Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pesan 'Si Doel': Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
Peristiwa
20 jam yang lalu
Pesan Si Doel: Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
2
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
Olahraga
21 jam yang lalu
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
3
Jadikan Desa sebagai Arus Utama Pembangunan Daerah
Peristiwa
20 jam yang lalu
Jadikan Desa sebagai Arus Utama Pembangunan Daerah
4
Pendekar Kungfu Cilik Laba Laba Sakti Bikin Kejutan
Olahraga
21 jam yang lalu
Pendekar Kungfu Cilik Laba Laba Sakti Bikin Kejutan
5
Permudah Kemitraan dengan Pemerintah, BUMDes Kini Berbadan Hukum
Peristiwa
23 jam yang lalu
Permudah Kemitraan dengan Pemerintah, BUMDes Kini Berbadan Hukum
6
Evaluasi Operasi Tinombala Mengemuka sebagai Respons Insiden Pembunuhan Keji di Sigi
Nasional
22 jam yang lalu
Evaluasi Operasi Tinombala Mengemuka sebagai Respons Insiden Pembunuhan Keji di Sigi

Separuh Bangunan Kakbah Terendam Saat Banjir Bandang 1941, Begini Penampakannya

Separuh Bangunan Kakbah Terendam Saat Banjir Bandang 1941, Begini Penampakannya
Separuh bangunan Kakbah terendam pada 1941 akibat banjir bandang melanda Kota Makkah. (republika.co.id)
Jum'at, 03 Januari 2020 10:14 WIB
JAKARTA - Kakbah yang terletak di Masjid al-Haram, Makkah, Arab Saudi, merupakan bangunan suci bagi umat Islam. Setiap musim haji, jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di sekitar Kakbah.

Dikutip dari republika.co.id, al-Bait al-Haram, sebutan lain Kakbah, pernah diserang pasukan Abrahah di Tahun Gajah, menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Allah SWT melindungi Kakbah dengan mendatangkan kawanan burung Ababil menghancurkan pasukan Abrahah.

Namun Kakbah pernah beberapa kali dilanda banjir, disebabkan letak geografis dan struktur tanah kota Makkah.  

Makkah berada di antara bukit-bukit dan termasuk dalam dataran rendah yang letaknya di dalam cekungan. Selain itu, struktur tanah kota Makkah yang terdiri dari pasir dan batu-batuan jenis pualam sangat keras, kuat dan kering. Sehingga, air tidak mudah terserap.   

Dalam sejarahnya, banjir pernah melanda Kakbah di masa Nabi Muhammad SAW sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Saat itu, Nabi SAW berusia sekitar 35 tahun.

Akibat banjir bandang yang melanda kota Makkah kala itu, bangunan Kakbah direnovasi kembali. 

Selanjutnya, Kakbah pernah terendam banjir pada masa khalifah Umar bin Khattab. Akibat banjir, sebagian dinding Kakbah rusak parah karena pada zaman itu Kakbah hanya dibangun dengan menggunakan batu yang direkatkan dengan tanah dan atau lumpur.  

Pada 1039, Kakbah kembali dilanda banjir. Sembilan abad kemudian, yakni pada 1941 silam, Kakbah direndam air dengan ketinggian hampir separuh bangunan Kakbah. 

Ketika itu, hujan deras mengguyur Makkah selama sepekan penuh, siang dan malam. Sehingga, air meluap dan mengepung kota suci tersebut.

Pada 2009 dan 2012, Kakbah kembali digenangi air hujan, namun tidak sampai menyentuh badan Kakbah. Air hujan hanya menggenangi jalan-jalan. Seiring waktu, pemerintah Saudi telah melakukan renovasi dan perbaikan drainase di sekitar Masjid al-Haram.

Adapun pada pelaksanaan ibadah haji musim 2017 lalu, hujan mengguyur kota Makkah di saat umat Muslim tengah melaksanakan tawaf. Namun, tidak sampai terjadi banjir dan jamaah tetap melakukan ibadah haji dengan khusyuk.

Pada musim haji 2019 pada Agustus lalu, hujan juga sempat mengguyur kota Makkah. Kemudian ketika jamaah haji berada di Padang Arafah, air hujan tiba-tiba turun dan membasahi wilayah itu pada saat pelaksanaan rangkaian ibadah haji pada 10 Agustus 2019 lalu. Namun, tidak sampai terjadi banjir di Kakbah.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww