Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini

5.500 Pengungsi Korban Rusuh Wamena Butuh Bantuan Makanan, Pakaian, Susu Balita, Popok Bayi dan Pembalut

5.500 Pengungsi Korban Rusuh Wamena Butuh Bantuan Makanan, Pakaian, Susu Balita, Popok Bayi dan Pembalut
Rumah-rumah warga dibakar massa saat kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Senin lalu. (int)
Sabtu, 28 September 2019 13:43 WIB
JAYAPURA - Sekitar 5.500 warga korban kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua, yang mengungsi ke markas Komando Distrik Militer 1702 Jayawijaya, kini darurat logistik.

Dikutip dari merdeka.com yang melansir antara, mereka sangat membutuhkan makanan, pakaian serta barang-barang keperluan anak-anak dan perempuan.

Komandan Distrik Militer 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto di Jayapura, Sabtu (28/9), mengatakan, warga yang mengungsi di markas Kodim umumnya hanya membawa baju di badan saat berusaha menghindari dampak kerusuhan di Wamena.

Sementara bantuan pangan dari pemerintah untuk pengungsi korban kerusuhan Wamena, menurut dia, saat ini baru difokuskan ke satu posko pengungsian.

''Kami minta informasi ini disebarkan seluas-luasnya agar banyak pihak yang tergerak untuk membantu para korban yang kini tengah mengungsi,'' katanya melalui telepon seluler.

''Bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua hanya tersalur ke posko pengungsian Gedung Okumarek yang dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya,'' ia menambahkan.

Komando Distrik Militer 1702 Jayawijaya, menurut dia, sampai sekarang hanya mengandalkan bantuan logistik yang masih tersedia di markas.

''Pengungsi tidak mau ke Okumarek. Warga maunya di Kodim, sementara dapur lapangan Pemda ada di Okumarek,'' katanya.

Ditambahkannya, selain makanan dan pakaian, pengungsi membutuhkan susu untuk balita, popok bayi dan pembalut untuk perempuan.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww