Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
19 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
2
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
Umum
18 jam yang lalu
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
3
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
22 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
4
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
Peristiwa
19 jam yang lalu
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
5
Lagi, Satu Prajurit Gugur Ditembak KKB di Intan Jaya
Peristiwa
18 jam yang lalu
Lagi, Satu Prajurit Gugur Ditembak KKB di Intan Jaya
6
Reklamasi Sebabkan Kerusakan Ekosistem Teluk Ambon, LaNyalla Desak Lakukan Rehabilitasi
Politik
18 jam yang lalu
Reklamasi Sebabkan Kerusakan Ekosistem Teluk Ambon, LaNyalla Desak Lakukan Rehabilitasi

Virus Corona Sudah Renggut 1.483 Jiwa di China

Virus Corona Sudah Renggut 1.483 Jiwa di China
Petugas medis merawat pasien virus corona. (int)
Jum'at, 14 Februari 2020 08:09 WIB
BEIJING - Otoritas kesehatan China mengumumkan adanya 116 kasus kematian terbaru akibat virus corona di Negeri Tirai Bambu itu. Dengan demikian, total korban tewas akibat COVID-19 di China telah mencapai 1.483 orang.

Dikutip dari Kompas.com, juga terdapat 4.823 kasus penularan baru, yang membuat angka korban terinfeksi mencapai 64.627 di Negeri Panda itu.

Pada Kamis (13/2/2020), China sempat mencatat kasus harian tertinggi, di mana 242 korban meninggal dengan angka infeksi virus corona berada di level 14.800.

Kenaikan itu terjadi setelah otoritas setempat melakukan perubahan pada kriteria diagnosa, di mana yang sebelumnya fokus kepada analisa gejala.

Adanya metode baru tersebut membuat lonjakan baik di angka kematian maupun infeksi harian, memunculkan dugaan bahwa jumlah penyebaran jauh lebih besar dari data beberapa pekan lalu.

Dilansir SCMP dan AFP Jumat (14/2/2020), protokol pemantauan itu bersamaan dengan pembersihan terhadap pejabat tinggi di Provinsi Hubei.

Sebabnya, publik mengkritik bagaimana penanganan pemerintah lokal atas virus yang pertama kali tercatat di Kota Wuhan, sebelum menyebar hingga ke seluruh dunia.

Sementara di seluruh dunia, virus corona COVID-19 telah menginfeksi setidaknya 26 negara, dengan lebih dari 65.200 terpapar.

Sejauh ini, sudah ada tiga kasus kematian dilaporkan di luar China. Yakni masing-masing terjadi di Filipina, Hong Kong dan Jepang.

Di Amerika Serikat (AS), yang sejauh ini sudah mengumumkan 15 kasus infeksi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memberikan penjelasan.

Dalam pernyataannya Kamis, CDC menyebut bahwa virus corona tersebut bisa menular dari orang yang sama sekali tak menunjukkan gejala.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww