Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
'Dear' AHY, Jika Merasa Istana Campur Tangan maka Lakukanlah Ini!
Nasional
7 jam yang lalu
Dear AHY, Jika Merasa Istana Campur Tangan maka Lakukanlah Ini!
2
Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020
Olahraga
15 jam yang lalu
Terkuak, Eko Sudah Tidak Latihan di Markas Pelatnas Olimpiade Sejak Juli 2020
3
Moeldoko Kudeta Demokrat, SBY Ajak Kadernya 'Perang'
Politik
17 jam yang lalu
Moeldoko Kudeta Demokrat, SBY Ajak Kadernya Perang
4
Pernah Laporkan Abu Janda, Kini Haris Pratama Dicopot dari Jabatan Ketua Umum KNPI
Politik
18 jam yang lalu
Pernah Laporkan Abu Janda, Kini Haris Pratama Dicopot dari Jabatan Ketua Umum KNPI
5
Ngaku Bandel, Sori Endah: Harus Ada Solusi Terbaik
Olahraga
14 jam yang lalu
Ngaku Bandel, Sori Endah: Harus Ada Solusi Terbaik
6
Rongrong Wibawa Presiden, DPN Kombatan Desak Jokowi Copot Moeldoko dari KSP
Politik
17 jam yang lalu
Rongrong Wibawa Presiden, DPN Kombatan Desak Jokowi Copot Moeldoko dari KSP

Dandim Wamena Sebut 17 Warga Tewas Akibat Demo Anarkis, 65 Dirawat di RSUD

Dandim Wamena Sebut 17 Warga Tewas Akibat Demo Anarkis, 65 Dirawat di RSUD
Demo menolak rasisme terhadap warga Papua. (beritasatu.com)
Senin, 23 September 2019 20:09 WIB
WAMENA - Komandan Kodim (Dandim) 1702/Wamena Letkol Inf Chandra Diyanto mengungkapkan, 17 warga sipil meninggal dunia akibat aksi demo anarkis yang berawal dari berita hoaks isu rasisme.

Dikutip dari beritasatu.com, menjawab pertanyaan antara di Jayapura, Senin (23/9/2019) malam, Dandim Wamena mengakui, 17 warga sipil tersebut meninggal akibat terluka benda tajam dan menjadi korban kebakaran.

Selain korban meninggal 17 orang, tercatat 65 warga mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di RSUD Wamena.

Ads

Ketika ditanya tentang situasi keamanan, Dandim Wamena mengaku relatif sudah kondusif, namun anggota TNI-Polri masih berjaga-jaga di sejumlah kawasan.

''Secara keseluruhan situasi sudah relatif aman namun anggota masih terus berjaga-jaga,'' kata Letkol Chandra yang dihubungi melalui telepon selulernya dari Jayapura.

Aksi demo yang diduga dipicu isu rasisme itu sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat di Wamena. Bahkan pendemo dilaporkan melakukan pembakaran dan perusakan terhadap sejumlah fasilitas milik pemerintah dan swasta, termasuk kendaraan bermotor. ***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:Ragam
wwwwww