Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
Nasional
21 jam yang lalu
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
2
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
MPR RI
22 jam yang lalu
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
3
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
Olahraga
6 jam yang lalu
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
4
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
Kesehatan
14 jam yang lalu
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
5
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
6
Polisi Tangkap Penyebar Daring Undangan Kerusuhan Demo Tolak Ciptaker
Hukum
11 jam yang lalu
Polisi Tangkap Penyebar Daring Undangan Kerusuhan Demo Tolak Ciptaker

Pilotnya Sering Mabuk, 5 Maskapai Ini Dikeluarkan dari Daftar Penerbangan Teraman

Pilotnya Sering Mabuk, 5 Maskapai Ini Dikeluarkan dari Daftar Penerbangan Teraman
Ilustrasi pilot. (detik.com)
Senin, 13 Januari 2020 09:36 WIB
JAKARTA - AirlineRatings.com telah menerbitkan daftar maskapai teraman di awal tahun 2020. AirlineRatings.com juga merilis daftar maskapai yang tidak memenuhi standar keamanan penerbangan.

Dikutip dari detik.com, salah satu alasan AirlineRatings.com memasukkan maskapai ke dalam daftar tidak memenuhi standar keamanan penerbangan adalah karena pilotnya sering mabuk. Fakta itu pun diberitakan oleh situs Escape.com Australia.

''Lima maskapai terpaksa dikeluarkan dari daftar 20 maskapai teraman 2020 versi AirlineRatings.com karena pilotnya ditangkap terkait kasus mabuk,'' ujar Editor AirlineRatings.com, Geoffrey Thomas.

Menurut Thomas, kelima maskapai yang pilotnya bermasalah tersebut berasal dari maskapai United Airlines, American Airlines, Delta Airlines, Japan Airlines, dan All Nippon Airways. Sejumlah pilotnya ditangkap di bandara terpisah atas tuduhan dalam kondisi tidak prima, atau positif berada di bawah pengaruh alkohol lewat indikasi bau nafasnya.

Ads

Untuk diketahui, tingkat konsumsi alkohol oleh pilot di tiap negara berbeda satu sama lain. Namun, batas amannya adalah setengah dari standar alkohol untuk pengendara mobil atau tidak sama sekali.

''Di India ada kewajiban zero alcohol dan semua pilot serta kru pesawat wajib dites nafasnya sebelum terbang. Walau begitu sekitar empat pilot maskapai SpiceJet diketahui mengkonsumsi alkohol di atas batas pada bulan Desember tahun lalu,'' ujar Thomas.

Lain-lagi di negara seperti AS, Australia, dan Inggris. Pilot yang kedapatan memiliki kadar alkohol sekitar 0,02 % saja disebut tak prima untuk mengemudikan pesawat. Begitu seriusnya ketiga negara di atas perihal keselamatan penumpangnya.

Mundur ke bulan Agustus tahun 2019, dua pilot maskapai United Airlines ditahan setelah gagal melewati tes nafas sebelum terbang ke New Ark di New Jersey dari Bandara Glasgow. Buntutnya, penerbangan tersebut harus dibatalkan dan kedua pilot itu ditahan selama 10 hingga 15 tahun di bui seperti diberitakan media BBC.

Masalah serupa juga dialami oleh pilot maskapai American Airlines, David Copeland, pada awal Mei 2019 lalu seperti diberitakan media Mirror. Sesaat sebelum terbang dari Manchester ke Philadelphia, David ditahan oleh petugas setelah gagal melewati tes serupa.

Lain lagi dengan pilot maskapai Japan Airlines (JAL) yang diketahui sering tertangkap akibat kasus alkohol. Menurut situs Japan Times, maskapai JAL tersandung enam laporan terkait kasus alkohol selama tahun 2019 lalu. Di mana salah satu pilotnya kedapatan melewati batas standar alkohol hingga 10 kali batas aman. Termasuk juga salah satu krunya yang kedapatan mengonsumsi alkohol.

Buntut kejadian tersebut, sejumlah maskapai mulai menerapkan hukuman bagi stafnya yang kedapatan mengkonsumsi alkohol sebelum terbang. Maskapai United misalnya, menerapkan aturan jam bebas alkohol dari pukul 08.00 hingga 00.00 waktu setempat. Sementara dari maskapai JAL menerapkan aturan tak boleh mengkonsumsi alkohol hingga 24 jam sebelum terbang.

Melihat fakta di lapangan, mungkin traveler dibuat takut untuk terbang dengan maskapai di atas. Hanya menurut Thomas, kecelakaan yang terjadi akibat kru pesawat mabuk begitu kecil jumlahnya. Sementara itu mayoritas maskapai dan pilot di seluruh dunia diketahui cukup peduli dan strict perihal larangan mengonsumsi alkohol sebelum terbang.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww