Razaq untuk mendapatkan keuntungan finansial.

''Dia menjadi depresi dan berada di dasar dunianya,'' katanya. ''Seseorang menunjukkan kasih sayangnya dan dia dengan bodohnya menerimanya,'' imbuh dia.

Hakim Niclas Parry menjatuhkan hukuman kepada Gunn setelah dia mengakui pelanggaran antara Juli dan November tahun lalu. Menurut hakim, gambar yang ditukar sangat berbau seksual. Dia menjatuhkan hukuman penjara selama 12 bulan.

Begitu dia dijatuhi hukuman, Razaq, yang sekarang berada di Penjara Buckley Farm, Buckley, Rochdale, juga diberi hukuman delapan bulan lagi oleh Hakim Parry.

Dia mengakui dua tuduhan, termasuk memiliki barang tertentu di dalam penjara, yaitu ponsel, antara 27 Agustus hingga 10 November 2018.

Dia juga mengaku memiliki perangkat tertentu yang mampu mentransmisikan atau menerima gambar, suara atau informasi, yaitu jam tangan pintar Garmin, pada November 2018.

Pengadilan mendengar keaksian bahwa Razaq sudah memiliki enam hukuman atas 13 pelanggaran, termasuk hukuman 10 tahun karena perampokan bersenjata, penyerangan dan memiliki barang terlarang di penjara.

''Kepemilikan ponsel adalah kejahatan serius di penjara, itu digunakan untuk tujuan korupsi dan merupakan ancaman epidemi terhadap pesanan penjara,'' kata Hakim Parry. "Itu dapat digunakan untuk mem-bully tahanan, memesan narkoba atau mengintimidasi saksi di luar.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam

wwwwww