Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
20 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
20 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
20 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
20 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang

Iran Tangkap Dubes Inggris, Ini Tuduhan Terhadapnya

Iran Tangkap Dubes Inggris, Ini Tuduhan Terhadapnya
Duta Besar Inggris di Teheran Rob Macaire. (sindonews.com)
Minggu, 12 Januari 2020 20:37 WIB
TEHIRAN - Iran menangkap Rob Macaire, Duta Besar Inggris di Teheran. Macaire dibebaskan beberapa jam kemudian setelah upaya mediasi oleh Kementerian Luar Negeri Iran.

Dikutip dari sindonews.com, Macaire ditangkap karena dituduh mengorganisir aksi demonstrasi mengecam tertembaknya pesawat Ukraina oleh militer Iran.

Menurut laporan media Iran, Tasnim, seperti dilansir Al Arabiya pada Ahad (12/1/2020), Macaire diduga hadir saat aksi demonstrasi di depan Universitas Amir Kabir di Teheran, kemarin dan kemudian ditangkap.

Menurut laporan Tasnim, Macaire akan dipanggil kembali untuk penyelidikan lebih lanjut.

Inggris sejatinya telah mengurangi staf di Kedutaan Besarnya di Iran dan Irak ke tingkat minimum setelah serangan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan komandan militer Iran, Qassem Soleimani.

Seperti diketahui, warga Iran marah kepada pemerintah karena dianggap menutupi kebenaran tentang tragedi pesawat Ukraina.

Iran akhirnya mengakui pesawat penumpang itu ditembak jatuh oleh rudal secara tidak sengaja setelah serangan rudal Iran pada target AS di Irak. Otoritas menyatakan pertahanan udara Iran menembak secara salah saat siaga tinggi setelah serangan ke Irak itu.

Banyak warga Iran mempertanyakan mengapa otoritas tidak menutup bandara Teheran dan ruang udara Iran saat mereka waspada atas pembalasan setelah serangan rudal itu.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww