Korban Rusuh Wamena, 702 Perantau Sumbar Pulang ke Kampung, 159 Orang Usia Sekolah

Korban Rusuh Wamena, 702 Perantau Sumbar Pulang ke Kampung, 159 Orang Usia Sekolah
Pengungsi dari Wamena turun dari pesawat Hercules. (int)
Kamis, 10 Oktober 2019 20:30 WIB
PADANG - Sebanyak 702 perantau asal Sumatera Barat yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Jaya Wijaya, Papua, beberapa waktu lalu, memilih pulang ke kampung halamannya.

Dari 702 perantau yang sudah pulang ke Sumbar tersebut, 159 korban diantaranya masih usia sekolah.

''Data sementara itu ada 159, tetapi belum ada perincian berapa yang TK, SD, SMP atau  SMA. Tapi yang pasti mereka semua pasti akan mendapatkan haknya untuk sekolah,'' kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Kamis (10/10), seperti dikutip dari republika.co.id.

Ia menyebutkan akan mendata kembali secara lebih rinci anak-anak usia sekolah yang menjadi korban itu. Bantuan untuk mereka diharapkan datang dari pemerintah daerah.

Sebagian besar dari anak-anak itu berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan dan telah mendapatkan pelayanan yang baik. Sebagian telah mulai sekolah meski ada yang belum punya seragam.

Ia meminta kabupaten/kota dan sekolah memberikan kemudahan bagi anak-anak itu sehingga bisa melanjutkan belajar. Persyaratan administrasi akan diurus kemudian karena ini sifatnya darurat.

Sementara itu bantuan untuk korban Wamena yang pulang ke Sumbar terus mengalir dari masyarakat yang peduli. Terakhir bantuan datang dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Sumbar sebesar Rp31 juta.

Bantuan itu diperkirakan akan terus bertambah karena pengumpulan masih terus dilakukan. Selain memberikan bantuan, MKKS SMP Sumbar itu juga berdiskusi terkait pendidikan dengan Wakil Gubernur Nasrul Abit. Dalam kesempatan itu disampaikan sekolah SMP bersedia menerima anak-anak korban kerusuhan Wamena itu untuk sementara.

Sebanyak 702 orang perantau Sumbar yang terkena imbas rusuh Wamena telah dibantu pulang hingga kampung halaman oleh berbagai pihak, diantaranya ACT dan Pemprov Sumbar. Dari ratusan orang itu, belum ada yang menyatakan keinginan untuk kembali merantau ke Papua. Namun, hal itu bisa saja terjadi jika kondisi di Wamena sudah kembali kondusif. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoNews IKM Minta Bupati Jayawijaya Temui Pengungsi di Semua Posko di Wamena, Jangan Hanya di Kodim
GoNews 3.800 Warga Masih Mengungsi di Markas Koramil, Kodim dan Polsek di Wamena
GoNews Sudah Lebih 10 Ribu Orang Gunakan Hercules Tinggalkan Wamena Pasca Kerusuhan
GoNews 5.500 Pengungsi Korban Rusuh Wamena Butuh Bantuan Makanan, Pakaian, Susu Balita, Popok Bayi dan Pembalut
GoNews Pulangkan Perantau dari Wamena, Pemprov Sumbar Buka Rekening Khusus di Bank Nagari, Ini Nomornya
GoNews Gubernur Imbau Warga Sumbar di Kampung dan Rantau Bantu Pemulangan Perantau Minang dari Wamena, Butuh Rp4,5 Miliar
GoNews Kedatangan Jenazah 8 Perantau Sumbar Korban Rusuh Wamena di Bandara Minangkabau Disambut Isak Tangis
GoNews Harta Bendanya Ludes, Lebih 900 Perantau Minang di Wamena Berharap Dipulangkan
GoNews Diduga Selundupkan Harley Davidson, Dirut Garuda Dipecat
GoNews Topan Kammuri Renggut 13 Jiwa di Filipina
GoNews Guru PNS Tewas Tanpa Celana dalam Mobil Avanza, Ditemukan Tisu Bekas . . . .
GoNews Dilaporkan Ibunya Hilang Sejak Subuh, Gadis 16 Tahun Ditemukan Polisi Tengah Layani Pria di Kamar Hotel
GoNews Hartono Bersaudara Orang Terkaya Indonesia 2019, Hartanya Rp526,11 Triliun
GoNews Dibawa ke Klinik karena Pilek, Usai Berobat Tubuh Balita Noval Melepuh dan Akhirnya Meninggal
GoNews Lucu, yang Dilantik Jadi Rektor UI Ari Kuncoro, Karangan Bunga Ucapan Selamat dari Unpad Malah untuk Saleh Husin
GoNews Mohammad Nuh Jadi Ketua Jaringan Dewan Pers Asia Tenggara
GoNews Baru Masuk Kamar Hotel, Gadis 16 Tahun Ditusuk Teman Prianya Pakai Gunting Hingga Berlumur Darah
GoNews Bulog Akan Musnahkan 20.000 Ton Beras Senilai Rp160 Miliar, Emil Salim Sebut Bukti Kekeliruan Kebijakan Pangan
wwwwww