Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terungkap Tabir Uang di Rekening Cleaning Service Kejagung Tajir
MPR RI
3 jam yang lalu
Terungkap Tabir Uang di Rekening Cleaning Service Kejagung Tajir
2
Peringati Hari Santri, Gus Jazil Gandeng Anak Jalanan dan Kaum Marjinal
Peristiwa
3 jam yang lalu
Peringati Hari Santri, Gus Jazil Gandeng Anak Jalanan dan Kaum Marjinal
3
Wanita yang Tewas di Kandang Buaya Kaltim Ber-KTP Jawa
Hukum
22 jam yang lalu
Wanita yang Tewas di Kandang Buaya Kaltim Ber-KTP Jawa
4
Santri Diminta jadi Agen Perubahan melalui 'Resolusi Jihad' Melawan Pandemi
DPR RI
24 jam yang lalu
Santri Diminta jadi Agen Perubahan melalui Resolusi Jihad Melawan Pandemi
5
Gedung Kejagung Terbakar atau Dibakar? Legislator Minta Polri Transparan
Hukum
23 jam yang lalu
Gedung Kejagung Terbakar atau Dibakar? Legislator Minta Polri Transparan
6
Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19
Kesehatan
23 jam yang lalu
Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19

Penjual Cendol yang Baik Hati Itu Tewas Terbakar bersama Putri Kecilnya yang Ingin Diselamatkannya

Penjual Cendol yang Baik Hati Itu Tewas Terbakar bersama Putri Kecilnya yang Ingin Diselamatkannya
Ilustrasi kebakaran. (int)
Jum'at, 10 Januari 2020 17:09 WIB
SOPPENG - Senni (40) dan putri kecilnya, Hasni (8), ditemukan tak bernyawa di puing rumahnya yang terbakar di Lingkungan Lamajekko, Kelurahan Batubatu, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, Sulawesi Selatan, Jumat (10/1/2020).

Dikutip dari kompas.com, Senni mulanya berhasil menyelamatkan diri saat kobaran api menghanguskan rumah panggung milik orangtuanya, Indo Wellang (65).

Namun ia kembali masuk menerobos kobaran api untuk menyelamatkan putrinya, Hasni yang saat itu sedang tertidur.

''Mamanya sempat lolos keluar, bahkan berteriak-teriak bangunkan warga, tapi masuk kembali ke dalam rumah karena anaknya masih di kamar tidur,'' kata Ridhawati (44), tetangga korban yang dikonfirmasi via pesan singkat.

Senni merupakan orangtua tunggal bagi dua anaknya, Awal (14) dan Hasni, setelah kematian suaminya, Essang, lima tahun lalu.

Pasca-kematian suaminya, Senni tinggal bersama orangtuanya dan bekerja sebagai penjual cendol di Pasar Batubatu, Kecamatan Marioriawa.

Di kalangan warga, Senni dianggap sebagai pedagang yang baik hati. Tidak jarang memberikan cendol secara gratis kepada pekerja bangunan mau pun tukang becak yang sering mangkal di sekitar pasar tempatnya berjualan.

''Selama ini korban dikenal dengan pribadi yang baik, jiwa sosialnya terhadap orang lain sangat tinggi," Kata Efendi.

Sementara polisi yang melakukan penyelidikan telah berhasil mengungkap penyebab kebakaran.

Api bersumber dari arus pendek listrik dari rumah Indo Wellang yang berbahan kayu dan menjalar ke rumah tetangga lainnya.

Jenazah kedua korban dimakamkan oleh pihak keluarga pada pukul 13.30 WITA.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww