Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini

Lebih 50 Persen Polisi Lalu Lintas di Negara Ini Ditahan, Ini Kesalahannya

Lebih 50 Persen Polisi Lalu Lintas di Negara Ini Ditahan, Ini Kesalahannya
Peta Malta. (republika.co.id)
Rabu, 12 Februari 2020 21:15 WIB
VALLETTA - Lebih 50 persen polisi lalu lintas di Malta ditahan. Mereka diduga melakukan penipuan jam lembur.

Dikutip dari republika.co.id, untuk memastikan ketersediaan polisi di jalanan, perwira polisi menggelar rencana darurat.

Pihak kepolisian mengatakan, 30 unit yang setiap unitnya beranggota 50 orang ditanyai oleh Unit Kejahatan Ekonomi. Mereka diduga mengisi laporan ratusan jam lembur yang tidak mereka lakukan selama tiga tahun terakhir.

Beberapa petugas juga dituduh menyalahgunakan bensin. Bensin untuk kendaraan patroli dipakai untuk kendaraan pribadi mereka.

Sumber polisi mengatakan mantan polisi lalu lintas yang sudah di divisi atau seksi lain dipaksa untuk kembali ke tugas lama mereka. Namun, para pengguna jalan mengatakan mereka tidak menyadari jumlah polisi yang ada di jalan semakin sedikit.

Perdana Menteri Malta Robert Abela mengatakan sangat bagus bila polisi menyelidiki orang-orang mereka sendiri. Menurutnya, hal itu menunjukkan polisi Malta berfungsi dengan baik.

''Jika penyelidikan ini membuat orang-orang yang ditahan ke pengadilan atau tindakan penegakan hukum sudah diambil, maka ini yang akan terjadi,'' kata Abela, Rabu (12/2).

Malta negara terkecil di Uni Eropa. Beberapa tahun terakhir negara itu diguncang tuduhan merebaknya korupsi, kronisme, dan pelanggaran finansial yang dilakukan baik oleh elite politik maupun bisnis.

Abela naik menjadi perdana menteri bulan lalu. Pendahulunya mengundurkan diri karena dinilai gagal melakukan penyelidikan atas pembunuhan jurnalis anti-korupsi Daphne Caruana Galizia. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww