Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
16 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
Sepakbola
19 jam yang lalu
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
3
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
Sepakbola
19 jam yang lalu
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
4
Lawan Manchester United, Bournemouth Unggul di Bola Mati
Sepakbola
19 jam yang lalu
5
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi Pasukan 
Sepakbola
18 jam yang lalu
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi Pasukan 
6
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Kesehatan
23 jam yang lalu
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru

5.500 Pengungsi Korban Rusuh Wamena Butuh Bantuan Makanan, Pakaian, Susu Balita, Popok Bayi dan Pembalut

5.500 Pengungsi Korban Rusuh Wamena Butuh Bantuan Makanan, Pakaian, Susu Balita, Popok Bayi dan Pembalut
Rumah-rumah warga dibakar massa saat kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Senin lalu. (int)
Sabtu, 28 September 2019 13:43 WIB
JAYAPURA - Sekitar 5.500 warga korban kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua, yang mengungsi ke markas Komando Distrik Militer 1702 Jayawijaya, kini darurat logistik.

Dikutip dari merdeka.com yang melansir antara, mereka sangat membutuhkan makanan, pakaian serta barang-barang keperluan anak-anak dan perempuan.

Komandan Distrik Militer 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto di Jayapura, Sabtu (28/9), mengatakan, warga yang mengungsi di markas Kodim umumnya hanya membawa baju di badan saat berusaha menghindari dampak kerusuhan di Wamena.

Sementara bantuan pangan dari pemerintah untuk pengungsi korban kerusuhan Wamena, menurut dia, saat ini baru difokuskan ke satu posko pengungsian.

''Kami minta informasi ini disebarkan seluas-luasnya agar banyak pihak yang tergerak untuk membantu para korban yang kini tengah mengungsi,'' katanya melalui telepon seluler.

''Bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua hanya tersalur ke posko pengungsian Gedung Okumarek yang dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya,'' ia menambahkan.

Komando Distrik Militer 1702 Jayawijaya, menurut dia, sampai sekarang hanya mengandalkan bantuan logistik yang masih tersedia di markas.

''Pengungsi tidak mau ke Okumarek. Warga maunya di Kodim, sementara dapur lapangan Pemda ada di Okumarek,'' katanya.

Ditambahkannya, selain makanan dan pakaian, pengungsi membutuhkan susu untuk balita, popok bayi dan pembalut untuk perempuan.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww