Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
Nasional
20 jam yang lalu
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
2
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
MPR RI
20 jam yang lalu
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
3
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
Olahraga
5 jam yang lalu
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
4
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
Kesehatan
13 jam yang lalu
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
5
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
6
Polisi Tangkap Penyebar Daring Undangan Kerusuhan Demo Tolak Ciptaker
Hukum
9 jam yang lalu
Polisi Tangkap Penyebar Daring Undangan Kerusuhan Demo Tolak Ciptaker

Iran Tangkap Dubes Inggris, Ini Tuduhan Terhadapnya

Iran Tangkap Dubes Inggris, Ini Tuduhan Terhadapnya
Duta Besar Inggris di Teheran Rob Macaire. (sindonews.com)
Minggu, 12 Januari 2020 20:37 WIB
TEHIRAN - Iran menangkap Rob Macaire, Duta Besar Inggris di Teheran. Macaire dibebaskan beberapa jam kemudian setelah upaya mediasi oleh Kementerian Luar Negeri Iran.

Dikutip dari sindonews.com, Macaire ditangkap karena dituduh mengorganisir aksi demonstrasi mengecam tertembaknya pesawat Ukraina oleh militer Iran.

Menurut laporan media Iran, Tasnim, seperti dilansir Al Arabiya pada Ahad (12/1/2020), Macaire diduga hadir saat aksi demonstrasi di depan Universitas Amir Kabir di Teheran, kemarin dan kemudian ditangkap.

Menurut laporan Tasnim, Macaire akan dipanggil kembali untuk penyelidikan lebih lanjut.

Ads

Inggris sejatinya telah mengurangi staf di Kedutaan Besarnya di Iran dan Irak ke tingkat minimum setelah serangan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan komandan militer Iran, Qassem Soleimani.

Seperti diketahui, warga Iran marah kepada pemerintah karena dianggap menutupi kebenaran tentang tragedi pesawat Ukraina.

Iran akhirnya mengakui pesawat penumpang itu ditembak jatuh oleh rudal secara tidak sengaja setelah serangan rudal Iran pada target AS di Irak. Otoritas menyatakan pertahanan udara Iran menembak secara salah saat siaga tinggi setelah serangan ke Irak itu.

Banyak warga Iran mempertanyakan mengapa otoritas tidak menutup bandara Teheran dan ruang udara Iran saat mereka waspada atas pembalasan setelah serangan rudal itu.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww