Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dampak Kerumunan Pilkada dan Libur Akhir Tahun harus Diantisipasi
MPR RI
19 jam yang lalu
Dampak Kerumunan Pilkada dan Libur Akhir Tahun harus Diantisipasi
2
Minta Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Bansos Siak, Komisi III DPR RI Sambangi Kejati Riau
Politik
5 jam yang lalu
Minta Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Bansos Siak, Komisi III DPR RI Sambangi Kejati Riau
3
RDPU dengan DPR, Ferry J Kono: Masih Banyak Yang Belum Memahami Peran KOI
Olahraga
17 jam yang lalu
RDPU dengan DPR, Ferry J Kono: Masih Banyak Yang Belum Memahami Peran KOI
4
Kikis Fanatisme dan Radikalisme, Pemerintah Disarankan Hidupkan Dialog
MPR RI
22 jam yang lalu
Kikis Fanatisme dan Radikalisme, Pemerintah Disarankan Hidupkan Dialog
5
Allysa Amalia, Pengidola Cheong Min Tan Ingin Raih Prestasi Dunia
Olahraga
20 jam yang lalu
Allysa Amalia, Pengidola Cheong Min Tan Ingin Raih Prestasi Dunia
6
Yayasan Kusuma Wushu Raih Emas Pertama, Pingkan Koleksi Dua Emas
Olahraga
21 jam yang lalu
Yayasan Kusuma Wushu Raih Emas Pertama, Pingkan Koleksi Dua Emas

Rasulullah SAW Tertawa Saat Dengar Pengakuan Orang Paling Miskin

Rasulullah SAW Tertawa Saat Dengar Pengakuan Orang Paling Miskin
Makam Nabi Muhammad SAW. (republika.co.id)
Senin, 20 Januari 2020 08:44 WIB
PADA suatu ketika, seorang pria datang menemui Nabi Muhammad SAW. Di hadapan Rasulullah, pria itu berkata, ''Celaka aku. Aku bersetubuh dengan istriku pada siang hari Ramadhan.''

''Jika begitu, bebaskan hamba sahaya,'' sabda Nabi Muhammad.

''Aku tidak sanggup,'' jawab orang itu.

''Jika tidak bisa, berpuasalah selama dua bulan berturut-turut,'' kata Nabi.

''Aku juga tidak bisa,'' kata orang itu.

Saat itu, ada seorang sahabat yang datang membawakan sekeranjang kurma untuk Nabi. Setelah beliau menerimanya, beliau bertanya, ''Di mana orang yang bertanya tadi?''

''Saya di sini, Rasulullah,'' katanya.

''Sedekahkanlah ini,'' kata Nabi.

''Aku sedekahkan kepada orang yang lebih miskin dariku?'' tanyanya.

''Demi Allah di sini tidak ada keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku,'' sambung orang tersebut.

Mendengar hal itu, Nabi tertawa hingga geraham beliau terlihat.

Dikutip dari republika.co.id, Syekh Abdul Aziz Asy-Syinawi dalam bukunya yang berjudul Saat-Saat Berkesan Bersama Rasulullah menjelaskan, Nabi Muhammad adalah manusia biasa yang juga memerlukan makanan, minuman, tidur, tertawa, sedih, dan seterusnya.

Nabi pernah bersabda, ''Tertawa itu ada dua macam, tertawa yang disenangi Allah dan tertawa yang dibenci Allah. Yang disenangi Allah adalah tertawa seorang lelaki kepada saudaranya (teman sesama Muslim) karena sangat rindu bertemu. Sedangkan tertawa yang dimurkai Allah adalah jika seseorang mengucapkan kalimat yang tidak benar atau batil agar ia atau orang lain tertawa, padahal ucapannya itu membuatnya dilemparkan ke dalam neraka jahanam tujuh puluh tahun.'' (hadis mursal).

Nabi juga pernah bersabda, ''Tertawa terbahak-bahak itu dari setan. Sedang tersenyum adalah dari Allah.'' (HR Thabrani)

Dalam Alquran surat Annajm (53) ayat 43, dijelaskan bahwasanya tertawa dan menangis adalah fitrah yang Allah SWT anugerahkan pada manusia. Rasulullah SAW pun meyebutkan bahwa membuat orang lain senang dapat disebut sebagai kebajikan, ''Senyummu untuk saudaramu adalah kebajikan (sedekah).'' (HR Imam Ahmad).***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww