Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK Juga Tangkap Istri Menteri KKP Edhy Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
KPK Juga Tangkap Istri Menteri KKP Edhy Prabowo
2
Kehilangan Penciuman dan Perasa Pertanda Baik bagi Orang Terpapar Virus Corona, Ini Penjelasannya
Kesehatan
22 jam yang lalu
Kehilangan Penciuman dan Perasa Pertanda Baik bagi Orang Terpapar Virus Corona, Ini Penjelasannya
3
Putrinya Bertengkar karena Cemburu, TV Tembak Kepala Kodir di Depan Masjid Hingga Tewas
Peristiwa
22 jam yang lalu
Putrinya Bertengkar karena Cemburu, TV Tembak Kepala Kodir di Depan Masjid Hingga Tewas
4
Ikut Ditangkap KPK, Ini Sosok Anggota DPR Iis Rosita Dewi, Istri Edhy Prabowo
Nasional
23 jam yang lalu
Ikut Ditangkap KPK, Ini Sosok Anggota DPR Iis Rosita Dewi, Istri Edhy Prabowo
5
Cerita Mantu Jokowi, Dapat Dukungan PAN Gara-gara Irvan Herman
Politik
18 jam yang lalu
Cerita Mantu Jokowi, Dapat Dukungan PAN Gara-gara Irvan Herman
6
Komaruddin Simanjuntak Tawarkan Konsep Perubahan
Olahraga
13 jam yang lalu
Komaruddin Simanjuntak Tawarkan Konsep Perubahan

Lebih 50 Persen Polisi Lalu Lintas di Negara Ini Ditahan, Ini Kesalahannya

Lebih 50 Persen Polisi Lalu Lintas di Negara Ini Ditahan, Ini Kesalahannya
Peta Malta. (republika.co.id)
Rabu, 12 Februari 2020 21:15 WIB
VALLETTA - Lebih 50 persen polisi lalu lintas di Malta ditahan. Mereka diduga melakukan penipuan jam lembur.

Dikutip dari republika.co.id, untuk memastikan ketersediaan polisi di jalanan, perwira polisi menggelar rencana darurat.

Pihak kepolisian mengatakan, 30 unit yang setiap unitnya beranggota 50 orang ditanyai oleh Unit Kejahatan Ekonomi. Mereka diduga mengisi laporan ratusan jam lembur yang tidak mereka lakukan selama tiga tahun terakhir.

Beberapa petugas juga dituduh menyalahgunakan bensin. Bensin untuk kendaraan patroli dipakai untuk kendaraan pribadi mereka.

Sumber polisi mengatakan mantan polisi lalu lintas yang sudah di divisi atau seksi lain dipaksa untuk kembali ke tugas lama mereka. Namun, para pengguna jalan mengatakan mereka tidak menyadari jumlah polisi yang ada di jalan semakin sedikit.

Perdana Menteri Malta Robert Abela mengatakan sangat bagus bila polisi menyelidiki orang-orang mereka sendiri. Menurutnya, hal itu menunjukkan polisi Malta berfungsi dengan baik.

''Jika penyelidikan ini membuat orang-orang yang ditahan ke pengadilan atau tindakan penegakan hukum sudah diambil, maka ini yang akan terjadi,'' kata Abela, Rabu (12/2).

Malta negara terkecil di Uni Eropa. Beberapa tahun terakhir negara itu diguncang tuduhan merebaknya korupsi, kronisme, dan pelanggaran finansial yang dilakukan baik oleh elite politik maupun bisnis.

Abela naik menjadi perdana menteri bulan lalu. Pendahulunya mengundurkan diri karena dinilai gagal melakukan penyelidikan atas pembunuhan jurnalis anti-korupsi Daphne Caruana Galizia. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww