Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terungkap Tabir Uang di Rekening Cleaning Service Kejagung Tajir
MPR RI
2 jam yang lalu
Terungkap Tabir Uang di Rekening Cleaning Service Kejagung Tajir
2
Peringati Hari Santri, Gus Jazil Gandeng Anak Jalanan dan Kaum Marjinal
Peristiwa
2 jam yang lalu
Peringati Hari Santri, Gus Jazil Gandeng Anak Jalanan dan Kaum Marjinal
3
Wanita yang Tewas di Kandang Buaya Kaltim Ber-KTP Jawa
Hukum
21 jam yang lalu
Wanita yang Tewas di Kandang Buaya Kaltim Ber-KTP Jawa
4
Santri Diminta jadi Agen Perubahan melalui 'Resolusi Jihad' Melawan Pandemi
DPR RI
23 jam yang lalu
Santri Diminta jadi Agen Perubahan melalui Resolusi Jihad Melawan Pandemi
5
Gedung Kejagung Terbakar atau Dibakar? Legislator Minta Polri Transparan
Hukum
22 jam yang lalu
Gedung Kejagung Terbakar atau Dibakar? Legislator Minta Polri Transparan
6
Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19
Kesehatan
22 jam yang lalu
Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19

Mendarat Saat Angin Kencang, Pesawat Bermuatan 183 Penumpang Patah dan Terbelah, 3 Tewas dan 179 Terluka

Mendarat Saat Angin Kencang, Pesawat Bermuatan 183 Penumpang Patah dan Terbelah, 3 Tewas dan 179 Terluka
Pesawat Pegasus patah terbelah tiga akibat tergelincir. (sindonews.com)
Kamis, 06 Februari 2020 11:56 WIB
ISTANBUL - Tiga orang tewas dan 179 terluka akibat tergelincirnya pesawat Pegasus Airlines di Bandara Sabiha Gokcen, Istanbul, pada Rabu (5/2) malam waktu setempat.

Dikutip dari sindonews.com, pesawat bermuatan 183 penumpang itu tergelincir sampai ke ujung landasan yang licin hingga patah dan terbelah menjadi tiga bagian.

Saat berbicara pada jurnalis di Provinsi Van, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca menjelaskan tiga orang tewas setelah dibawa ke rumah sakit.

Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya sebelumnya menyatakan, pesawat itu membawa 177 penumpang dan enam kru dari Provinsi Izmir. Menurut dia, para korban terluka dirawat di 18 rumah sakit di wilayah itu.

''Pesawat tak dapat mendarat mulus di landasan karena kondisi cuaca buruk dan tergelincir sekitar 50-60 meter,'' papar Yerlikaya di bandara.

Pesawat jenis Boeing 737-86J itu terbelah menjadi tiga bagian setelah jatuh sekitar 30 hingga 40 meter di ujung landasan yang basah. Rekaman video menunjukkan pesawat mendarat dan terus dengan kecepatan tinggi hingga ujung landasan.

Menteri Transportasi Turki Cahit Turhan menjelaskan, sejumlah penerbangan yang menunggu untuk mendarat di Sabiha Gokcen dialihkan ke Bandara Istanbul.

Pegasus menyatakan pesawat tergelincir di landasan dan para penumpang sedang dievakuasi. Juru bicara perusahaan tidak memberikan rincian lebih lanjut.

NTV melaporkan pesawat berupaya mendarat dalam kondisi heavy tailwind meski dua penerbangan sebelumnya membatalkan pendaratan karena angin kencang tersebut. ***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww