Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
MPR RI
20 jam yang lalu
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
2
Resmi Dilantik, PCNU Tangsel Targetkan 10 Ribu Kader Penggerak
Peristiwa
14 jam yang lalu
Resmi Dilantik, PCNU Tangsel Targetkan 10 Ribu Kader Penggerak
3
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
Olahraga
17 jam yang lalu
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
4
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Kesehatan
20 jam yang lalu
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
5
Hutama Karya Buka Suara Soal Isu Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal
Peristiwa
20 jam yang lalu
Hutama Karya Buka Suara Soal Isu Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal
6
Ingin Mencari Pemimpin? Datanglah ke Pondok Pesantren
Peristiwa
18 jam yang lalu
Ingin Mencari Pemimpin? Datanglah ke Pondok Pesantren

Setelah Diusir, Kapal China Malah Makin Banyak di Perairan Natuna, Saat Ini Ada 30

Setelah Diusir, Kapal China Malah Makin Banyak di Perairan Natuna, Saat Ini Ada 30
Memantau keberadaan kapal asing di perairan Natuna. (kompas.com)
Sabtu, 11 Januari 2020 21:21 WIB
NATUNA - Operasi pengusiran kapal-kapal asal China yang berkeliaran di peraitan Natuna, Kepulauan Riau, sepertinya tak membuahkan hasil. Buktinya, pada Sabtu (11/1), ada 30 kapal ikan asing (KIA) asal China berkeliaran di perairan Natuna.

Dikutip dari kompas.com, Panglima Komando Gabubgan Wilayah I (Pangkogabwilhan) Laksdya TNI Yudho Margono, mengatakan, TNI kembali melakukan pemantauan wilayah Laut Utara Natuna dan sekitarnya, Sabtu (11/1).

Operasi pengamanan di wilayah Laut Natuna sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, pasca keberadaan Kapal Coast Guard China, Kapal Pengawasan Perikanan China dan kapal ikan asing (KIA) asal China.

Pemantauan hari ini dilakukan melalui udara, mengunakan pesawat intai maritim Boeing 737 AI-7301 TNI Angkatan Udara dari Skadron 5 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Hasilnya, terpantau sedikitnya ada 30 KIA yang masih berkeliaran di Laut Natuna bagian utara.

''Saat ini KIA tersebut bukan malah berkurang, melainkan semakin bertambah dan jumlahnya sekitar 30 KIA,'' kata Yudho melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Yudho mengatakan, dirinya langsung memerintahkan tiga KRI, yakni KRI Karel Satsuit Tubun (KST) 356, KRI Usman Harun (USH) 359 dan KRI Jhon Lie 358 untuk langsung menuju koordinat kapal-kapal asing yang terdeteksi tersebut.

Hal ini bertujuan untuk melakukan langkah-langkah pengusiran terhadap kapal ikan tersebut agar keluar dari wilayah laut Indonesia.

Kapal-kapal asing tersebut harus keluar dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

''Hal yang pertama kali dilakukan yakni persuasif menginformasikan kapal-kapal tersebut bahwa telah masuk wilayah Indonesia dan kemudian dilakukan pengusiran,'' kata Yudho.

Bahkan, menurut Yudho, pihaknya juga melakukan komunikasi kepada kapal Coast Guard China, agar memberitahu kepada kapal-kapal ikannya untuk keluar dari wilayah Indonesia, termasuk ZEE Indonesia.

''Namun jika kapal-kapal asing tersebut tetap tidak keluar dari wilayah Indonesia, maka dilaksanakan penegakan hukum, kapal-kapal tersebut ditangkap dan diproses secara hukum,'' kata Yudho.

Untuk itu, KRI tetap disiagakan untuk operasi patroli laut.

Sementara, operasi udara menggunakan pesawat tetap dilakukan hingga benar-benar wilayah Laut Natuna bagian utara aman dari aktivitas pencurian ikan oleh kapal asing.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww