Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
6 - 7 Menteri Jokowi akan Direshuffle?
Pemerintahan
16 jam yang lalu
6 - 7 Menteri Jokowi akan Direshuffle?
2
Ini Upaya Pemerintah Pangkas Harga Jual Listrik
Umum
17 jam yang lalu
Ini Upaya Pemerintah Pangkas Harga Jual Listrik
3
GG PAN Minta Wacana Pajak Sembako dan Pendidikan Dibatalkan
Umum
17 jam yang lalu
GG PAN Minta Wacana Pajak Sembako dan Pendidikan Dibatalkan
4
Tito Apresiasi Bima Arya
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Tito Apresiasi Bima Arya
5
Ibu Kota Republik Indonesia Masuki Fase Amat Genting Pandemi
Nasional
16 jam yang lalu
Ibu Kota Republik Indonesia Masuki Fase Amat Genting Pandemi
6
Jokowi Dinilai Lecehkan Megawati karena Ini...
Politik
15 jam yang lalu
Jokowi Dinilai Lecehkan Megawati karena Ini...

Di Purworejo Muncul Keraton Sejagat, di Bandung Ada Sunda Empire, Pengikutnya Berseragam Militer

Di Purworejo Muncul Keraton Sejagat, di Bandung Ada Sunda Empire, Pengikutnya Berseragam Militer
Pengikut Sunda Empire. (kompas.com)
Jum'at, 17 Januari 2020 19:46 WIB
BANDUNG - Kerajaan palsu ternyata tak hanya Keraton Agung Sejagat di Purworejo, tapi juga ada di Kota Bandung, Jawa Barat, namanya Sunda Empire- Empire Earth.

Dikutip dari kompas.com, kerajaan fiktif Sunda Empire ini viral setelah diunggah Renny Khairani Miller di akun Facebooknya. Renny membagikan sejumlah foto kegiatan Sunda Empire pada 9 Juli 2019. Pada foto itu terlihat spanduk bertuliskan Sunda Empire-Earth Empire dengan ratusan orang mengenakan seragam ala militer.

Menanggapi hal tersebut, Direskrimum Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyono mengatakan, pihaknya saat ini sudah memonitor kegiatan tersebut.

''Saya sudah memonitor itu, tapi kami masih pantau dan dalami apakah serupa dengan Keraton Agung Sejagat di Purwarejo, kan beda-beda ini. Memang sudah memonitor itu giat yang dimaksud,'' kata Hendra, Jumat (17/1/2020).

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengatakan, Sunda Empire (SE)-Earth Empire (EE) tidak terdaftar sebagai ormas ataupun Organisasi Kepemudaan (OKP).

''Yang pasti SE-EE ini tidak terdaftar di Kesbangpol. Akan kita telusuri,'' ujar Ferdi Ligaswara saat dihubungi.

Dia memastikan gerakan yang dilakukan oleh SE-EE adalah nyeleneh serta menyalahi aturan.

''Jangan yang aneh-aneh. Tidak ada negara dalam negara,'' jelasnya.

Menurut dia, setiap organisasi atau kelompok yang ingin mendaftarkan diri di Kesbangpol harus sesuai dengan aturan dan mengakui keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

''Sudah jelas aturannya harus mengakui NKRI,'' pungkasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww