Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
Internasional
20 jam yang lalu
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
2
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
17 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
3
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
Umum
14 jam yang lalu
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
4
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
19 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
5
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras 'e-Learning'
Pendidikan
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras e-Learning
6
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan
Kesehatan
21 jam yang lalu
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan

Korban Banjir Bandang, 330 Warga Solok Selatan Masih Bertahan di Pengungsian

Korban Banjir Bandang, 330 Warga Solok Selatan Masih Bertahan di Pengungsian
Kondisi di Pakan Rabaa Timur pasca diterjang banjir bandang. (antaranews)
Rabu, 27 November 2019 13:38 WIB
PADANG - Sedikitnya 330 warga Nagari Pakan Rabaa Timur, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, masih bertahan di lokasi pengungsian korban banjir bandang.

Dikutip dari liputan6.com, ratusan warga tersebut belum bisa meninggkan lokasi pengungsian karena rumah mereka porak-poranda diterjang banjir bandang dan tertimbun atau dipenuhi material banjir.

''Ada lima titik pengungsian yang dibangun tim untuk menampung korban banjir bandang,'' kata Kalaksa BPBD Solok Selatan, Richi Amran kepada Liputan6.com, Rabu (27/11/2019).

Lima titik tersebut yaitu di Sapan Salak, Aia Batuang, Sapan Batu, Pasia Panjang dan Balai Adat.

''Sejak banjir bandang melanda tepat satu minggu lalu, korban masih bertahan di pengungsian, apalagi bagi rumah mereka yang rusak berat,'' ujarnya.

Sementara itu, BPBD Solok Selatan dan tim gabungan hingga kini fokus membersihkan material di jalan serta di rumah warga. Untuk posko kesehatan, katanya, sekarang ditempatkan balai adat dan mereka melayani korban selama 24 jam.

Pengungsi paling banyak berada di Sapan Salak 100 orang, Aia Batuang 60 orang, Sapan Batu 70 orang, Pasir Panjang 70 orang dam Balai Adat 30 orang

''Sebanyak 15 balita juga ikut terdata di pengungsian,'' katanya.

Tingginya intensitas hujan dalam waktu yang lama di Solok Selatan dalam sepekan terakhir menyebabkan 'Nagari Seribu Rumah Gadang' itu dilanda bencana banjir dan longsor secara bertubi-tubi pada Rabu (20/11), Jumat (22/11), dan Minggu (24/11), dan meluapnya sungai-sungai kecil di daerah setempat.

BPBD Solok Selatan merilis 11 nagari di 3 kecamatan terdampak banjir dan longsor. 1.706 Kepala Keluarga atau 8.809 jiwa terdampak banjir, dan merendam 1.952 unit rumah. 18 rumah mengalami rusak berat, lima rusak sedang, dan 3 unit rusak ringan.

Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak fasilitas publik seperti dua kantor , tujuh unit sekolah, lima rumah ibadah, dua irigasi, dan merusak 60 meter badan jalan.***

Editor:hasan b
Sumber:Liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww