Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
9 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
14 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
6 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
8 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
8 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  Badminton

Gubernur DKI Tinjau Pembangunan Tanggul Muara Baru, Pastikan Antisipasi Rob Berjalan Optimal

Gubernur DKI Tinjau Pembangunan Tanggul Muara Baru, Pastikan Antisipasi Rob Berjalan Optimal
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung usai meninjau pembangunan tanggul pengamanan pantai di Muara Baru, Jakarta Utara.
Senin, 08 Desember 2025 09:51 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bergerak cepat mengantisipasi potensi rob di wilayah pesisir Jakarta, khususnya Muara Baru dan Muara Angke. Hal itu disampaikan Pram saat meninjau langsung pembangunan tanggul pengamanan pantai di Muara Baru, Jakarta Utara, Senin (8/12/2025).

‎Pramono mengatakan, penanganan rob telah menjadi prioritas sejak awal masa pemerintahannya. Dalam 10 bulan menjabat, sejumlah titik rawan rob di pesisir utara terus diperkuat. 

‎
‎"Kami sudah mengantisipasi sejak awal. Ini langsung menjadi prioritas, karena tanpa langkah cepat, rob bisa jauh lebih tinggi," ujar Pram.
‎
‎Ia menjelaskan, rob yang terjadi pada akhir pekan lalu dipicu fenomena supermoon. Pemprov DKI telah mempersiapkan langkah mitigasi sejak dua pekan sebelum puncak pasang, terutama di Muara Baru, Muara Angke, R.E. Martadinata, hingga Ancol.
‎
‎Namun, Pram mengakui tantangan koordinasi antar institusi masih menjadi pekerjaan rumah. Sebab, tanggung jawab pembangunan tanggul terbagi antara berbagai lembaga seperti Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Pelindo, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Pemprov DKI.
‎
‎"Apapun pembagian kewenangannya, tanggung jawab utama tetap ada pada Pemprov DKI. Pemerintah DKI harus hadir," tegasnya.
‎
‎Pram menyampaikan, pihaknya segera mempercepat sejumlah pekerjaan lanjutan. Besok, Pemprov DKI dijadwalkan menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian PU, KKP, Pelindo, dan SDA untuk memastikan pengerjaan di lapangan berjalan seragam.
‎
‎Ia menyebut, kesiapan pompa menjadi faktor utama yang mencegah rob meluas. 
‎
‎"Alhamdulillah, antisipasi berjalan baik. Prediksi banjir besar tidak terjadi," ucapnya.
‎
‎Pram meminta, percepatan proyek NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) pada 2025 hingga 2026, termasuk pembangunan Segmen Asahimas sepanjang 1,2 km, Segmen Ancol Barat Seafront sepanjang 0,8 km, serta Tanggul mitigasi Muara Angke sepanjang 1,1 km
‎
‎Menurutnya, dari total 28 segmen, baru 11 kilometer yang rampung. Pada 2026, titik paling mendesak adalah Pantai Mutiara, dengan pekerjaan 430 meter di sisi timur dan 100 meter di sisi barat.
‎
‎Untuk kawasan yang berada di bawah kewenangan Pelindo, Pram meminta percepatan penanganan bersama Dinas Sumber Daya Air. Koordinasi serupa juga diharapkan berlaku dengan PU, KKP, dan pihak terkait lain.
‎
‎“Walaupun kemarin ada rembesan, secara keseluruhan aktivitas masyarakat tetap berjalan baik,” pungkas Pram. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww