Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MPR: Museum Memiliki Kemampuan untuk Membangkitkan Nasionalisme
Pendidikan
21 jam yang lalu
MPR: Museum Memiliki Kemampuan untuk Membangkitkan Nasionalisme
2
Malik Latihan Fitness Jaga Tubuh Tetap Ideal
Sepakbola
21 jam yang lalu
Malik Latihan Fitness Jaga Tubuh Tetap Ideal
3
Persita Tangerang Diliburkan Usai Latihan Game Internal
Sepakbola
21 jam yang lalu
Persita Tangerang Diliburkan Usai Latihan Game Internal
4
Siswa SMP Gantung Diri Setelah Keluhkan Banyaknya Tugas dari Guru Selama PJJ
Pendidikan
14 jam yang lalu
Siswa SMP Gantung Diri Setelah Keluhkan Banyaknya Tugas dari Guru Selama PJJ
5
Sanksi Memperlambat Layanan Kependudukan, Mulai dari Denda Jutaan Rupiah hingga Sanksi Sosial
Umum
13 jam yang lalu
Sanksi Memperlambat Layanan Kependudukan, Mulai dari Denda Jutaan Rupiah hingga Sanksi Sosial
6
Awal Cuti Bersama, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Jakarta-Cikampek
Peristiwa
10 jam yang lalu
Awal Cuti Bersama, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Jakarta-Cikampek

Tapanuli Tengah Diterjang Banjir dan Longsor, 3 Orang Tewas, 2 Belum Ditemukan

Tapanuli Tengah Diterjang Banjir dan Longsor, 3 Orang Tewas, 2 Belum Ditemukan
Tapanuli Tengah diterjang banjir. (kompas.com)
Rabu, 29 Januari 2020 14:46 WIB
TAPANULI TENGAH - Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, diterjang banjir dan longsor, Rabu (29/1/2020). Tiga orang warga dilaporkan tewas akibat bencana tersebut.

Dikutip dari kompas.com, banjir dan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa (28/1/2020) sore hingga Rabu (29/1/2020) dini hari.

Selain merenggut 3 korban jiwa, bencana tersebut juga menyebabkan 22 orang luka-luka dan 700 keluarga diungsikan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapteng Safaruddin Nanda Nasution mengatakan, banjir disebabkan luapan Sungai Aek Sirahar yang berada di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah.

Akibat luapan tersebut, sedikitnya tujuh desa dan kelurahan terendam air dengan  ketinggian mencapai 2,5 meter.

Adapun daerah yang terendam, kata Nanda, yaitu Desa Kampung Mudik, Desa Pasar Tarandam, Desa Bungo Tanjung, Desa Kinali, Desa Ujung Batu, Kelurahan Batu Gerigis, dan Kelurahan Padang Masiang.

''Akibat kejadian banjir ini sedikitnya 700 keluarga mengungsi,'' ujar Nanda ketika dikonfirmasi lewat telepon, Rabu (29/1/2020).

''Sampai saat ini kita masih terus proses evakuasi dan membantu korban banjir,'' ucap Nanda.

Tidak hanya di Kecamatan Barus, di Kecamatan Andam Dewi yang jaraknha masih berdekatan juga terjadi bencana longsor.

Di daerah itu, kata Nanda, sedikitnya empat orang warga dinyatakan tertimbun longsor.

''Dua korban sudah berhasil dievakuasi, satu meninggal dunia dan satu dalam kondisi patah tulang. Dan dua lagi sampai saat ini masih dalam pencarian,'' sebut Nanda.

Tiga warga meninggal, dua diantaranya pasutri. Ketiganya yakni, pasangan suami isteri atas nama Adwirzah Tanjung (60), dan Idwarnisa (58) warga Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus. Keduanya terseret arus banjir.

Korban ketiga yakni Bismar Marpaung (50) warga Desa Sijukkang, Kecamatan Andam Dewi, ditemukan tewas tertimbun longsor.

''Jadi data sampai saat ini ada tiga warga yang dinyatakan meninggal dunia,'' tukas Nanda.

Mengatasi kejadian ini, kata Nanda, pihak BPBD Tapteng sudah menurunkan personil dibantu petugas dari Polri, TNI dan Basarnas. Warga yang terdampak sudah dilakukan evakuasi ke posko pengungsian.

''Dinas Sosial dan Kesehatan juga sudah turun untuk membantu warga yang menjadi korban banjir di posko pengungsian yang sudab kita siapkan,'' pungkas Nanda.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww