Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dulu Bossman Dorong e-Rupiah, Sekarang BI akan Terbitkan Uang Digital
Nasional
23 jam yang lalu
Dulu Bossman Dorong e-Rupiah, Sekarang BI akan Terbitkan Uang Digital
2
Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras, MUI: Mulutnya Saja Pancasila, Praktiknya Kapitalis!
Peristiwa
18 jam yang lalu
Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras, MUI: Mulutnya Saja Pancasila, Praktiknya Kapitalis!
3
Sadis, di Jakarta Oknum Polisi Tembak Mati 3 Orang, di Medan Bunuh 2 Wanita
Hukum
17 jam yang lalu
Sadis, di Jakarta Oknum Polisi Tembak Mati 3 Orang, di Medan Bunuh 2 Wanita
4
Sinergitas TNI-Polri Hanya di Kalangan Elite, di Akar Rumput Masih Semrawut
Hukum
14 jam yang lalu
Sinergitas TNI-Polri Hanya di Kalangan Elite, di Akar Rumput Masih Semrawut
5
Jokowi Buka Pintu Izin Investasi untuk Industri Miras Besar sampai Eceran
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Jokowi Buka Pintu Izin Investasi untuk Industri Miras Besar sampai Eceran
6
SBY 'Turun Gunung', Darmizal: Lebay, Panik
Politik
22 jam yang lalu
SBY Turun Gunung, Darmizal: Lebay, Panik

Setelah Dikepung Ribuan Santriwati Ponpes Miftahul Huda, Indomaret Minta Maaf

Setelah Dikepung Ribuan Santriwati Ponpes Miftahul Huda, Indomaret Minta Maaf
Ribuan santriwati Ponpes Miftahul Huda Manonjaya, mengepung gerai Indomaret Monanjaya, Kamis (2/1/2020). (sindonews)
Minggu, 05 Januari 2020 11:29 WIB
TASIKMALAYA - Ribuan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat, mengepung gerai Indomaret Monanjaya, Kamis (2/1/2020).

Dikutip dari sindonews.com, ribuan santriwati tersebut mengecam tindakan karyawan Indomaret Monanjaya yang menuduh santriwati Ponpes Miftahul Huda melakukan pencurian.

Setelah didemo ribuan santriwati, pihak Indomart melalui pimpinan cabang PT Indomarco Prismatama Bandung Dedi Yusup Apriadi menyampaikan permohonan maaf atas tindakan salah satu karyawan Indomaret di Manonjaya, yang telah bertindak di luar prosedur.

Ads

''Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan Pondok Pesantren, KH Asep Maosul Affandy serta keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya lainnya atas tindakan karyawan kami. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kami untuk terus berbenah mengoreksi pelayanan kami,'' kata Dedi, Ahad (5/1/2020).

Menurut Dedi, apa yang dilakukan karyawan yang memeriksa konsumen tanpa memiliki bukti memang di luar ketentuan. Untuk itu, selaku manajemen Indomaret memohon maaf yang sebesar-besarnya karena kesalahan ada di karyawan.

Pihaknya pun akan memberikan sanksi kepada karyawan tersebut dan terus memperbaiki pelayanan sehingga Indomart bisa terus dipercaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

''Sekali lagi kami memohon maaf kepada Keluarga Besar Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya dan menghaturkan rasa terima kasih kepada Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota yang telah membantu memediasi kami sehingga persoalan dapat diselesaikan secara kekeluargaan,'' ujarnya.

Dedi juga akan terus memantau pelayanan konsumen Indomart agar kejadian seperti itu tidak terjadi lagi menimpa siapapun.

Sebelumnya, ribuan santri perempuan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya menggeruduk gerai Indomaret Manonjaya di Jalan KH Khoer Affandi, Kamis (2/1/2020).

Massa berseragam hijab putih tersebut mengepung Indomaret hingga meluber ke jalan raya yang menimbulkan kemacetan sampai perbatasan Kota Tasikmalaya.

Kejadian bermula ketika empat santriwati berbelanja pada Rabu (1/1/2020) sekira pukul 11.00 WIB. Tiba-tiba, keempat santriwati itu digiring pegawai ke ruang pemeriksaan barang dengan alasan melihat barang yang kurang. Kemudian dilakukan pemeriksaan CCTV yang hasilnya tidak ditemukan santri tersebut mencuri sesuai yang dituduhkan. Akibat perlakuan tersebut, Indomaret Manonjaya didemo ribuan santriwati, hingga sampai tidak beroperasi untuk sementara waktu.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww