Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
20 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
2
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
20 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
19 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
19 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
19 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang

Dandim Wamena Sebut 17 Warga Tewas Akibat Demo Anarkis, 65 Dirawat di RSUD

Dandim Wamena Sebut 17 Warga Tewas Akibat Demo Anarkis, 65 Dirawat di RSUD
Demo menolak rasisme terhadap warga Papua. (beritasatu.com)
Senin, 23 September 2019 20:09 WIB
WAMENA - Komandan Kodim (Dandim) 1702/Wamena Letkol Inf Chandra Diyanto mengungkapkan, 17 warga sipil meninggal dunia akibat aksi demo anarkis yang berawal dari berita hoaks isu rasisme.

Dikutip dari beritasatu.com, menjawab pertanyaan antara di Jayapura, Senin (23/9/2019) malam, Dandim Wamena mengakui, 17 warga sipil tersebut meninggal akibat terluka benda tajam dan menjadi korban kebakaran.

Selain korban meninggal 17 orang, tercatat 65 warga mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di RSUD Wamena.

Ketika ditanya tentang situasi keamanan, Dandim Wamena mengaku relatif sudah kondusif, namun anggota TNI-Polri masih berjaga-jaga di sejumlah kawasan.

''Secara keseluruhan situasi sudah relatif aman namun anggota masih terus berjaga-jaga,'' kata Letkol Chandra yang dihubungi melalui telepon selulernya dari Jayapura.

Aksi demo yang diduga dipicu isu rasisme itu sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat di Wamena. Bahkan pendemo dilaporkan melakukan pembakaran dan perusakan terhadap sejumlah fasilitas milik pemerintah dan swasta, termasuk kendaraan bermotor. ***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:Ragam
wwwwww