Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jazilul Fawaid Dianugerahi Anggota Kehormatan Pagar Nusa Lamongan
Peristiwa
8 jam yang lalu
Jazilul Fawaid Dianugerahi Anggota Kehormatan Pagar Nusa Lamongan
2
Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti
Sepakbola
9 jam yang lalu
Soal Komentar Robert Alberts, Erwin: Tanpa Data dan Bukti
3
Kemlu Sebut Seluruh WNI di Turki Selamat dari Gempa dan Tsunami
Internasional
8 jam yang lalu
Kemlu Sebut Seluruh WNI di Turki Selamat dari Gempa dan Tsunami
4
Zakat jadi Pengurang Pajak, Anis: Butuh Kajian Mendalam
Ekonomi
7 jam yang lalu
Zakat jadi Pengurang Pajak, Anis: Butuh Kajian Mendalam
5
Keroyok Prajurit TNI di Bukittinggi, 2 Anggota Klub Harley Jadi Tersangka
Hukum
7 jam yang lalu
Keroyok Prajurit TNI di Bukittinggi, 2 Anggota Klub Harley Jadi Tersangka
6
Ada Ancaman Penembakan, Begini Momen 2 Prajurit TNI Dikeroyok Klub Harley
Peristiwa
7 jam yang lalu
Ada Ancaman Penembakan, Begini Momen 2 Prajurit TNI Dikeroyok Klub Harley

Jenazah 12 Prajurit TNI Korban Heli MI-17 Sudah Dievakuasi, 10 Senjata Api Tak Ditemukan

Jenazah 12 Prajurit TNI Korban Heli MI-17 Sudah Dievakuasi, 10 Senjata Api Tak Ditemukan
Proses evakuasi jenazah para prajurit TNI korban heli MI-17 yang jatuh di Pegunungan Mandala. (kompas.com)
Sabtu, 15 Februari 2020 10:50 WIB
JAKARTA - Jenazah 12 prajurit TNI korban jatuhnya Heli MI-17 di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sudah berhasil dievakuasi ke Jayapura. Seluruh jenazah akan diidentifikasi di RS Bhayangkara Jayapura.

Dikutip dari kompas.com, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, tim evakuasi yang berhasil mencapai titik jatuhnya heli MI-17 telah menyisir puing-puing heli, namun 10 pucuk senjata api yang dibawa oleh para prajurit korban jatuhnya heli MI-17 tidak ditemukan.

''Pada saat pengambilan jenazah, senjatanya sudah tidak ada,'' ujar Herman di Jayapura, Sabtu (15/2/2020).

Diduga, 7 senapan laras panjang dan 3 pistol yang hilang tersebut diamankan oleh masyarakat yang kebetulan melintas di kawasan jatuhnya heli MI-17.

Herman optimis bahwa senjata-senjata tersebut akan segera dikembalikan.

''Sementara ada informasi, ada masyarakat yang berburu sehingga sementara kita lakukan pendekatan supaya masyarakat kembalikan. Mungkin dalam 1-2 minggu dikembalikan, karena itu masyarakat yang berburu,'' kata Herman.

Heli MI-17 milik TNI AD tersebut hilang kontak sejak 28 Juni 2019. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww