Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
23 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Peristiwa
15 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
3
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
Politik
14 jam yang lalu
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
4
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
Kesehatan
14 jam yang lalu
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
5
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Politik
14 jam yang lalu
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
6
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Politik
14 jam yang lalu
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial

Diumpan Pakai Kambing, Harimau Sumatera Terperangkap di Kebun Kopi

Diumpan Pakai Kambing, Harimau Sumatera Terperangkap di Kebun Kopi
Box trap yang berisi harimau ditutup menggunakan terpal. (liputan6.com)
Rabu, 22 Januari 2020 08:39 WIB
PALEMBANG - Seekor harimau sumatera terjebak dalam box trap (perangkap besi) yang dipasang petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) di kebun kopi warga di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Terjebaknya harimau dalam perangkap besi itu diketahui warga pada Selasa (21/1/2020) pagi, sekitar pukul 07.30 WIB. Warga langsung melaporkan ke petugas BBKSDA Sumsel.

Lokasi penangkapan berada di perkebunan kopi penduduk di Desa Pelakat, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.

Wahid Nurrudin, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BBKSDA Sumsel mengatakan, penangkapan harimau sumatera tersebut dilakukan dengan cara membuat perangkap di beberapa titik.

''Setelah lama menunggu, harimau itu akhirnya masuk perangkap di perkebunan kopi, yang dipasang petugas di Desa Pelakat, Kecamatan Semendo. Di dalamnya diberi umpan satu ekor kambing,'' katanya.

Satwa yang dilindungi itu masuk dalam perangkap, setelah tertarik dengan umpan yang ada di dalam kerangkeng besi.

Dia berharap tidak ada lagi harimau sumatera yang masuk ke pemukiman penduduk di Kabupaten Muara Enim Sumsel.

''Kita minta masyarakat untuk lebih mewaspadainya. Harimau sumatra yang ditangkap itu langsung dievakuasi,'' ucapnya.

Kepala BBKSDA Sumsel Genman Hasibuan membenarkan harimau sumatra tersebut masuk perangkap pada Selasa pagi. Saat ini, box trap berisi harimau sumatera sudah dievakuasi dari pemukiman warga.

Karena di Sumsel tidak ada pusat rescue harimau sumatra, BBKSDA Sumsel berencana akan membawa ke pusat rescue di Lampung. Sampai di sana, dokter hewan akan mengambil sampel feses dan darah harimau sumatra.

''Jadi (dari sampel tersebut) akan bisa dipastikan apakah harimau sumatra itu yang selama ini membuat resah masyarakat di Muara Enim,'' ujarnya.

Sebelum harimau sumatera ini terjebak di box trap, tim BBKSDA Sumsel dibantu polisi, TNI, dan warga sekitar sudah melihat adanya jejak-jejak hewan buas ini.

Jejak harimau sumatra juga terlihat di kawasan Semendo Darat Ulu di Desa Plakat Kabupaten Muara Enim Sumsel. Akhirnya, tim BBKSDA Sumsel memasang dua unit box trap dengan jarak 1 kilometer.

''Karena sudah masuk box trap, jadi tidak kita bius. Dokter hewan juga tidak menyarankan. Kita saja tidak bisa mengambil fotonya, apalagi membiusnya,'' katanya.

Sebelum dievakuasi, box trap ditutup rapat oleh terpal. Agar harimau sumatera tersebut tidak stres sepanjang perjalanan. Langkah ini juga dilakukan untuk menghindari harimau sumatra mengamuk di dalam box trap dan bisa melukai tubuhnya.

Saat ini, box trap berisi harimau sumatra tersebut, masih dievakuasi di tempat aman di Kabupaten Muara Enim, Sumsel. BBKSDA Sumsel masih menunggu instruksi selanjutnya dari BBKSDA pusat.

''Evakuasi direncanakan hari ini (ke Lampung), tapi tergantung arahan dari pimpinan kita. Untuk jenis kelamin, kita juga belum tahu karena box trap langsung ditutup,'' ungkapnya.

Habitat Harimau Sumatera

Selama dua hari terakhir, tim BBKSDA Sumsel sudah memindahkan box trap sembari mengikuti dimana jejak terakhir harimau sumatra. Jenis harimau sumatera ini, dipastikan Genman Hasibuan, hidup di luar hutan lindung.

Sedangkan, di daerah lain seperti di Kota Pagar Alam dan Kabupaten Lahat, diakuinya, harimau sumatera tersebut berasal dari habitatnya di hutan lindung.

''Di Kabupaten Muara Enim ini, ada dua kantong habitat harimau sumatera. Satu kantong berisi 1 ekor harimau, sedangkan satu kantong habitat lain berisi 3 ekor harimau sumatra,'' ucapnya.

Gubernur Sumsel Herman Deru bersyukur karena salah satu satwa dilindungi yang cukup meneror warga Kabupaten Muara Enim, akhirnya bisa tertangkap.

''Informasi ini agar dikabarkan ke masyarakat Sumsel, agar bisa nyaman. Karena dampaknya di Pagar Alam, wisatawan hotel dan restoran menurun drastis,'' katanya.

Orang nomor satu di Sumsel ini mengimbau ke warganya, agar tidak mengganggu habitat harimau sumatra. Seperti tetap menjaga rantai makanannya, tempat hidupnya dan tidak menebang pohon.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww