Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
Nasional
18 jam yang lalu
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
2
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
MPR RI
19 jam yang lalu
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
3
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
Olahraga
3 jam yang lalu
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
4
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
Kesehatan
11 jam yang lalu
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
5
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
6
Gus Jazil: Semangat Resolusi Jihad Sekarang untuk Melawan Kebodohan dan Kemiskinan 
MPR RI
24 jam yang lalu
Gus Jazil: Semangat Resolusi Jihad Sekarang untuk Melawan Kebodohan dan Kemiskinan 

Mahasiswi Telkom Dicabuli Senior di Tempat Kos Sepulang Nonton dari Bioskop

Mahasiswi Telkom Dicabuli Senior di Tempat Kos Sepulang Nonton dari Bioskop
Ilustrasi korban pencabulan. (dok)
Selasa, 31 Desember 2019 19:39 WIB
BANDUNG - G (19), mahasiswi Telkom University, Bandung, dicabuli seniornya, F (21) pada November 2018 lalu. Selain dicabuli, korban juga disekap pelaku selama sepekan.

Dikutip dari detik.com, pendamping mahasiswi Telkom dari United Voice Bahrul Bangsawan mengatakan, awalnya hubungan antara keduanya hanya sebatas senior dan yunior.

''Setelah itu pelaku mulai melakukan interaksi yang intens melalui media sosial. Korban merasa perlakuan pelaku pada saat pertama kali ketemu sangat baik, gentleman dan alim,'' katanya dalam rilis yang diterima detikcom.

Aksi pelecehan pelaku terhadap korban dilakukan di kosan pelaku, sepulang dari bioskop, hingga mahasiswi Telkom itu harus tinggal satu kosan dengan pelaku selama satu pekan. Selama itu juga G diduga mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dari pelaku.

Ads

Setelah kejadian, Bahrul menuturkan, mahasiswi Telkom tersebut mengalami kondisi dinamakan rape trauma syndrome yang ditandai dengan rasa takut, syok dan benci terhadap diri sendiri. Bahkan, korban sempat hendak melakukan percobaan bunuh diri apabila mengingat peristiwa yang dialaminya. Korban juga semakin menutup diri dari lingkungan di sekitarnya.

''Saat korban melakukan percobaan bunuh diri, korban dibawa ke Rumah Sakit dan pelaku ada di sana,'' jelas dia.

Hingga kejadian ini tembus ke pihak himpunan, kasus ini belum terselesaikan dan akhirnya viral di media sosial.

Sementara itu, pihak Tel-U melalui Humas Tel-U Daris mengatakan, pihaknya kini sedang menelusuri kejadian tersebut.

''Terima kasih atas atensi rekan-rekan. Saat ini kami sedang selidiki pemberitaan yang sedang beredar terkait kronologis dan kebenaran kejadiannya seperti apa. Dari pemberitaan yang beredar ini melibatkan banyak pihak yang harus kita hubungi dan selidiki lebih mendalam. Insya allah Kami akan segera sampaikan ke rekan-rekan media jika sudah memahami dengan jelas duduk perkaranya,'' katanya via pesan singkat.

Presiden Mahasiswa BEM KEMA Tel-U Yusuf Sugiyarto meminta kampus untuk segera mengusut kasus dugaan pencabulan itu. Pasalnya, hal tersebut sudah mencoreng nama baik kampus.

''Sikap BEM KEMA Tel-U akan tegas dan lugas, mendorong kampus segera nyikapi kasus ini,'' ujar Yusuf.

Ia menuturkan langkah yang sudah dilakukan BEM KEMA Tel-U membuka diskusi untuk melakukan investigasi menelusuri kasus ini dugaan pencabulan mahasiswi Telkom.

"Progres dari BEM KEMA Tel-U sudah melakukan pengkajian kasus, kami membuka diskusi untuk menentukan langkah dari internal BEM KEMA Tel-U dengan kasus ini. Sikap BEM pastinya mendorong kampus supaya tegas mengatasi kasus ini, di sini BEM sedang menganalisis bagaimana kondisi real kejadian ini," bebernya.

"Di sini kita masih dalam tahap pencarian informasi dari sisi korban, terduga pelaku dan pihak kampus," tambah Yusuf.

Kejadia an yang menimpa mahasiswi Telkom tersebut sudah sampai kepada pihak kepolisian. Unit PPA Satreskrim Polresta Bandung sudah menerima laporan terkait kasus dugaan pencabulan tersebut.

"Sudah ada laporan. Sudah ada," kata Kasat Reskrim Polresta Bandung AKP Agta via sambungan telepon.

Agta menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan di lapangan berkaitan dugaan mahasiswi Telkom dicabuli.

"Kita baru kroscek, sementara sudah ditangani. Ditangani kita, oleh PPA," jelasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww