Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pesan 'Si Doel': Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
Peristiwa
21 jam yang lalu
Pesan Si Doel: Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
2
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
Olahraga
22 jam yang lalu
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
3
Jadikan Desa sebagai Arus Utama Pembangunan Daerah
Peristiwa
21 jam yang lalu
Jadikan Desa sebagai Arus Utama Pembangunan Daerah
4
Pendekar Kungfu Cilik Laba Laba Sakti Bikin Kejutan
Olahraga
21 jam yang lalu
Pendekar Kungfu Cilik Laba Laba Sakti Bikin Kejutan
5
Permudah Kemitraan dengan Pemerintah, BUMDes Kini Berbadan Hukum
Peristiwa
23 jam yang lalu
Permudah Kemitraan dengan Pemerintah, BUMDes Kini Berbadan Hukum
6
Evaluasi Operasi Tinombala Mengemuka sebagai Respons Insiden Pembunuhan Keji di Sigi
Nasional
22 jam yang lalu
Evaluasi Operasi Tinombala Mengemuka sebagai Respons Insiden Pembunuhan Keji di Sigi

Mantan Presiden Pakistan Divonis Hukuman Mati, Ini Kesalahannya

Mantan Presiden Pakistan Divonis Hukuman Mati, Ini Kesalahannya
Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf.
Selasa, 17 Desember 2019 19:03 WIB
ISLAMABAD - Pengadilan anti-terorisme Pakistan menjatuhkan vonis mati terhadap mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf, pada Selasa.

Dikutip dari republika.co.id, menurut seorang pejabat tinggi, Pervez Musharraf dituduh telah melakukan pengkhianatan terhadap negara serta menggulingkan konstitusi.

''Pervez Musharraf dinyatakan bersalah terkait Pasal 6 tentang pelanggaran terhadap konstitusi Pakistan,'' kata pejabat hukum pemerintah Salman Nadeem.

Musharraf diadili atas pengkhianatan terhadap negara lantaran memberlakukan status darurat pada 2007. Musharraf, yang merebut kekuasaan pada 1999 melalui kudeta dan kemudian menjabat sebagai presiden, tinggal di luar Pakistan. Ia belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Pada 2013 Musharraf ditetapkan sebagai tahanan kota setelah memberi jaminan senilai 9.400 dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp106,5 juta. ''Penjara Musharraf akan segera dirilis (dibebaskan dari penjara) sementara. Sekarang tahanannya berada di rumah,'' kata Pengacara Ahmed Raza Kasuri, seperti dikutip Reuters dan dilansir ABC News, Kamis (10/10).

Mantan presiden sembilan tahun itu disasar dengan banyak sangkaan perbuatan pidana. Diantaranya, pembunuhan rival politik terberatnya pada 2007 silam, Benazir Bhutto.

Tewasnya Bhutto menjadi petaka karier politik laki-laki kelahiran 1943 ini. Bekas panglima jenderal ini pun dituduh dengan pembunuhan terhadap pejuang di Balochistan.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww