Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
WNA asal China Masuk ke Indonesia, Wakil Ketua MPR: Kontraproduktif dengan Kebijakan Pemutusan Covid-19
MPR RI
9 jam yang lalu
WNA asal China Masuk ke Indonesia, Wakil Ketua MPR: Kontraproduktif dengan Kebijakan Pemutusan Covid-19
2
Dukcapil Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir di Kalsel
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Dukcapil Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir di Kalsel
3
DPR dan Pemerintah Satu Sikap dalam Percepatan Vaksinasi
Nasional
17 jam yang lalu
DPR dan Pemerintah Satu Sikap dalam Percepatan Vaksinasi
4
DPR: Pemerintah Harus Siap Hadapi Berbagai Resiko Pengelolahan Dana Investasi
Politik
10 jam yang lalu
DPR: Pemerintah Harus Siap Hadapi Berbagai Resiko Pengelolahan Dana Investasi
5
Pengelolaan Dana Otsus Lemah, Pemerintah Usulkan Revisi UU Otsus Papua
Nasional
10 jam yang lalu
Pengelolaan Dana Otsus Lemah, Pemerintah Usulkan Revisi UU Otsus Papua
6
Diresmikan Jokowi, Jarak Tempuh Bakauheni-Palembang Hanya 3,5 Jam Lewat Jalan Tol Kayu Agung
Ekonomi
8 jam yang lalu
Diresmikan Jokowi, Jarak Tempuh Bakauheni-Palembang Hanya 3,5 Jam Lewat Jalan Tol Kayu Agung

Pengasuh Ponpes Tebuireng Gus Sholah Wafat

Pengasuh Ponpes Tebuireng Gus Sholah Wafat
KH Salahuddin Wahid. (nu.or.id)
Minggu, 02 Februari 2020 22:29 WIB
JAKARTA - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid, wafat Ahad (2/2/2020) malam, pukul 20.59 WIB.

Dikutip dari kompas.com, pria yang akrab disapa Gus Sholah itu menghembuskan napas terakhir dalam usia 77 tahun di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta. Gus Sholah menjalani bedah jantung pada Sabtu (1/2/2020).

Ketua Bidang Pendidikan PB Nahdlatul Ulama, Dr Hanif Saha Ghafur, membenarkan kabar duka berpulangnya Gus Sholah.

Gus Solah tersebut lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 11 September 1942. Ia merupakan adik kandung Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Gus Sholah meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Gus Sholah merupakan alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB), jurusan Arsitektur.

Ia juga memiliki rekam jejak panjang di organisasi. Perjalanan Gus Sholah di organisasi di antaranya PMII Komisariat ITB (1964-1966), Sekretaris Jenderal DPP Inkindo (1991-1994), dan Ketua Departemen Konsultansi Manajemen Kadin (1994-1998).

Selain itu, ia juga pernah mendirikan Ikatan Konsultan Manajemen Indonesia (1995) dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Umat (PKU) (1998-Oktober 1999).

Gus Sholah juga pernah menjadi Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu PKU (1999), pendiri Yayasan Baitussalam  (1982) dan Ketua Badan Pengurus Yayasan Baitussalam (1982-1985, 1988-1991).

Selanjutnya, menjadi anggota Badan Pengawas Yayasan Baitussalam (1991-1994), pendiri Yayasan Wahid Hasyim (1985), dan Sekretaris Badan Pendiri Yayasan Wahid Hasyim (1999).

Jabatan sebagai ketua PBNU juga pernah ia emban pada tahun 1999-2004, dan Ketua Badan Pendiri Yayasan Forum Indonesia Satu (sejak 2000) serta Ketua ICMI tahub 2001-2003.

Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua II Komnas HAM pada 2002-2007.

Pada 2004, ketika sistem pemilihan presiden dan wakil presiden pertama kali dilakukan secara langsung, Gus Sholah dipinang Golkar untuk maju sebagai cawapres berpasangan dengan Wiranto. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww