Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anis Beri Wejangan untuk Struktur PKS se-Jakarta Timur
Politik
19 jam yang lalu
Anis Beri Wejangan untuk Struktur PKS se-Jakarta Timur
2
Polri Berjanji Tindak Tegas Oknum Brimob yang Jual Senjata ke KKB Papua
Peristiwa
18 jam yang lalu
Polri Berjanji Tindak Tegas Oknum Brimob yang Jual Senjata ke KKB Papua
3
OPM Mengaku Sering Beli Senjata dari Oknum Aparat Indonesia
Peristiwa
15 jam yang lalu
OPM Mengaku Sering Beli Senjata dari Oknum Aparat Indonesia
4
Batal Ikut Turnamen di Perancis, PSSI Ajak Diskusi Shin Tae-yong
Sepakbola
22 jam yang lalu
Batal Ikut Turnamen di Perancis, PSSI Ajak Diskusi Shin Tae-yong
5
Tanpa TKA, Bangsa Indonesia Mampu Bekerja di Bidang Apapun
Politik
20 jam yang lalu
Tanpa TKA, Bangsa Indonesia Mampu Bekerja di Bidang Apapun
6
Pandemi, Polisi di Tangerang Panen Raya Jagung Hibrida bersama Masyarakat
Ekonomi
15 jam yang lalu
Pandemi, Polisi di Tangerang Panen Raya Jagung Hibrida bersama Masyarakat

Kasus Kematian Akibat Virus Corona Sudah Tembus 2.000, Terinfeksi Lebih 74.000

Kasus Kematian Akibat Virus Corona Sudah Tembus 2.000, Terinfeksi Lebih 74.000
Sejumlah petugas medis menangani pasien virus corona. (int)
Rabu, 19 Februari 2020 12:04 WIB
BEIJING - Jumlah korban tewas akibat terinfeksi virus corona terus bertambah. Hingga Rabu (19/2/2020), kasus kematian akibat Covid-19 ini sudah menembus angka 2.000.

Dikutip dari Republika.co.id, otoritas kesehatan di Provinsi Hubei, China melaporkan 132 kematian baru akibat virus corona pada Rabu (19/2) pagi waktu setempat. Sebelumnya pada Selasa (18/2), China melaporkan total korban meninggal adalah 1.868 jiwa.

Dilansir South China Morning Post, jumlah warga China yang tertular atau terinfeksi juga bertambah menjadi 74.129 kasus. Sekitar 11.200 di antaranya berada dalam kondisi parah atau kritis.

Otoritas kesehatan Hubei juga melaporkan tentang pasien yang sembuh setelah menjalani perawatan. Hingga berita ini ditulis jumlah warga pulih lebih dari 9.100 orang. Peluncuran data terbaru terkait Covid-19 dilakukan hanya beberapa jam setelah Rusia mengumumkan akan melarang semua warga China memasuki wilayahnya.

Pelarangan itu akan mulai diterapkan pada Kamis (20/2). ''Pembatasan itu tidak akan memengaruhi penumpang transit,'' kata otoritas Rusia yang bertanggung jawab atas pencegahan penyebaran Covid-19 dalam sebuah pernyataan pada Selasa (18/2) dikutip laman the Moscow Times. 

Rusia mengatakan bahwa penangguhan itu hanya bersifat sementara. Namun ia tak menjelaskan sampai kapan peraturan tersebut akan diterapkan.

Saat ini Rusia sedang menangani dua kasus Covid-19. Satu warganya yang menumpangi kapal pesiar Diamond Princess juga dinyatakan positif terinfeksi virus corona. 

Kapal tersebut berada di Yokohama, Jepang. Sejak 5 Februari lalu, seluruh penumpang Diamond Princess dikarantina di atas kapal.

Hal itu dilakukan setelah seorang warga Hong Kong yang turun dari kapal tersebut dinyatakan positif mengidap Covid-19. Hingga saat ini terdapat 542 penumpang Diamond Princess yang positif terinfeksi Covid-19.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww