Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
Peristiwa
19 jam yang lalu
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
2
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Internasional
18 jam yang lalu
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
3
Buntut dari Bertambahnya Jumlah Tenaga Medis RSUD AWS Positif Covid-19
Kesehatan
17 jam yang lalu
Buntut dari Bertambahnya Jumlah Tenaga Medis RSUD AWS Positif Covid-19
4
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
Hukum
18 jam yang lalu
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
5
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
GoNews Group
15 jam yang lalu
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
6
Laut Cina Selatan Memanas, Wakil Ketua MPR : Perkuat Pertahanan Negara
MPR RI
7 jam yang lalu
Laut Cina Selatan Memanas, Wakil Ketua MPR : Perkuat Pertahanan Negara

Penjual Cendol yang Baik Hati Itu Tewas Terbakar bersama Putri Kecilnya yang Ingin Diselamatkannya

Penjual Cendol yang Baik Hati Itu Tewas Terbakar bersama Putri Kecilnya yang Ingin Diselamatkannya
Ilustrasi kebakaran. (int)
Jum'at, 10 Januari 2020 17:09 WIB
SOPPENG - Senni (40) dan putri kecilnya, Hasni (8), ditemukan tak bernyawa di puing rumahnya yang terbakar di Lingkungan Lamajekko, Kelurahan Batubatu, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, Sulawesi Selatan, Jumat (10/1/2020).

Dikutip dari kompas.com, Senni mulanya berhasil menyelamatkan diri saat kobaran api menghanguskan rumah panggung milik orangtuanya, Indo Wellang (65).

Namun ia kembali masuk menerobos kobaran api untuk menyelamatkan putrinya, Hasni yang saat itu sedang tertidur.

''Mamanya sempat lolos keluar, bahkan berteriak-teriak bangunkan warga, tapi masuk kembali ke dalam rumah karena anaknya masih di kamar tidur,'' kata Ridhawati (44), tetangga korban yang dikonfirmasi via pesan singkat.

Senni merupakan orangtua tunggal bagi dua anaknya, Awal (14) dan Hasni, setelah kematian suaminya, Essang, lima tahun lalu.

Pasca-kematian suaminya, Senni tinggal bersama orangtuanya dan bekerja sebagai penjual cendol di Pasar Batubatu, Kecamatan Marioriawa.

Di kalangan warga, Senni dianggap sebagai pedagang yang baik hati. Tidak jarang memberikan cendol secara gratis kepada pekerja bangunan mau pun tukang becak yang sering mangkal di sekitar pasar tempatnya berjualan.

''Selama ini korban dikenal dengan pribadi yang baik, jiwa sosialnya terhadap orang lain sangat tinggi," Kata Efendi.

Sementara polisi yang melakukan penyelidikan telah berhasil mengungkap penyebab kebakaran.

Api bersumber dari arus pendek listrik dari rumah Indo Wellang yang berbahan kayu dan menjalar ke rumah tetangga lainnya.

Jenazah kedua korban dimakamkan oleh pihak keluarga pada pukul 13.30 WITA.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam

wwwwww