Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Timnas Basket Indonesia Tetap Jalani Latihan Saat Ramadhan
Olahraga
20 jam yang lalu
Timnas Basket Indonesia Tetap Jalani Latihan Saat Ramadhan
2
Aneh, Larang Pemudik Masuk Solo, Gibran Tetap Izinkan Wisatawan dari Jakarta
Peristiwa
17 jam yang lalu
Aneh, Larang Pemudik Masuk Solo, Gibran Tetap Izinkan Wisatawan dari Jakarta
3
Ricardo Dicopot dari Dirut Pertamina Hulu Rokan, Ini Sosok Penggantinya
Peristiwa
15 jam yang lalu
Ricardo Dicopot dari Dirut Pertamina Hulu Rokan, Ini Sosok Penggantinya
4
Siapkan Prizepool 100 Juta, UniPin Resmi Luncurkan Ladies Series MLBB 2021
Olahraga
20 jam yang lalu
Siapkan Prizepool 100 Juta, UniPin Resmi Luncurkan Ladies Series MLBB 2021
5
Surat Rekom Diserahkan ke Pimpinan, Komisi V DPRD Riau Segera Gunakan Hak Interplasi dan Bentuk Pansus Covid
Peristiwa
18 jam yang lalu
Surat Rekom Diserahkan ke Pimpinan, Komisi V DPRD Riau Segera Gunakan Hak Interplasi dan Bentuk Pansus Covid
6
TNI-Polri Kembali Kontak Tembak dengan KKB di Ilaga Papua
Peristiwa
17 jam yang lalu
TNI-Polri Kembali Kontak Tembak dengan KKB di Ilaga Papua

Mantan Jenderal Serbia Didakwa Bantai 8.000 Muslim Bosnia pada 1995

Mantan Jenderal Serbia Didakwa Bantai 8.000 Muslim Bosnia pada 1995
Seorang wanita melintasi dinding berisi nama-nama orang yang dibunuh di Srebrenica, dekat Srebrenica, Bosnia dan Herzegovina. (sindonews.com)
Rabu, 01 Januari 2020 22:00 WIB
SARAJEVO - Mantan jenderal Serbia Bosnia Milomir Savcic didakwa terlibat pembantaian terhadap sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim di Srebrenica pada tahun 1995.

Dikutip dari sindonews.com, dakwaan itu dibacakan kejaksaan kejahatan perang Bosnia pada pengadilan internasional. Dua pengadilan internasional menyebut kekejaman itu sebagai genosida.

Milomir Savcic, 60, dituduh memimpin kantor pusat Angkatan Darat Serbia Bosnia, Resimen Perlindungan Bermotor 65, yang di dalamnya termasuk batalion kepolisian militer.

Savcic didakwa memerintahkan penangkapan, pembunuhan dan mengubur para korban Muslim Bosnia di Srebrenica pada Juli 1995.

Pasukan Serbia Bosnia yagn dipimpin Jenderal Ratko Mladic menyerang Srebrenica pada 11 Juli 1995, memisahkan pria dari wanita dan anak-anak, dan membunuh sekitar 8.000 Muslim yang kemudian dikubur di kuburan massal. Pembantaian Srebrenica itu dianggap sebagai kekejaman terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.

''Savcic secara sadar membantu Mladic dan kolonel Ljubisa Beara, serta komandan lain Korp Drina dan Brigade Zvornik yang melaksanakan pembantaian itu, untuk menghancurkan pria Muslim sebagai kelompok etnik di wilayah itu,'' papar pernyataan kejaksaan, dilansir Reuters.

Mladic dan Beara dipenjara seumur hidup dalam genosida Srebrenica oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY).

''Savcic dituduh merencanakan, mengkomandoi dan mengawasi berbagai aktivitas selama penangkapan dan penahanan beberapa ratus pria Bosnia di beberapa lokasi di Nova Kasaba, dan penahanan ilegal, penyiksaan dan pembunuhan mereka,'' papar pernyataan kejaksaan.

''Savcic dituduh melakukan aksi kriminal membantu dalam genosida itu,'' ungkap pernyataan kejaksaan. ***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww