Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
10 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
2
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
Umum
9 jam yang lalu
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
3
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Internasional
17 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
4
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
14 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
5
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
Peristiwa
10 jam yang lalu
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
6
50 Tahun Tanpa Renovasi, Masjid Pusat Pembinaan Mualaf Terancam Roboh
Umum
16 jam yang lalu
50 Tahun Tanpa Renovasi, Masjid Pusat Pembinaan Mualaf Terancam Roboh

Kemenangan Irfendi-Ferizal Untuk Semua

Kemenangan Irfendi-Ferizal Untuk Semua
Muhammad Siebert
Minggu, 03 Januari 2016 16:41 WIB
Penulis: M.Siebert

SEBUAH proses politik yang bertajuk pilkada (pemilihan kepala daerah), sebagai bagian upaya untuk memenuhi prinsip-prinsip demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi, baru saja usai digelar di Kabupaten Limapuluh Kota—bersamaan dengan dilaksanakannya kegiatan serupa pada 268 daerah lain yang meliputi 9 provinsi, 223 kabupaten, dan 36 kota di Indonesia.

Tahapan berupa pleno rekapitulasi suara, sebagai bagian yang sangat dinanti-nantikan dalam proses politik yang bernama pilkada dan sejenisnya itu, juga telah dilaksanakan. Sudah terang bak siang, kata bidal tua; dalam konteks Pilkada Limapuluh Kota 2015 juga sudah diketahui pasangan mana yang mendapat mandat rakyat untuk memimpin daerah ini buat periode 2016-2021.

Tidak ada yang kalah, sebenarnya. Juga tidak ada yang menang. Sistem suara terbanyak yang diterapkan dalam praktek berdemokrasi di Indonesia menuntut semua pihak yang terlibat secara langsung dalam kompetisi politik itu untuk menerima realitas politik apapun yang terjadi, dengan satu catatan: selagi berjalan di atas aturan main dan perundang-undangan yang berlaku.

Ketika sebagian besar masyarakat Limapuluh Kota mempercayakan pilihannya ke pasangan kandididat tertentu, untuk kemudian institusi resmi telah pula menetapkan pasangan dimaksud sebagai pemenang kompetisi; maka kelompok dan fiksi-fiksi yang terjadi selama proses pilkada berlangsung diharapkan mencair dengan sendirinya, dan semuanya sepakat berada di belakang pasangan yang dinyatakan sebagai pemenang.

Terlebih lagi, kalau mau dewasa dalam memaknai kehidupan berpolitik, pilkada dan sejenisnya hanya sebuah alat untuk menuju tujuan yang lebih besar. Pilkada digelar tak lain dimaksudkan untuk mencari pasangan pemimpin. Kalau kemudian dilaksanakan secara klosal, tidak lain dimaksudkan untuk memenuhi prinsip-prinsip hidup berdemokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemilik tertinggi kedaulatan.

Tapi, di sinilah hebatnya masyarakat Limapuluh Kota, yang dinilai telah memaknai kehidupan berdemokrasi secara baik dan benar. Baik Pilkada Limapuluh Kota 2015, maupun pilkada-pilkada sebelumnya dan berbagai pesta demokrasi sejenisnya; hampir tidak pernah diwarnai dengan gejolak dan konflik  berarti, sebagaimana yang dipertontonkan oleh sejumlah masyarakat daerah lain yang ditandai dengan konflik horizontal yang berkepanjangan.

Ketika satu pasangan tertentu sudah ditetapkan oleh lembaga penyelenggara pilkada sebagai pemenang, maka baik pasangan calon lain berikut pendukungnya seharusnya menerima dengan legowo. Tidak ada yang sampai turun ke jalan melakukan aksi penolakan. Atau membakar ban bekas dan merusak kantor KPU. Sekali lagi, selagi kemenangan pasangan kandidat dimaksud berjalan di atas rel dan ketentuan serta aturan main yang disepakati sebagai pedoman bersama.

Penerimaan masyarakat atas hasil Pilkada Limapuluh Kota 2015 makin bisa dimaklumi manakala ditelaah pasangan yang mendapat amanah rakyat, untuk kemudian ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang, yaitu Irfendi Arbi dan Ferizal Ridwan. Terutama sosok calon bupati, Irfendi Arbi, yang telah memiliki track record (rekam jejak) yang sudah lebih dari cukup untuk berkiprah bagi  Limapuluh Kota, yang nota benenya tanah kelahiran Irfendi sendiri.

Pernah menjadi wakil bupati di zaman kebupatian Amri Darwis, dan peraih suara terbanyak sebagai calon bupati  bersama pasangan calon wakil bupati Zadri Hamzah pada Pilkada tahap I tahun 2010, yang kemudian dikalahkan di MK oleh paslon Bupati Alis Marajo- Asyirwan Yunus. Ketika puncak pimpinan daerah dipercayakan kepada Amri Darwis; Irfendi dinilai sebagai sosok yang telah memiliki bekal dan pengalaman yang lebih dari cukup untuk diberi amanah buat berada di posisi tertinggi dalam struktur pemerintahan di lingkup Pemkab Limapuluh Kota.

Tapi Irfendi, dan pemimpin-pemimpin formal lainnya yang lahir dari sistem pemilihan langsung, sejatinya juga manusia biasa yang dilekati berbagai kelemahan dan keterbatasan. Sehebat apapun sistem yang kemudian melahirkan Irfendi untuk menempati posisi sebagai bupati, atau sehebat apapun Irfendi secara personal, hampir dipastikan ia dan bersama tim yang dipimpin tidak akan pernah mampu melakukan tugas-tugas dengan baik kalau tidak mendapat dukungan yang luas dari masyarakat.

Irfendi kelak hanya akan menjadi manajer untuk memenej sebuah daerah yang bernama Limapuluh Kota, sementara yang menjadi pelaksana adalah semua jajaran di lingkup Pemkab Limapuluh Kota, yang mendapat dukungan yang luas dari berbagai elemen masyarakat. Seorang manajer dipastikan tidak akan bisa berbuat banyak kalau sistem yang dibuat untuk mendukung tugas-tugasnya tidak bekerja dengan baik.

Maka, ketika proses Pilkada Limapuluh Kota 2015 akan memasuki tahap-tahap akhir, satu hal yang sangat diharapkan adalah bagaimana semua pihak melupakan proses yang menyertai perjalanan tahapan Pilkada Limapuluh Kota 2015; untuk kemudian secara bersama-sama pula menatap dan menyiapkan diri untuk menghadapi aneka beban tugas yang menghadang. Tujuannya hanya satu: untuk upaya memajukan Kabupaten Limapuluh Kota, dan mensejahterakan seluruh anggota masyarakat yang bermukim di dalamnya.***

Kategori:Ragam
wwwwww