Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
9 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
10 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
10 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
8 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
9 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
6
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
9 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional

Separuh Bangunan Kakbah Terendam Saat Banjir Bandang 1941, Begini Penampakannya

Separuh Bangunan Kakbah Terendam Saat Banjir Bandang 1941, Begini Penampakannya
Separuh bangunan Kakbah terendam pada 1941 akibat banjir bandang melanda Kota Makkah. (republika.co.id)
Jum'at, 03 Januari 2020 10:14 WIB
JAKARTA - Kakbah yang terletak di Masjid al-Haram, Makkah, Arab Saudi, merupakan bangunan suci bagi umat Islam. Setiap musim haji, jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di sekitar Kakbah.

Dikutip dari republika.co.id, al-Bait al-Haram, sebutan lain Kakbah, pernah diserang pasukan Abrahah di Tahun Gajah, menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Allah SWT melindungi Kakbah dengan mendatangkan kawanan burung Ababil menghancurkan pasukan Abrahah.

Namun Kakbah pernah beberapa kali dilanda banjir, disebabkan letak geografis dan struktur tanah kota Makkah.  

Makkah berada di antara bukit-bukit dan termasuk dalam dataran rendah yang letaknya di dalam cekungan. Selain itu, struktur tanah kota Makkah yang terdiri dari pasir dan batu-batuan jenis pualam sangat keras, kuat dan kering. Sehingga, air tidak mudah terserap.   

Dalam sejarahnya, banjir pernah melanda Kakbah di masa Nabi Muhammad SAW sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Saat itu, Nabi SAW berusia sekitar 35 tahun.

Akibat banjir bandang yang melanda kota Makkah kala itu, bangunan Kakbah direnovasi kembali. 

Selanjutnya, Kakbah pernah terendam banjir pada masa khalifah Umar bin Khattab. Akibat banjir, sebagian dinding Kakbah rusak parah karena pada zaman itu Kakbah hanya dibangun dengan menggunakan batu yang direkatkan dengan tanah dan atau lumpur.  

Pada 1039, Kakbah kembali dilanda banjir. Sembilan abad kemudian, yakni pada 1941 silam, Kakbah direndam air dengan ketinggian hampir separuh bangunan Kakbah. 

Ketika itu, hujan deras mengguyur Makkah selama sepekan penuh, siang dan malam. Sehingga, air meluap dan mengepung kota suci tersebut.

Pada 2009 dan 2012, Kakbah kembali digenangi air hujan, namun tidak sampai menyentuh badan Kakbah. Air hujan hanya menggenangi jalan-jalan. Seiring waktu, pemerintah Saudi telah melakukan renovasi dan perbaikan drainase di sekitar Masjid al-Haram.

Adapun pada pelaksanaan ibadah haji musim 2017 lalu, hujan mengguyur kota Makkah di saat umat Muslim tengah melaksanakan tawaf. Namun, tidak sampai terjadi banjir dan jamaah tetap melakukan ibadah haji dengan khusyuk.

Pada musim haji 2019 pada Agustus lalu, hujan juga sempat mengguyur kota Makkah. Kemudian ketika jamaah haji berada di Padang Arafah, air hujan tiba-tiba turun dan membasahi wilayah itu pada saat pelaksanaan rangkaian ibadah haji pada 10 Agustus 2019 lalu. Namun, tidak sampai terjadi banjir di Kakbah.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww