Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Timnas Basket Indonesia Tetap Jalani Latihan Saat Ramadhan
Olahraga
20 jam yang lalu
Timnas Basket Indonesia Tetap Jalani Latihan Saat Ramadhan
2
Aneh, Larang Pemudik Masuk Solo, Gibran Tetap Izinkan Wisatawan dari Jakarta
Peristiwa
18 jam yang lalu
Aneh, Larang Pemudik Masuk Solo, Gibran Tetap Izinkan Wisatawan dari Jakarta
3
Ricardo Dicopot dari Dirut Pertamina Hulu Rokan, Ini Sosok Penggantinya
Peristiwa
15 jam yang lalu
Ricardo Dicopot dari Dirut Pertamina Hulu Rokan, Ini Sosok Penggantinya
4
Siapkan Prizepool 100 Juta, UniPin Resmi Luncurkan Ladies Series MLBB 2021
Olahraga
20 jam yang lalu
Siapkan Prizepool 100 Juta, UniPin Resmi Luncurkan Ladies Series MLBB 2021
5
Surat Rekom Diserahkan ke Pimpinan, Komisi V DPRD Riau Segera Gunakan Hak Interplasi dan Bentuk Pansus Covid
Peristiwa
18 jam yang lalu
Surat Rekom Diserahkan ke Pimpinan, Komisi V DPRD Riau Segera Gunakan Hak Interplasi dan Bentuk Pansus Covid
6
TNI-Polri Kembali Kontak Tembak dengan KKB di Ilaga Papua
Peristiwa
18 jam yang lalu
TNI-Polri Kembali Kontak Tembak dengan KKB di Ilaga Papua

Kata Pakar, Begini Cara Enak Menunda Menopause

Kata Pakar, Begini Cara Enak Menunda Menopause
Ilustrasi. (sehatfresh.com)
Sabtu, 25 Januari 2020 07:15 WIB
JAKARTA - Menopouse merupakan proses alami yang tidak bisa dihindari wanita. Namun umur masuknya fase menua ini tidak sama bagi setiap wanita.

Ada wanita yang sudah berhenti menstruasi atau memasuki masa menopause pada usia yang masih muda. Penuaan dini ini bisa disebabkan berbagai faktor.

Dikutip dari kompas yang melansir laman resmi NHS, menopause dini bisa dikarenakan pengaruh obat, hormon, diet ketat atau gangguan kesehatan lainnya.

Menopause terjadi saat kadar hormon estrogen wanita menurun, biasanya saat umur menginjak 45 sampai 55 tahun.

Melansir laman Womenshealth.gov, rata-rata umur menopause di berbagai negara berlainan.

Di Amerika Serikat dan Inggris, rata-rata usia wanita menopause 51 sampai 52 tahun.

Studi dari University College London baru-baru ini menguji teori, wanita bakal berhenti memroduksi sel telur saat tidak ada kemungkinan hamil.

Salah satunya karena tidak lagi berhubungan seks. Seperti diketahui, salah satu tanda-tanda menopause adalah berkurangnya gairah seks (libido).

Riset observasional yang dipublikasikan di jurnal Royal Society Open Medicine itu menganalisis 2.936 wanita berusia 40-an dan 50-an dari AS selama 10 tahun.

Para responden yang sudah mengalami tanda-tanda menopause tersebut ditanyai rutinitas aktivitas seksualnya apakah mingguan, bulanan, atau kurang.

Peneliti juga mempertimbangkan faktor merokok, indeks massa tubuh (BMI), latar belakang etnis, kondisi kesehatan, sampai usia awal menstruasi.

Dari penelitian, sebanyak 28 persen responden wanita yang rutin bercinta setiap minggu, menopausenya lebih lama ketimbang wanita yang aktivitas seksualnya kurang.

Sementara, sebanyak 19 persen responden wanita yang rutin bercinta sebulan sekali, menopausenya lebih lama ketimbang wanita yang aktivitas seksualnya kurang.

Penjelasan Pakar

Para peneliti menafsirkan temuan riset mereka sejalan dengan teori evolusi.

''Saat wanita rutin bercinta, tubuh wanita secara alami akan mempertahankan fungsi siklus haid lebih lama. Karena tubuh menafsirkannya sebagai peluang kehamilan,'' jelas peneliti.

Menurut peneliti, menopause adalah keniscayaan yang tidak terhindarkan bagi wanita.

Namun, riset observasional ini disebut membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memberitahukan hubungan antara aktivitas seksual terkait dengan usia menopause.

Pasalnya, banyak faktor yang mendorong wanita untuk berhubungan seks. Terutama setelah menopause atau saat stres.

Kecemasan atau stres dapat memicu vagina kering dan membuat wanita enggan berhubungan seks.

Kendati demikian, temuan ilmiah tersebut diapresiasi karena membuka jalan riset biologi menopause lainnya.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww