Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wakil Ketua MPR: Mendikbud Buta Sejarah
Politik
22 jam yang lalu
Wakil Ketua MPR: Mendikbud Buta Sejarah
2
Ketua DPR Ingatkan KPU dan Bawaslu soal Aturan Protokol Kesehatan saat Kampanye Pilkada
DPR RI
21 jam yang lalu
Ketua DPR Ingatkan KPU dan Bawaslu soal Aturan Protokol Kesehatan saat Kampanye Pilkada
3
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
Hukum
14 jam yang lalu
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
4
Puan Pastikan Omnibus Law Dibahas Transparan dan Hati-hati
DPR RI
21 jam yang lalu
Puan Pastikan Omnibus Law Dibahas Transparan dan Hati-hati
5
Tak Sesuai Undang-undang, Lelang Jabatan DPD RI Bermasalah
DPD RI
16 jam yang lalu
Tak Sesuai Undang-undang, Lelang Jabatan DPD RI Bermasalah
6
Tak Pakai Masker Diborgol, Warga ke Petugas: Saya Gak Kapok, Ingat Kalian Jangan Lupa Solat!
Peristiwa
14 jam yang lalu
Tak Pakai Masker Diborgol, Warga ke Petugas: Saya Gak Kapok, Ingat Kalian Jangan Lupa Solat!

Kata Pakar, Begini Cara Enak Menunda Menopause

Kata Pakar, Begini Cara Enak Menunda Menopause
Ilustrasi. (sehatfresh.com)
Sabtu, 25 Januari 2020 07:15 WIB
JAKARTA - Menopouse merupakan proses alami yang tidak bisa dihindari wanita. Namun umur masuknya fase menua ini tidak sama bagi setiap wanita.

Ada wanita yang sudah berhenti menstruasi atau memasuki masa menopause pada usia yang masih muda. Penuaan dini ini bisa disebabkan berbagai faktor.

Dikutip dari kompas yang melansir laman resmi NHS, menopause dini bisa dikarenakan pengaruh obat, hormon, diet ketat atau gangguan kesehatan lainnya.

Menopause terjadi saat kadar hormon estrogen wanita menurun, biasanya saat umur menginjak 45 sampai 55 tahun.

Melansir laman Womenshealth.gov, rata-rata umur menopause di berbagai negara berlainan.

Di Amerika Serikat dan Inggris, rata-rata usia wanita menopause 51 sampai 52 tahun.

Studi dari University College London baru-baru ini menguji teori, wanita bakal berhenti memroduksi sel telur saat tidak ada kemungkinan hamil.

Salah satunya karena tidak lagi berhubungan seks. Seperti diketahui, salah satu tanda-tanda menopause adalah berkurangnya gairah seks (libido).

Riset observasional yang dipublikasikan di jurnal Royal Society Open Medicine itu menganalisis 2.936 wanita berusia 40-an dan 50-an dari AS selama 10 tahun.

Para responden yang sudah mengalami tanda-tanda menopause tersebut ditanyai rutinitas aktivitas seksualnya apakah mingguan, bulanan, atau kurang.

Peneliti juga mempertimbangkan faktor merokok, indeks massa tubuh (BMI), latar belakang etnis, kondisi kesehatan, sampai usia awal menstruasi.

Dari penelitian, sebanyak 28 persen responden wanita yang rutin bercinta setiap minggu, menopausenya lebih lama ketimbang wanita yang aktivitas seksualnya kurang.

Sementara, sebanyak 19 persen responden wanita yang rutin bercinta sebulan sekali, menopausenya lebih lama ketimbang wanita yang aktivitas seksualnya kurang.

Penjelasan Pakar

Para peneliti menafsirkan temuan riset mereka sejalan dengan teori evolusi.

''Saat wanita rutin bercinta, tubuh wanita secara alami akan mempertahankan fungsi siklus haid lebih lama. Karena tubuh menafsirkannya sebagai peluang kehamilan,'' jelas peneliti.

Menurut peneliti, menopause adalah keniscayaan yang tidak terhindarkan bagi wanita.

Namun, riset observasional ini disebut membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memberitahukan hubungan antara aktivitas seksual terkait dengan usia menopause.

Pasalnya, banyak faktor yang mendorong wanita untuk berhubungan seks. Terutama setelah menopause atau saat stres.

Kecemasan atau stres dapat memicu vagina kering dan membuat wanita enggan berhubungan seks.

Kendati demikian, temuan ilmiah tersebut diapresiasi karena membuka jalan riset biologi menopause lainnya.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam

wwwwww