Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini

Korban Tewas Akibat Virus Corona Jadi 6 Orang, Iran Tutup Sekolah dan Kampus

Korban Tewas Akibat Virus Corona Jadi 6 Orang, Iran Tutup Sekolah dan Kampus
Virus corona. (int)
Minggu, 23 Februari 2020 14:40 WIB
TEHERAN - Pemerintan Iran memerintahkan penutupan sekolah dan kampus di 14 provinsi, pasca dilaporkannya enam kematian akibat terinfeksi virus corona di negara tersebut.

Dikutip dari merdeka.com, perintah penutupan sekolah dan kampus untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19 itu disampaikan pihak berwenang pada Ahad (23/2), menurut siaran berita televisi.

Penutupan dilakukan di Qom, Markazi, Gilan, Ardabil, Kermanshah, Qazvin, Zanjan, Mazandaran, Golestan, Hamedan, Alborz, Semnan, Kurdistan dan Teheran.

Pemerintah juga mengumumkan semua agenda seni dan film di gedung pertemuan di seluruh Iran dibatalkan sampai akhir pekan. Ini bertujuan untuk menghentikan meluasnya infeksi.

''Kami berada di garis terdepan, kami butuh bantuan,'' kata Rektor Universitas Ilmu Kedokteran Qom, Mohammadreza Ghadir di TV pemerintah, dikutip dari Aljazeera, Ahad (23/2).

''Jika saya bisa menyampaikan satu hal, inilah 'Tolong Qom','' imbuhnya.

Sementara Gubernur Provinsi Markazi, Ali Aghazadeh menyampaikan pada Sabtu, hasil tes seorang pasien yang baru-baru ini meninggal di pusat kota Arak dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Pasien itu juga disebut menderita masalah jantung. Demikian disampaikan kepada kantor berita IRNA.

Sejauh ini, 28 kasus dikonfirmasi di Iran, namun belum segera jelas apakah enam kematian ini juga termasuk dalam 28 kasus terkonfirmasi tersebut. Korban meninggal tersebut diyakini warga negara Iran, dan kematian di Iran ini merupakan angka tertinggi di luar China.

Sejak Covid-19 muncul pada Desember 2019, wabah ini telah menewaskan lebih 2.345 orang di China, pusat wabah, dan puluhan orang di beberapa negara di dunia. Infeksi pertama muncul di Iran pada Rabu lalu, ketika pihak berwenang mengatakan virus itu telah merenggut nyawa dua lansia di Qom, sebuah kota suci Syiah di selatan ibu kota.

Kementerian Kesehatan menyampaikan sebagian besar kasus yang dikonfirmasi adalah ''warga Qom atau memiliki sejarah bepergian atau datang dari Qom ke kota-kota lain''.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww