Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atlet Pelatnas Bulutangkis Jalani Enam Test Fisik
Olahraga
18 jam yang lalu
Atlet Pelatnas Bulutangkis Jalani Enam Test Fisik
2
Klarifikasi Komjen Pongrekun terkait Potongan Video: 'Menggunakan Masker Jangan Dipikir Aman'
Umum
16 jam yang lalu
Klarifikasi Komjen Pongrekun terkait Potongan Video: Menggunakan Masker Jangan Dipikir Aman
3
Bapak Ibu Siap-siap Hemat Ya, Listrik dan Gas LPG 3 Kg Mau Naik Lagi Nih!
Peristiwa
18 jam yang lalu
Bapak Ibu Siap-siap Hemat Ya, Listrik dan Gas LPG 3 Kg Mau Naik Lagi Nih!
4
Ditanya Netizen Soal Agama, Komisaris PT Pelni Sebut Dirinya 'Penyembah Galon'
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Ditanya Netizen Soal Agama, Komisaris PT Pelni Sebut Dirinya Penyembah Galon
5
Dedek Bayi Pengidap Omfalokal di Kampar Dapat Bantuan dari Forum Pekanbaru Bertuah
Umum
18 jam yang lalu
Dedek Bayi Pengidap Omfalokal di Kampar Dapat Bantuan dari Forum Pekanbaru Bertuah
6
Hadapi Bima Perkasa, David Singleton: Louvre Tak Mudah Dikalahkan
Olahraga
13 jam yang lalu
Hadapi Bima Perkasa, David Singleton: Louvre Tak Mudah Dikalahkan

Data Terbaru Korban Virus Corona, 45.204 Orang Terinfeksi dan 1.116 Tewas

Data Terbaru Korban Virus Corona, 45.204 Orang Terinfeksi dan 1.116 Tewas
Tenaga medis merawat pasien terinfeksi virus corona. (int)
Kamis, 13 Februari 2020 07:04 WIB
JAKARTA - Jumlah korban terinfeksi COVID-19 (virus corona) dan korban meninggal akibat virus ganas tersebut terus bertambah. Di Provinsi Hubei, China, jumlah korban meninggal akibat COVID-19 sudah mencapai 1.068 orang.

Dikutip dari kompas.com, berdasarkan data yang dikumpulkan John Hopkins CSSE, bersumber dari WHO, CDC, ECDC, NHC, dan DXY, ada 1.116 kasus kematian yang tercatat hingga Rabu (12/2/2020) pukul 19.23 WIB.

Informasi real time tersebut dapat diakses melalui laman https://gisanddata.maps.arcgis.com/.

Adapun kasus-kasus kematian akibat virus corona COVID-19 ini tersebar di beberapa negara dengan jumlah kematian terbesar masih berada di daratan China.

Berikut adalah lokasi dan jumlah dari kasus kematian tersebut:

- 1.068 kasus kematian di Hubei

- 1 kasus kematian di Guangdong

- 8 kasus kematian di Henan

- 2 kasus kematian di Hunan

- 4 kasus kematian di Anhui

- 1 kasus kematian di Jiangxi

- 3 kasus kematian di Chongqing

- 2 kasus kematian di Shandong

- 1 kasus kematian di Sichuan

- 8 kasus kematian di Heilongjiang

- 3 kasus kematian di Beijing

- 1 kasus kematian di Shanghai

- 2 kasus kematian di Hebei

- 1 kasus kematian di Guangxi

- 3 kasus kematian di Hainan

- 1 kasus kematian di Guizhou

- 2 kasus kematian di Tianjin

- 2 kasus kematian di Gansu

- 1 kasus kematian di Jilin

- 1 kasus kematian di Hong Kong

- 1 kasus kematian di Filipina

Sementara, total kasus yang terkonfirmasi telah mencapai 45.204 kasus di seluruh dunia dengan jumlah kasus terbesar di daratan China.

Kasus wabah virus corona yang terkonfirmasi di daratan China setidaknya adalah sebanyak 44.685 kasus. Sementara, kasus-kasus lain telah mewabah di lebih dari 25 negara di dunia.

Dari jumlah tersebut, 5.085 kasus dinyatakan berhasil sembuh. 

Terus meningkatnya jumlah infeksi virus ini ditanggapi dengan serius oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Setelah sebelumnya dinyatakan sebagai darurat kesehatan publik global, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut bahwa sebuah virus lebih kuat dalam menciptakan pergolakan politik, ekonomi, dan sosial daripada serangan teroris.

Ia mengatakan bahwa wabah ini menimbulkan ancaman yang sangat serius bagi dunia dan harus dipandang sebagai ''Musuh Publik Nomor 1''.

WHO juga mengadakan pertemuan selama dua hari terkait virus ini. Salah satunya adalah untuk membahas vaksin dan riset.

''Vaksin pertama dapat siap dalam waktu 18 bulan. Jadi, kita harus melakukan apapun saat ini, menggunakan senjata yang kita punya untuk melawan virus ini sembari mempersiapkan untuk jangka panjang dengan vaksin ini,'' ungkap Tedros.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww