Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
Nasional
18 jam yang lalu
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
2
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
MPR RI
18 jam yang lalu
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
3
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
Olahraga
3 jam yang lalu
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
4
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
Kesehatan
11 jam yang lalu
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
5
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
6
Gus Jazil: Semangat Resolusi Jihad Sekarang untuk Melawan Kebodohan dan Kemiskinan 
MPR RI
23 jam yang lalu
Gus Jazil: Semangat Resolusi Jihad Sekarang untuk Melawan Kebodohan dan Kemiskinan 

Siswi SMA Diperkosa Pacar dan Belasan Rekannya Satu Sekolah Berkali-kali, Begini Ceritanya

Siswi SMA Diperkosa Pacar dan Belasan Rekannya Satu Sekolah Berkali-kali, Begini Ceritanya
Ilustrasi korban pemerkosaan. (dok)
Jum'at, 31 Januari 2020 23:01 WIB
AMBON - Nasib tragis dialami HL, seorang siswi SMA di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Gadis remaja ini diperkosa pacarnya dan belasan rekannya satu sekolah sejak November 2019 lalu.

Dikutip Kompas.com menyebutkan, kejadian pemerkosaan bermula saat korban diajak oleh pacarnya JP ke rumah salah satu temannya.

Di sana, JP kemudian menyetubuhi korban. Namun, tanpa diduga setelah menyetubuhi korban, JP ternyata memanggil belasan teman lelakinya untuk melakukan hal yang sama kepada korban.

Selanjutnya, di bulan yang sama, para pelaku kembali menggilir korban untuk keduakalinya, dan terakhir korban disetubuhi secara bergantian pada Desember lalu.

Ads

Setelah kejadian itu, korban memilih tidak lagi masuk sekolah, perilaku korban juga tampak berubah dan menjadi pendiam.

Orangtua korban yang curiga akhirnya menginterogasi korban hingga ia mengakui semua kejadian yang menimpanya itu.

Terkait kejadian itu, Kepala Sub Bagian Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy enggan menjelaskan detail kasus tersebut.

Namun, dia mengaku bahwa kasus tersebut telah dilaporkan ibu korban ke Polsek Salahutu, Kamis (30/1/2020) kemarin.

Saat ini, kata dia, penyidik tengah memeriksa belasan siswa yang diduga terlibat dalam aksi tidak senonoh tersebut.

''Benar, ada laporan soal kasus itu kemarin, dan saat ini para terduga pelaku sedang menjalani pemeriksaan,'' kata Julkisno, kepada Kompas.com, saat dikonfirmasi, Jumat (31/1/2020).

Julkisno mengakui, belum ada pelaku yang ditahan.

''Belum ada yang ditahan, mereka hanya diperiksa, kami masih kegiatan di Leihitu. Nanti Pak Kapolres mau rilis kasus nanti bisa ditanyakan lebih detail,'' kata dia.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww