Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini

Berlindung dalam Masjid, Ratusan Warga 2 Kampung di Lebak Selamat dari Terjangan Banjir Bandang

Berlindung dalam Masjid, Ratusan Warga 2 Kampung di Lebak Selamat dari Terjangan Banjir Bandang
Kerusakan akibat banjir bandang di Lebak. (kompas.com)
Minggu, 05 Januari 2020 10:05 WIB
LEBAK - Ratusan warga Kampung Cinyiru dan Jaha, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, berlindung ke dalam masjid saat banjir bandang melanda kampung mereka, Rabu (1/1/2020) pagi.

Beruntung, semua yang berlindung di masjid tersebut selamat, termasuk Enah dan keluarganya.

''Kita bersama ratusan warga lainnya berlindung di masjid,'' kata Enah di Posko Pengungsian Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Sabtu (4/1), seperti dikutip dari merdeka.com.

Erna menceritakan, bencana alam itu terjadi Rabu pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, setelah hujan lebat turun sepanjang Selasa (31/12) sore hingga Rabu (1/1) pagi.

Saat itu, Erna bersama keluarga tengah berada di rumah hendak bersiap pergi ke sawah. Namun tiba-tiba dari atas perbukitan kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) terdengar suara keras bagaikan bom meledak dan bergemuruh ke perkampungan.

Mendengar suara ledakan keras dan bergemuruh itu, warga Kampung Jaha yang terdapat sekitar 50 rumah berlarian dan berlindung di masjid setempat.

Dia melihat material bebatuan dan lumpur serta air keluar dari tanah menerjang permukiman dan aliran Sungai Ciberang. Bahkan, puluhan rumah di wilayahnya rusak berat hingga rata dengan tanah.

''Kami beruntung berlindung di masjid dan selamat hingga dievakuasi ke pengungsian di sini,'' kata Enah.

Munasih, warga Kampung Cinyiru, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, mengaku bencana alam itu menimbulkan ketakutan, karena air dan material bebatuan serta lumpur dalam tanah menyapu pemukiman warga.

Sebagian besar rumah warga mengalami rusak berat dan rusak sedang serta ringan.

Banjir bandang dan longsor, kata dia, datang dengan suara gemuruh sehingga warga berlarian untuk mencari tempat perlindungan.

Warga kebanyakan berlindung di masjid setempat dan selamat dari terjangan banjir dan tanah longsor.

Ia menyatakan beruntung karena di kampungnya itu tidak ada korban jiwa, karena berlindung di masjid tersebut.

''Kami saat mendengar orang-orang teriak secara langsung berlari ke masjid bersama anggota keluarga,'' katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan, berdasarkan data sementara korban bencana banjir dan longsor ditampung di pengungsian ada 677 kepala keluarga atau 2.000 jiwa, sedangkan korban jiwa delapan orang, enam tertimbun dan satu hanyut.

Saat ini, warga yang terdampak bencana alam tersebar di tujuh posko pengungsian, antara lain Posko Pengungsian Gedung PGRI Kecamatan Sajira 50 KK, Posko Pengungsian Nangela, Desa Calungbungur Kecamatan Sajira, dan Posko Pengungsian Desa Tambak Kecamatan Cimarga 31 KK.

Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Cipanas 100 KK, Posko Pengungsian Kecamatan Curugbitung 150 KK, dan Posko Pengungsian Gedung Serba Guna Kecamatan Lebak Gedong 100 KK.

Mereka tinggal di posko pengungsian karena sebagian besar kondisi rumah rusak berat hingga rata dengan tanah setelah diterjang banjir bandang.

Kebanyakan para korban banjir bandang karena lokasi perkampungan warga berada di tepi bantaran aliran Sungai Ciberang.

''Kami memfokuskan penangan bencana banjir itu pelayanan dasar, seperti kesehatan, bantuan makanan sehari-hari dan tinggal di tempat yang layak,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww