Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
12 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
2
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
Internasional
21 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
3
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
Ekonomi
20 jam yang lalu
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
4
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
12 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
5
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
12 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
6
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian

Pilotnya Sering Mabuk, 5 Maskapai Ini Dikeluarkan dari Daftar Penerbangan Teraman

Pilotnya Sering Mabuk, 5 Maskapai Ini Dikeluarkan dari Daftar Penerbangan Teraman
Ilustrasi pilot. (detik.com)
Senin, 13 Januari 2020 09:36 WIB
JAKARTA - AirlineRatings.com telah menerbitkan daftar maskapai teraman di awal tahun 2020. AirlineRatings.com juga merilis daftar maskapai yang tidak memenuhi standar keamanan penerbangan.

Dikutip dari detik.com, salah satu alasan AirlineRatings.com memasukkan maskapai ke dalam daftar tidak memenuhi standar keamanan penerbangan adalah karena pilotnya sering mabuk. Fakta itu pun diberitakan oleh situs Escape.com Australia.

''Lima maskapai terpaksa dikeluarkan dari daftar 20 maskapai teraman 2020 versi AirlineRatings.com karena pilotnya ditangkap terkait kasus mabuk,'' ujar Editor AirlineRatings.com, Geoffrey Thomas.

Menurut Thomas, kelima maskapai yang pilotnya bermasalah tersebut berasal dari maskapai United Airlines, American Airlines, Delta Airlines, Japan Airlines, dan All Nippon Airways. Sejumlah pilotnya ditangkap di bandara terpisah atas tuduhan dalam kondisi tidak prima, atau positif berada di bawah pengaruh alkohol lewat indikasi bau nafasnya.

Untuk diketahui, tingkat konsumsi alkohol oleh pilot di tiap negara berbeda satu sama lain. Namun, batas amannya adalah setengah dari standar alkohol untuk pengendara mobil atau tidak sama sekali.

''Di India ada kewajiban zero alcohol dan semua pilot serta kru pesawat wajib dites nafasnya sebelum terbang. Walau begitu sekitar empat pilot maskapai SpiceJet diketahui mengkonsumsi alkohol di atas batas pada bulan Desember tahun lalu,'' ujar Thomas.

Lain-lagi di negara seperti AS, Australia, dan Inggris. Pilot yang kedapatan memiliki kadar alkohol sekitar 0,02 % saja disebut tak prima untuk mengemudikan pesawat. Begitu seriusnya ketiga negara di atas perihal keselamatan penumpangnya.

Mundur ke bulan Agustus tahun 2019, dua pilot maskapai United Airlines ditahan setelah gagal melewati tes nafas sebelum terbang ke New Ark di New Jersey dari Bandara Glasgow. Buntutnya, penerbangan tersebut harus dibatalkan dan kedua pilot itu ditahan selama 10 hingga 15 tahun di bui seperti diberitakan media BBC.

Masalah serupa juga dialami oleh pilot maskapai American Airlines, David Copeland, pada awal Mei 2019 lalu seperti diberitakan media Mirror. Sesaat sebelum terbang dari Manchester ke Philadelphia, David ditahan oleh petugas setelah gagal melewati tes serupa.

Lain lagi dengan pilot maskapai Japan Airlines (JAL) yang diketahui sering tertangkap akibat kasus alkohol. Menurut situs Japan Times, maskapai JAL tersandung enam laporan terkait kasus alkohol selama tahun 2019 lalu. Di mana salah satu pilotnya kedapatan melewati batas standar alkohol hingga 10 kali batas aman. Termasuk juga salah satu krunya yang kedapatan mengonsumsi alkohol.

Buntut kejadian tersebut, sejumlah maskapai mulai menerapkan hukuman bagi stafnya yang kedapatan mengkonsumsi alkohol sebelum terbang. Maskapai United misalnya, menerapkan aturan jam bebas alkohol dari pukul 08.00 hingga 00.00 waktu setempat. Sementara dari maskapai JAL menerapkan aturan tak boleh mengkonsumsi alkohol hingga 24 jam sebelum terbang.

Melihat fakta di lapangan, mungkin traveler dibuat takut untuk terbang dengan maskapai di atas. Hanya menurut Thomas, kecelakaan yang terjadi akibat kru pesawat mabuk begitu kecil jumlahnya. Sementara itu mayoritas maskapai dan pilot di seluruh dunia diketahui cukup peduli dan strict perihal larangan mengonsumsi alkohol sebelum terbang.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam

wwwwww