Kematian Ikan di Danau Maninjau Meningkat, Petani Diminta Waspada
![]() |
| Bangkai ikan di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. (dok ho/penyuluh agam) |
"Data ini kami peroleh dari penyuluh perikanan lapangan yang berkoordinasi dengan petani keramba jaring apung di danau," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira, didampingi Penyuluh Perikanan Lapangan, Asrul Deni Putra, di Lubuk Basung, Minggu (19/1/2025).
Ia menjelaskan, tambahan 50 ton ikan mati ditemukan di Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, pada Sabtu (18/1). Sebelumnya, kematian ikan sebanyak 25 ton juga terjadi di Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, pada Senin (13/1).
"Kematian ikan ini disebabkan oleh angin kencang yang memicu pembalikan air dari dasar ke permukaan danau atau upwelling. Akibatnya, kadar oksigen berkurang drastis, membuat ikan lemas dan mati," jelasnya.
Bangkai ikan mulai mengapung di permukaan danau sejak Senin (13/1). Beberapa hari setelahnya, kematian ikan meluas hingga ke Nagari Tanjung Sani.
Rosva mengimbau petani untuk tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau agar tidak mencemari air. "Kami meminta petani untuk menguburkan ikan yang mati guna menjaga kualitas lingkungan danau," ujarnya.
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam telah mengeluarkan surat Nomor 500.5.3.3/435/DKPP/2024 tentang Prediksi Cuaca Ekstrem dan Upaya Pencegahan Kematian Ikan di Danau Maninjau. Surat yang diterbitkan pada 21 November 2024 itu telah disampaikan kepada wali nagari dan Camat Tanjung Raya agar masyarakat lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat berdampak pada perikanan.
"Kami telah mengingatkan masyarakat melalui surat resmi agar lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang dapat mengancam budidaya ikan," tutupnya. (ant)
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Kategori | : | Ragam |































