Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Sebut Sumber Api Kebakaran Lapangan Parkir Senayan City
Peristiwa
18 jam yang lalu
Warga Sebut Sumber Api Kebakaran Lapangan Parkir Senayan City
2
PJJ Belum Efektif, Dede Yusuf Dorong Penguatan
Pendidikan
11 jam yang lalu
PJJ Belum Efektif, Dede Yusuf Dorong Penguatan
3
Polisi Siapkan Pengamanan Demo Beruntun di Momentum 'Sumpah Pemuda'
Hukum
17 jam yang lalu
Polisi Siapkan Pengamanan Demo Beruntun di Momentum Sumpah Pemuda
4
Generasi Muda Ujung Tombak Pembangunan Nasional
Politik
13 jam yang lalu
Generasi Muda Ujung Tombak Pembangunan Nasional
5
Pemerintah Jajaki Kerjasama Penggunaan AI Pantau Taman Nasional Bali Barat
Lingkungan
17 jam yang lalu
Pemerintah Jajaki Kerjasama Penggunaan AI Pantau Taman Nasional Bali Barat
6
Sudah Jerat Belasan Orang, KPK Lanjutkan Pemerikasaan Kasus KTP-el
Hukum
16 jam yang lalu
Sudah Jerat Belasan Orang, KPK Lanjutkan Pemerikasaan Kasus KTP-el

Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Turki, 21 Tewas dan Puluhan Terjebak Reruntuhan

Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Turki, 21 Tewas dan Puluhan Terjebak Reruntuhan
Kerusakan yang ditimbulkan gempa di Provinsi Elazig, Turki. (kompas.com)
Sabtu, 25 Januari 2020 17:22 WIB
ANKARA - Gempa bumi magnitudo 6,8 mengguncang Provinsi Elazig, Turki, Jumat (24/1/2020) sore. Sedikitnya 21 orang tewas akibat bencana tersebut.

Lebih 250 gempa susulan mengguncang wilayah Elazig yang berjarak sekitar 550 kilometer dari Ibu kota Turki, Ankara itu, seperti dilansir dari Reuters (25/1/2020).

Guncangan gempa juga dirasakan oleh sejumlah negara tetangga, seperti Suriah, Iran dan Lebanon.

Dari 21 orang yang dilaporkan meninggal dunia, 17 di antaranya di Elazig dan empat lainnya di Provinsi Malatya.

Otoritas Bencanan Turki (AFAD) mengatakan, lebih dari 1.030 orang terluka dan dirawat di rumah sakit setempat.

Terjebak Reruntuhan

Sejumlah petugas kini tengah berusaha menyelamatkan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Pekerja darurat di Elazig dilaporkan berhasil menyelematkan tiga orang setelah terjebak 12 jam di bawah reruntuhan.

Menurut laporan pemerintah setempat, setidaknya ada 30 orang yang masih terjebak reruntuhan gempa dan menunggu bantuan.

Televisi lokal Turki menunjukkan rekaman puluhan pekerja tengah berupaya menggali reruntuhan bangunan untuk menyelamatkan korban.

Di tengah suhu dingin -8 derajat celcius, para petugas bekerja sepanjang malam untuk menemukan korban dengan peralatan seadanya.

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu menggambarkan insiden tersebut sebagai bencana ''level 3''.

Artinya, dibutuhkan respon secara nasional untuk menangani bencana gempa yang mengguncang wilayah timur Turki tersebut.

Sementara itu, Presiden Recep Tayyib Erdogan menyampaikan duka cita kepada para korban dan akan mengambil langkah cepat untuk membantu para korban.

''Doa kita kepada para korban dalam gempa bumi, dan segera memberikan penanganan mendesak bagi mereka yang terluka,'' kata Erdogan melalui akun Twitternya.

Antisipasi Gempa Susulan

Sebagai mengantisipasi adanya gempa susulan, AFAD memperingatkan warga untuk tidak kembali ke rumahnya.

Saat ini, pihak AFAD telah mengirim bantuan yang dibutuhkan, seperti tempat tidur, selimut dan tenda ke tempat pengungsian di gimnasium olahraga.

Makanan, pemanas, dan bahan-bahan lain juga sedang dalam proses pengiriman ke wilayah tersebut.

Dalam catatan kegempaan, Turki pernah diguncang gempa berkekuartan 7,6 SR pada Agustus 1996 yang menewaskan 17 ribu orang dan mengakibatkan 500 ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Selanjutnya gempa 2011 juga mengakibatkan 523 orang meninggal.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww