Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Paksakan Pilkada, Sultan: Jika TPS Jadi Klaster Baru Covid-19, KPU harus Tanggungjawab
Politik
24 jam yang lalu
Paksakan Pilkada, Sultan: Jika TPS Jadi Klaster Baru Covid-19, KPU harus Tanggungjawab
2
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
Peristiwa
23 jam yang lalu
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
3
Pilkada Rohul, DPP PAN hanya Terbitkan Rekomendasi untuk Erizal-Topan
Politik
22 jam yang lalu
Pilkada Rohul, DPP PAN hanya Terbitkan Rekomendasi untuk Erizal-Topan
4
Klarifikasi, Luhut Tegaskan tidak Punya Akun Twitter
Nasional
23 jam yang lalu
Klarifikasi, Luhut Tegaskan tidak Punya Akun Twitter
5
Fachrul Razi: Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji Bukan Pertama Kali
Nasional
23 jam yang lalu
Fachrul Razi: Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji Bukan Pertama Kali
6
Jelang New Normal, DPD RI Serap Aspirasi Tenaga Pendidik DKI Jakarta
DPD RI
22 jam yang lalu
Jelang New Normal, DPD RI Serap Aspirasi Tenaga Pendidik DKI Jakarta

Ibu Guru SD Dibunuh Pengantar Katering dalam Rumah, Ternyata Ini Penyebabnya

Ibu Guru SD Dibunuh Pengantar Katering dalam Rumah, Ternyata Ini Penyebabnya
Ilustrasi korban pembunuhan. (dok)
Senin, 28 Oktober 2019 13:57 WIB
MEDAN - Seorang guru SD bernama Siti Rahmah Lubis ditemukan tewas bersimbah darah dalam rumahnya di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Dikutip dari kompas.com, Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi mengatakan, pelakunya bernama Yudha Pratama yang tak lain adalah pengantar katering yang selama ini mengantarkan makanan kepada korban. Polisi sudah berhasil menangkap pelaku pada Selasa pekan lalu.

Penangkapan Yudha dilakukan setelah sebelumnya polisi mengamankan tersangka lain bernama Advent Sianturi di Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan di hari yang sama.

Advent merupakan penadah telepon seluler milik Siti Rahmah yang dicuri Yudha pada saat kejadian. 

''Dari Advent, kita telusuri terus. Lalu kita dapat pelaku yang bernama Yudha Pratama. Dia yang melakukan pencurian dan pembunuhan terhadap korban,'' katanya, Senin (28/10/2019).

Dijelaskannya, saat ditangkap, tersangka Yudha sempat melakukan perlawanan hingga akhirnya polisi menembak kaki sebelah kirinya.

''Saat penangkapan tersangka melawan. Dia coba melarikan diri. Petugas kemudian melakukan tindakan tegas terukur dengan  melumpuhkannya,'' ujarnya.

Sunadi menjelaskan bahwa motif pelaku membunuh korban karena ketahuan saat akan melakukan pencurian, hingga akhirnya pelaku tega menghabisi nyawa guru berusia 58 tahun tersebut.

''Motifnya masih kita dalami. Nanti kita rilis data lengkapnya,'' jelas Sunadi.

Siti Rahmah tewas dan mengeluarkan banyak darah di rumahnya Jalan Di Panjaitan, Kelurahan Rambung, Kota Tebingtinggi, Jumat (18/10/2019) sekitar pukul 23.45 WIB.

Jasad Siti pertama kali ditemukan abang kandungnya Usama Lubis di dapur rumahnya, dia kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Tak lama berselang, polisi datang dan mengindentifikasi jenazah. Korban mengalami luka di bagian kepala sebelah kanan dan sebelah kiri.

Lalu, goresan tangan sebelah kanan akibat goresan benda tajam dan luka di leher akibat sayatan benda tajam. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam

wwwwww