Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
DPR RI
15 jam yang lalu
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
2
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
DPR RI
15 jam yang lalu
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
3
DPR Tegaskan Pentingnya Penyelamatan UMKM Segera
DPR RI
14 jam yang lalu
DPR Tegaskan Pentingnya Penyelamatan UMKM Segera
4
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
DPR RI
14 jam yang lalu
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
5
Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Pesantren, Gus Jazil: Aspirasi Kita Didengar dan Direspon Presiden Jokowi
MPR RI
24 jam yang lalu
Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Pesantren, Gus Jazil: Aspirasi Kita Didengar dan Direspon Presiden Jokowi
6
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Hukum
24 jam yang lalu
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi

Dijanjikan Ponsel dan Bedak, Bocah 11 Tahun Diperkosa Tetangganya 11 Kali

Dijanjikan Ponsel dan Bedak, Bocah 11 Tahun Diperkosa Tetangganya 11 Kali
Ilustrasi korban pemerkosaan. (int)
Minggu, 09 Februari 2020 08:39 WIB
KAPUAS HULU - Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun di Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menjadi korban pemerkosaan tetangganya, AP (40).

Dikutip dari Kompas.com, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, polisi menangkap AP di rumahnya, Jumat (7/2/2020), setelah mendapatkan laporan dari paman korban.

''Setelah seluruh bukti cukup, kita datangi rumah tersangka, beri penjelasan kepada pihak keluar, lalu tersangka kita bawa,'' kata Donny saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (8/2/2020) malam.

Donny menjelaskan, perlakuan bejat tersangka sudah dilakukan setidaknya sejak 1 tahun terakhir, sebanyak 11 kali.

Pemerkosaan terakhir terjadi pada 31 Desember 2019, pukul 19.00 WIB.

Untuk memuluskan perbuatannya, tersangka AP kerap berjanji untuk membelikan korban ponsel, bedak dan sandal.

Namun sampai saat ini, barang-barang yang dijanjikan itu tak pernah diberikan tersangka.

Selain berjanji membelikan sejumlah barang, tersangka juga pernah mengancam akan membunuh korban jika menceritakan perbuatannya.

Kejadian itu membuat korban mengalami trauma.

Saat ini korban mengalami sakit fisik dan psikis, khususnya traumatik.

Hingga kini tersangka AP masih ditahan dan dalam pemeriksaan pihak kepolisian setempat.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-undang tentang Perlindungan Anak.

''Tersangka masih sedang didalami oleh Polsek Putussibau Utara,'' ucap Donny.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam

wwwwww