Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
20 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
2
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
Umum
19 jam yang lalu
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
3
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
24 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
4
Lagi, Satu Prajurit Gugur Ditembak KKB di Intan Jaya
Peristiwa
19 jam yang lalu
Lagi, Satu Prajurit Gugur Ditembak KKB di Intan Jaya
5
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
Peristiwa
20 jam yang lalu
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
6
Reklamasi Sebabkan Kerusakan Ekosistem Teluk Ambon, LaNyalla Desak Lakukan Rehabilitasi
Politik
19 jam yang lalu
Reklamasi Sebabkan Kerusakan Ekosistem Teluk Ambon, LaNyalla Desak Lakukan Rehabilitasi

Heboh, Telur Asin Bisa Memantul Seperti Bola Karet, Begini Penjelasan Pembuatnya

Heboh, Telur Asin Bisa Memantul Seperti Bola Karet, Begini Penjelasan Pembuatnya
Komaroh menunjukkan isi telur asinnya yang berwarna coklat. (kompas.com)
Sabtu, 08 Februari 2020 12:17 WIB
BANYUMAS - Warganet dihebohkan telur asin yang bisa memantul seperti bola karet dan bagian putihnya berwarna coklat.

Dikutip dari kompas.com, polisi pun akhirnya turun tangan untuk memastikan telur asin buatan Komaroh (42), wargaDesa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah itu asli atau palsu.

Komaroh sendiri mengaku kaget telur buatannya membuat heboh masyarakat. Dirinya pun meminta kembali telur yang terlanjur dibeli warga. 

''Saya dapat pesanan 40 butir telur asin untuk hajatan tanggal 2 Februari 2020. Pembeli komplain kok warnanya begini. Ya, sudah dibawa ke sini saja, ditarik semuanya,'' kata Komaroh, Jumat (7/2/2020).

Komaroh lalu menjelaskan, pada tanggal 23 Januari 2020 dirinya membeli 120 butir telur mentah seharga per butirnya Rp2.000.

Setelah itu, 40 butir dia olah untuk menjadi telur asin, karena dirinya mendapat pesanan untuk hajatan.

"Kemudian diolah tanggal 2 Februari, saya kukus selama lima jam karena ada pesanan untuk orang hajatan 40 butir,'' katanya.

Sementara itu, menurut Kepala Desa Karangklesem, Subagyo, telur buatan Komaroh memang berbeda dari telur-telur asin pada umumnya. 

''Setelah dimasak, ada yang berwarna cokelat muda, ada yang cokelat tua. Setelah dibuka seperti jel, kenyal. Apakah itu telur bikinan atau asli, tapi kalau dilempar kaya bola cenil, mantul-mantul,'' katanya.

Lalu, Subagyo melanjutkan, telur tersebut juga tidak memiliki rongga udara pada bagian dalamnya.

Sedangkan telur pada umumnya memiliki rongga pada bagian dalam. Selain itu, rasa telur tersebut getir

''Atas laporan dari warga, kami laporkan temuan tersebut kepada pihak terkait. Sampel sudah diambil petugas dari puskesmas untuk dicek di laboratorium,'' ujar Subagyo.

Sementara itu, Kapolsek Pekuncen AKP Susanto, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium terkait keaslian telur buatan Komaroh.

''Ya betul, kami masih menunggu hasil laboratorium. Kami belum dapat memastikan apakah itu telur palsu atau bukan,'' kata Susanto.

Hasil Uji Laboratorium 

Informasi terbaru diterima Kompas.com pada hari Jumat (7/2/2020), hasil uji laboratorium menunjukkan, telur asin milik Komaroh tidak mengandung bahan berbahaya. 

''Hasilnya negatif boraks dan formalin. Kami juga tindak lanjuti ke lab yang terakreditasi, tadi kami dapat info katanya negatif boraks dan formalin, secara resmi besok suratnya baru jadi,'' kata Imam Subagyo, Kasi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Jumat.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww