Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang

Di Hadapan Sekjen PBB, Jokowi Tegaskan Kemerdekan Palestina Harus Diwujudkan

Di Hadapan Sekjen PBB, Jokowi Tegaskan Kemerdekan Palestina Harus Diwujudkan
Jokowi menghadiri KTT ASEAN di Ventiane, Laos. (detik.com)
Kamis, 08 September 2016 08:10 WIB
VENTIANE - Saat berbicara di hadapan kepala negara ASEAN dan Sekjen PBB Ban Ki Moon pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-PBB ke-8 di Laos, Presiden Joko Widodo alias Jokowi menegaskan tentang keharusan mewujudkan kemerdekaan Palestina. Selain itu Jokowi juga mengingatkan tentang pentingnya pengentasan kemiskinan.

Pengentasan kemiskinan dimaksud terkait salah satu tujuan agenda ASEAN 2030. Jokowi mengatakan, pencapaiannya dapat dilakukan lewat kerjasama pelatihan kejuruan, peningkatan kapasitas produksi dan inovasi UMKM serta akses terhadap keuangan inklusif.

"Penting bagi ASEAN untuk memastikan bahwa program pengentasan kemiskinan masuk dalam agenda pembangunan berkelanjutan 2030," kata Jokowi di Gedung National Convention Centre, Vientiane, Laos, Rabu (7/9/2016).

Di bidang kesehatan, Jokowi berharap ASEAN dan PBB dapat bekerja sama untuk meningkatkan ketahanan kawasan terhadap wabah penyakit menular, seperti SARS, flu burung dan AIDS. Selain itu, penyakit tidak menular turut menjadi perhatian, seperti penyakit jantung, kanker dan juga diabetes.

"Kerja sama tersebut dapat dilakukan melalui penelitian bersama antar institusi atau ahli, pelatihan bersama dan kerja sama dalam pencegahan, deteksi dini dan tanggap darurat penyakit endemik," ujar Jokowi.

Dalam pertemuan itu, Jokowi juga membahas soal pengaruh ASEAN di peta dunia. ASEAN merupakan kekuatan ekonomi terbesar ke-7 dunia dengan nilai PDB sekitar USD 2,6 triliun.

"ASEAN juga memiliki kawasan yang stabil dan damai. Oleh karena itu, dengan segala aset dan potensinya, ASEAN dapat berkontribusi dalam beberapa agenda PBB, di antaranya pembangunan berkelanjutan dan perdamaian dunia," papar Jokowi.

"ASEAN memiliki semua aset untuk menjadi mitra utama bagi PBB," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung soal perdamaian di Palestina. Jokowi menyerukan kepada ASEAN dan PBB agar masalah perdamaian di Palestina dijadikan isu prioritas dan mewujudkan kemerdekaan bagi Palestina.

"Indonesia menyerukan agar ASEAN dan PBB menjadikan masalah Palestina menjadi isu prioritas dan mendukung langkah Palestina mewujudkan kemerdekaan dan mendorong kembali perundingan damai Palestina-Israel berdasarkan two state solution," kata Jokowi.***

Editor:sanbas
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww