Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
MPR RI
18 jam yang lalu
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
2
Resmi Dilantik, PCNU Tangsel Targetkan 10 Ribu Kader Penggerak
Peristiwa
13 jam yang lalu
Resmi Dilantik, PCNU Tangsel Targetkan 10 Ribu Kader Penggerak
3
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
Olahraga
16 jam yang lalu
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
4
Hutama Karya Buka Suara Soal Isu Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal
Peristiwa
18 jam yang lalu
Hutama Karya Buka Suara Soal Isu Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal
5
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Kesehatan
19 jam yang lalu
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
6
Ingin Mencari Pemimpin? Datanglah ke Pondok Pesantren
Peristiwa
17 jam yang lalu
Ingin Mencari Pemimpin? Datanglah ke Pondok Pesantren

ABK Muda Asal Sulsel Wafat di Kapal, Jasadnya Dibuang ke Laut, Keluarga Menyatakan Ikhlas

ABK Muda Asal Sulsel Wafat di Kapal, Jasadnya Dibuang ke Laut, Keluarga Menyatakan Ikhlas
Muhammad Alfatah. (kompas.com)
Selasa, 21 Januari 2020 17:28 WIB
ENREKANG - Muhammad Alfatah, seorang anak kuah kapal (ABK) asal Enrekang, Sulawesi Selatan, meninggal di kapal yang membawanya berlayar, pada 27 Desember 27 Desember 2019 lalu. Jasad ABK masih berusia muda itu dilemparkan ke laut.

Dikutip dari kompas.com, pihak keluarga sebenarnya sangat berharap jenazah Alfatah bisa dibawa pulang ke kampung halamannya di Enrekang. Namun demikian, pihak keluarga sudah mengikhlaskan jasad Alfatah dibuang ke laut.

''Kami sangat ingin melihat jenazahnya, tapi mungkin itu sudah hal yang mustahil,'' ungkap kakak kandung Alfatah, Rasyid, seperti dikutip dari Tribun Timur, Senin (20/1/2020).

Alfatah dikabarkan wafat di atas kapal karena sakit. Rasyid enggan berspekulasi mengenai penyebab kematian adiknya.

''Kami tidak ingin berpikir macam-macam terkait penyebab kematiannya, karena sudah diikhlaskan,'' katanya.

Keluarga juga menggelar shalat gaib di rumah mereka untuk mendoakan almarhum.

Komunikasi Terakhir

Alfatah adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara, dari pasangan Hardin dan Rali'.

Ia merupakan lulusan SMK Pelayaran Lintas Nusantara di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Sejak tahun 2017, kata Rasyid, adiknya tersebut mulai berlayar.

Rasyid mengaku, terakhir berkomunikasi dengan adiknya itu setahun yang lalu.

''Terakhir komunikasi setahun lalu, saat ini dia (Alfatah) masih di Hong Kong, pas di bandara menuju Korea dia sempat nelepon, dan setelah itu tidak pernah ada kabar lagi,'' ujarnya.

Tahu dari Media Sosial

Kabar kematian Alfatah baru diketahui oleh keluarga setelah viral di media sosial.

Rasyid melihat sebuah foto yang sangat mirip dengan adiknya. Ia juga membaca keterangan ABK dibuang ke laut.

Tak lama kemudian, ia menerima sebuah surat yang menyebut bahwa adiknya telah tiada.

''Pas viral bersamaan itu ada surat datang,'' ujarnya.

Surat itu mengabarkan, adiknya telah meninggal dunia.

Dibuang ke Laut

Alfatah dikabarkan meninggal setelah sebelumnya mengalami sakit saat sedang melaut pada 18 Desember 2019.

Hal itu tercantum dalam surat dari Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Alfatah disebutkan mengalami bengkak pada kaki dan wajah, nyeri dada dan napas pendek.

Meski sempat diberikan obat, kondisi Alfatah tak kunjung membaik.

Alfatah kemudian dipindahkan ke kapal Long Xing 802 yang akan berlabuh di Samoa (sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik) lalu dibawa ke rumah sakit.

Pemindahan dilakukan pada 27 Desember 2017 pukul 13.30 WIB.

Delapan jam setelah dipindahkan, Alfatah meninggal.

Jasad Alfatah akhirnya dibuang ke laut. Alasannya, letak daratan masih jauh hingga ditakutkan penyakitnya menular sehingga bisa menjangkiti kru lainnya.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww