Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
RIGHTS Foundation minta Pemerintah Tegas Larang TKA China masuk Indonesia
Nasional
16 jam yang lalu
RIGHTS Foundation minta Pemerintah Tegas Larang TKA China masuk Indonesia
2
Senator Papua Barat Kecam Sikap Rasisme Ambroncius
Umum
12 jam yang lalu
Senator Papua Barat Kecam Sikap Rasisme Ambroncius
3
Kritik Rencana Menpar Berkantor di Bali, DPD: Perhatikan Juga Potensi Wisata di Sumatera
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Kritik Rencana Menpar Berkantor di Bali, DPD: Perhatikan Juga Potensi Wisata di Sumatera
4
PPUU DPD RI: UU Cipta Kerja Jawab Kekhawatiran Masyarakat soal Mafia Tanah
Nasional
16 jam yang lalu
PPUU DPD RI: UU Cipta Kerja Jawab Kekhawatiran Masyarakat soal Mafia Tanah
5
Webinar Dana Desa, Kemenkeu Ungkap Banyak Kepala Desa Punya Mobil Lebih Bagus dari Camat
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Webinar Dana Desa, Kemenkeu Ungkap Banyak Kepala Desa Punya Mobil Lebih Bagus dari Camat
6
LBP Terpilih Secara Aklamasi, Maria Lawalata Ucapkan Selamat
Olahraga
12 jam yang lalu
LBP Terpilih Secara Aklamasi, Maria Lawalata Ucapkan Selamat

Kata Pakar, Begini Cara Enak Menunda Menopause

Kata Pakar, Begini Cara Enak Menunda Menopause
Ilustrasi. (sehatfresh.com)
Sabtu, 25 Januari 2020 07:15 WIB
JAKARTA - Menopouse merupakan proses alami yang tidak bisa dihindari wanita. Namun umur masuknya fase menua ini tidak sama bagi setiap wanita.

Ada wanita yang sudah berhenti menstruasi atau memasuki masa menopause pada usia yang masih muda. Penuaan dini ini bisa disebabkan berbagai faktor.

Dikutip dari kompas yang melansir laman resmi NHS, menopause dini bisa dikarenakan pengaruh obat, hormon, diet ketat atau gangguan kesehatan lainnya.

Menopause terjadi saat kadar hormon estrogen wanita menurun, biasanya saat umur menginjak 45 sampai 55 tahun.

Melansir laman Womenshealth.gov, rata-rata umur menopause di berbagai negara berlainan.

Di Amerika Serikat dan Inggris, rata-rata usia wanita menopause 51 sampai 52 tahun.

Studi dari University College London baru-baru ini menguji teori, wanita bakal berhenti memroduksi sel telur saat tidak ada kemungkinan hamil.

Salah satunya karena tidak lagi berhubungan seks. Seperti diketahui, salah satu tanda-tanda menopause adalah berkurangnya gairah seks (libido).

Riset observasional yang dipublikasikan di jurnal Royal Society Open Medicine itu menganalisis 2.936 wanita berusia 40-an dan 50-an dari AS selama 10 tahun.

Para responden yang sudah mengalami tanda-tanda menopause tersebut ditanyai rutinitas aktivitas seksualnya apakah mingguan, bulanan, atau kurang.

Peneliti juga mempertimbangkan faktor merokok, indeks massa tubuh (BMI), latar belakang etnis, kondisi kesehatan, sampai usia awal menstruasi.

Dari penelitian, sebanyak 28 persen responden wanita yang rutin bercinta setiap minggu, menopausenya lebih lama ketimbang wanita yang aktivitas seksualnya kurang.

Sementara, sebanyak 19 persen responden wanita yang rutin bercinta sebulan sekali, menopausenya lebih lama ketimbang wanita yang aktivitas seksualnya kurang.

Penjelasan Pakar

Para peneliti menafsirkan temuan riset mereka sejalan dengan teori evolusi.

''Saat wanita rutin bercinta, tubuh wanita secara alami akan mempertahankan fungsi siklus haid lebih lama. Karena tubuh menafsirkannya sebagai peluang kehamilan,'' jelas peneliti.

Menurut peneliti, menopause adalah keniscayaan yang tidak terhindarkan bagi wanita.

Namun, riset observasional ini disebut membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memberitahukan hubungan antara aktivitas seksual terkait dengan usia menopause.

Pasalnya, banyak faktor yang mendorong wanita untuk berhubungan seks. Terutama setelah menopause atau saat stres.

Kecemasan atau stres dapat memicu vagina kering dan membuat wanita enggan berhubungan seks.

Kendati demikian, temuan ilmiah tersebut diapresiasi karena membuka jalan riset biologi menopause lainnya.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww