Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
12 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
2
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
Internasional
20 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
3
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
Ekonomi
20 jam yang lalu
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
4
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
11 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
5
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
6
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
12 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19

Bantuan untuk Perantau Minang Korban Rusuh Wamena Kembali Disalurkan Rp2,6 Miliar

Bantuan untuk Perantau Minang Korban Rusuh Wamena Kembali Disalurkan Rp2,6 Miliar
sejumlah rumah warga dibakar massa saat kerusuhan di Wamena pada 23 September 2019 lalu. (kumparan.com)
Selasa, 07 Januari 2020 09:33 WIB
PAINAN - Perantau asal Minangkabau yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua, pada 23 September 2019 lalu kembali menerima bantuan yang disalurkan melalui Bank Nagari.

''Korban difasilitasi untuk membuka rekening di Bank Nagari. Bantuan disalurkan melalui rekening tersebut,'' kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat menyerahkan bantuan secara simbolik di Painan, Senin (7/1/2020), seperti dikutip dari republika.co.id.

Namun bagi korban yang ada di daerah dan ingin menerima bantuan secara langsung juga difasilitasi oleh Pemprov Sumbar dan Bank Nagari.

Penyerahan dilakukan di dua tempat yaitu di Bank Nagari cabang Painan sebanyak 105 korban dengan total Rp2,1 miliar dan Bank Nagari capem Kambang sebanyak 25 korban dengan nilai bantuan Rp500 juta.

Bantuan itu dikhususkan bagi 130 orang korban yang terdata ruko dan rumahnya terbakar di Wamena. Masing-masing diberikan bantuan Rp20 juta.

Nasrul menyebut penyaluran bantuan itu baru bisa dilakukan setelah mendapatkan data yang jelas dan akurat oleh Biro Bintal, Biro Kerja Sama Pembangunan dan Rantau, dan Dinas Sosial Sumbar bersama dengan pengurus perantau Minangkabau di Wamena.

Bagi korban yang belum menerima bantuan atau belum masuk data, tetapi rumah atau tokonya terbakar diminta membawa data yang lengkap.

Terkait kondisi aset perantau Minang di Wamena yang ditinggalkan pascakerusuhan, Wagub Nasrul Abit menyebut telah ada pembicara dengan Wamen PUPR John Wempi Wetipo saat mengunjungi bencana banjir bandang Solok Selatan. Dikatakan pada April 2020 semua pembangunan pascakerusuhan Wamena akan selesai dibangun kembali sehingga ada harapan untuk korban asal Sumbar bisa kembali lagi ke Wamena.

Kepala Biro Bina Mental Sekretariat Provinsi Sumbar Syaifullah menyampaikan pemberian bantuan tersebut adalah yang ketigakalinya. Pertama menyerahkan bantuan berupa uang saku dalam penyambutan kedatangan korban Wamena di Bandara Internasional Minangkabau.

Kedua penyerahan bantuan pemulangan tiket pesawat bagi perantauan Minang korban kerusuhan Wamena dan yang terakhir bantuan korban kebakaran ruko dan rumah warga Minang di Wamena. ''Sekarang kami masih mendata jumlah korban usia sekolah. Rencananya juga diberikan santunan,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww