Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ratusan Polisi Terjerat Kasus Narkoba, Kapolri Perintah 'Binasakan'!
Hukum
3 jam yang lalu
Ratusan Polisi Terjerat Kasus Narkoba, Kapolri Perintah Binasakan!
2
Xpander AP4 Juarai Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021
Peristiwa
13 jam yang lalu
Xpander AP4 Juarai Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021
3
Sempat Diblokir, Dukcapil Buka Lagi Hak Akses 34 Lembaga, Intip Nama-Namanya...
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Sempat Diblokir, Dukcapil Buka Lagi Hak Akses 34 Lembaga, Intip Nama-Namanya...
4
Radikalisme Itu Ada, Tapi Tak Setiap yang Berbeda Itu Radikal
Peristiwa
18 jam yang lalu
Radikalisme Itu Ada, Tapi Tak Setiap yang Berbeda Itu Radikal
5
Kian Brutal, KKB Tembak Pengemudi Ojek Asal Bugis hingga Tewas
Peristiwa
9 jam yang lalu
Kian Brutal, KKB Tembak Pengemudi Ojek Asal Bugis hingga Tewas
6
Teknologi Usang Diduga jadi Sebab Meledaknya Kilang Balongan, Ombudsman Tekankan Percepatan Kompensasi Warga
Nasional
14 jam yang lalu
Teknologi Usang Diduga jadi Sebab Meledaknya Kilang Balongan, Ombudsman Tekankan Percepatan Kompensasi Warga

Heboh, Telur Asin Bisa Memantul Seperti Bola Karet, Begini Penjelasan Pembuatnya

Heboh, Telur Asin Bisa Memantul Seperti Bola Karet, Begini Penjelasan Pembuatnya
Komaroh menunjukkan isi telur asinnya yang berwarna coklat. (kompas.com)
Sabtu, 08 Februari 2020 12:17 WIB
BANYUMAS - Warganet dihebohkan telur asin yang bisa memantul seperti bola karet dan bagian putihnya berwarna coklat.

Dikutip dari kompas.com, polisi pun akhirnya turun tangan untuk memastikan telur asin buatan Komaroh (42), wargaDesa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah itu asli atau palsu.

Komaroh sendiri mengaku kaget telur buatannya membuat heboh masyarakat. Dirinya pun meminta kembali telur yang terlanjur dibeli warga. 

''Saya dapat pesanan 40 butir telur asin untuk hajatan tanggal 2 Februari 2020. Pembeli komplain kok warnanya begini. Ya, sudah dibawa ke sini saja, ditarik semuanya,'' kata Komaroh, Jumat (7/2/2020).

Komaroh lalu menjelaskan, pada tanggal 23 Januari 2020 dirinya membeli 120 butir telur mentah seharga per butirnya Rp2.000.

Setelah itu, 40 butir dia olah untuk menjadi telur asin, karena dirinya mendapat pesanan untuk hajatan.

"Kemudian diolah tanggal 2 Februari, saya kukus selama lima jam karena ada pesanan untuk orang hajatan 40 butir,'' katanya.

Sementara itu, menurut Kepala Desa Karangklesem, Subagyo, telur buatan Komaroh memang berbeda dari telur-telur asin pada umumnya. 

''Setelah dimasak, ada yang berwarna cokelat muda, ada yang cokelat tua. Setelah dibuka seperti jel, kenyal. Apakah itu telur bikinan atau asli, tapi kalau dilempar kaya bola cenil, mantul-mantul,'' katanya.

Lalu, Subagyo melanjutkan, telur tersebut juga tidak memiliki rongga udara pada bagian dalamnya.

Sedangkan telur pada umumnya memiliki rongga pada bagian dalam. Selain itu, rasa telur tersebut getir

''Atas laporan dari warga, kami laporkan temuan tersebut kepada pihak terkait. Sampel sudah diambil petugas dari puskesmas untuk dicek di laboratorium,'' ujar Subagyo.

Sementara itu, Kapolsek Pekuncen AKP Susanto, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium terkait keaslian telur buatan Komaroh.

''Ya betul, kami masih menunggu hasil laboratorium. Kami belum dapat memastikan apakah itu telur palsu atau bukan,'' kata Susanto.

Hasil Uji Laboratorium 

Informasi terbaru diterima Kompas.com pada hari Jumat (7/2/2020), hasil uji laboratorium menunjukkan, telur asin milik Komaroh tidak mengandung bahan berbahaya. 

''Hasilnya negatif boraks dan formalin. Kami juga tindak lanjuti ke lab yang terakreditasi, tadi kami dapat info katanya negatif boraks dan formalin, secara resmi besok suratnya baru jadi,'' kata Imam Subagyo, Kasi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Jumat.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww