Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dulu Bossman Dorong e-Rupiah, Sekarang BI akan Terbitkan Uang Digital
Nasional
23 jam yang lalu
Dulu Bossman Dorong e-Rupiah, Sekarang BI akan Terbitkan Uang Digital
2
Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras, MUI: Mulutnya Saja Pancasila, Praktiknya Kapitalis!
Peristiwa
19 jam yang lalu
Kecewa Pemerintah Izinkan Industri Miras, MUI: Mulutnya Saja Pancasila, Praktiknya Kapitalis!
3
Sadis, di Jakarta Oknum Polisi Tembak Mati 3 Orang, di Medan Bunuh 2 Wanita
Hukum
17 jam yang lalu
Sadis, di Jakarta Oknum Polisi Tembak Mati 3 Orang, di Medan Bunuh 2 Wanita
4
Sinergitas TNI-Polri Hanya di Kalangan Elite, di Akar Rumput Masih Semrawut
Hukum
14 jam yang lalu
Sinergitas TNI-Polri Hanya di Kalangan Elite, di Akar Rumput Masih Semrawut
5
Jokowi Buka Pintu Izin Investasi untuk Industri Miras Besar sampai Eceran
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Jokowi Buka Pintu Izin Investasi untuk Industri Miras Besar sampai Eceran
6
SBY 'Turun Gunung', Darmizal: Lebay, Panik
Politik
22 jam yang lalu
SBY Turun Gunung, Darmizal: Lebay, Panik

Lebih 50 Persen Polisi Lalu Lintas di Negara Ini Ditahan, Ini Kesalahannya

Lebih 50 Persen Polisi Lalu Lintas di Negara Ini Ditahan, Ini Kesalahannya
Peta Malta. (republika.co.id)
Rabu, 12 Februari 2020 21:15 WIB
VALLETTA - Lebih 50 persen polisi lalu lintas di Malta ditahan. Mereka diduga melakukan penipuan jam lembur.

Dikutip dari republika.co.id, untuk memastikan ketersediaan polisi di jalanan, perwira polisi menggelar rencana darurat.

Pihak kepolisian mengatakan, 30 unit yang setiap unitnya beranggota 50 orang ditanyai oleh Unit Kejahatan Ekonomi. Mereka diduga mengisi laporan ratusan jam lembur yang tidak mereka lakukan selama tiga tahun terakhir.

Ads

Beberapa petugas juga dituduh menyalahgunakan bensin. Bensin untuk kendaraan patroli dipakai untuk kendaraan pribadi mereka.

Sumber polisi mengatakan mantan polisi lalu lintas yang sudah di divisi atau seksi lain dipaksa untuk kembali ke tugas lama mereka. Namun, para pengguna jalan mengatakan mereka tidak menyadari jumlah polisi yang ada di jalan semakin sedikit.

Perdana Menteri Malta Robert Abela mengatakan sangat bagus bila polisi menyelidiki orang-orang mereka sendiri. Menurutnya, hal itu menunjukkan polisi Malta berfungsi dengan baik.

''Jika penyelidikan ini membuat orang-orang yang ditahan ke pengadilan atau tindakan penegakan hukum sudah diambil, maka ini yang akan terjadi,'' kata Abela, Rabu (12/2).

Malta negara terkecil di Uni Eropa. Beberapa tahun terakhir negara itu diguncang tuduhan merebaknya korupsi, kronisme, dan pelanggaran finansial yang dilakukan baik oleh elite politik maupun bisnis.

Abela naik menjadi perdana menteri bulan lalu. Pendahulunya mengundurkan diri karena dinilai gagal melakukan penyelidikan atas pembunuhan jurnalis anti-korupsi Daphne Caruana Galizia. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww