Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
RUU Omnibus Law Ciptaker Muat soal Penyiaran dan Jadi Bahaya, Cabut atau Ubah?
DPR RI
11 jam yang lalu
RUU Omnibus Law Ciptaker Muat soal Penyiaran dan Jadi Bahaya, Cabut atau Ubah?
2
Saat Anggota Komisi Intelijen Tegur Pewawancara Tak Kenakan Masker
Nasional
7 jam yang lalu
Saat Anggota Komisi Intelijen Tegur Pewawancara Tak Kenakan Masker
3
Tiga Kementerian Terbitkan SKB untuk Percepat Pemutakhiran DTKS
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Tiga Kementerian Terbitkan SKB untuk Percepat Pemutakhiran DTKS
4
Berzakat dan Ciptakan Lebih Banyak Indri di Tengah Pandemi
Umum
9 jam yang lalu
Berzakat dan Ciptakan Lebih Banyak Indri di Tengah Pandemi
5
Survei LKPI: Elektabilitas Soerya Raspationo Paling Unggul di Pilgub Kepri 2020
Peristiwa
7 jam yang lalu
Survei LKPI: Elektabilitas Soerya Raspationo Paling Unggul di Pilgub Kepri 2020
6
Kebakaran di Gedung Telkom Pekanbaru Berasal dari Ruangan Server Induk, Sempat Terdengar Suara Ledakan
Riau
9 jam yang lalu
Kebakaran di Gedung Telkom Pekanbaru Berasal dari Ruangan Server Induk, Sempat Terdengar Suara Ledakan

Jenazah 12 Prajurit TNI Korban Heli MI-17 Sudah Dievakuasi, 10 Senjata Api Tak Ditemukan

Jenazah 12 Prajurit TNI Korban Heli MI-17 Sudah Dievakuasi, 10 Senjata Api Tak Ditemukan
Proses evakuasi jenazah para prajurit TNI korban heli MI-17 yang jatuh di Pegunungan Mandala. (kompas.com)
Sabtu, 15 Februari 2020 10:50 WIB
JAKARTA - Jenazah 12 prajurit TNI korban jatuhnya Heli MI-17 di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sudah berhasil dievakuasi ke Jayapura. Seluruh jenazah akan diidentifikasi di RS Bhayangkara Jayapura.

Dikutip dari kompas.com, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, tim evakuasi yang berhasil mencapai titik jatuhnya heli MI-17 telah menyisir puing-puing heli, namun 10 pucuk senjata api yang dibawa oleh para prajurit korban jatuhnya heli MI-17 tidak ditemukan.

''Pada saat pengambilan jenazah, senjatanya sudah tidak ada,'' ujar Herman di Jayapura, Sabtu (15/2/2020).

Diduga, 7 senapan laras panjang dan 3 pistol yang hilang tersebut diamankan oleh masyarakat yang kebetulan melintas di kawasan jatuhnya heli MI-17.

Herman optimis bahwa senjata-senjata tersebut akan segera dikembalikan.

''Sementara ada informasi, ada masyarakat yang berburu sehingga sementara kita lakukan pendekatan supaya masyarakat kembalikan. Mungkin dalam 1-2 minggu dikembalikan, karena itu masyarakat yang berburu,'' kata Herman.

Heli MI-17 milik TNI AD tersebut hilang kontak sejak 28 Juni 2019. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam

wwwwww