Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
6 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
22 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
21 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Dragan Ungkap Soal Kegagalan PSIS
Sepakbola
24 jam yang lalu
Dragan Ungkap Soal Kegagalan PSIS
5
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
22 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
6
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
6 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen

Gempa M 6,3 Guncang Pulau Madura

Gempa M 6,3 Guncang Pulau Madura
Ilustrasi. (int)
Kamis, 06 Februari 2020 09:14 WIB
JAKARTA - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo (M) 6,3 mengguncang Pulau Madura, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020), pukul 01.12 WIB.

Dikutip dari kompas.com, menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 6,43 LS dan 113,04 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 76 km arah Timur Laut Kota Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, pada kedalaman 641 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam.

Menurut Triyono, gempa di laut Jawa ini akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia.

''Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan normal fault (normal atau turun),'' kata dia.

Dampak Gempa

Adapun dampak guncangan gempabumi ini dirasakan di beberapa daerah dengan skala II-III MMI, atau getarannya dirasakan nyata di dalam rumah, seolah ada truk yang berlalu.

Di antara daerah yang merasakan getaran tersebut yaitu, Bangkalan, Trenggalek, Pacitan, Yogyakarta, Kebumen, Cilacap, Pangandaran, Kuta dan Kuta Selatan.

''Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,'' ujarnya.

Dari hasil pemodelan yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Hasil monitoring BMKG sampai pukul 04.00 WIB, terdapat satu aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan kekuatan besaran magnitudo 4,2.

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Diingatkannya, upayakan menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

''Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali kedalam rumah,'' tuturnya.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww