Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija

Tenggelam di Sungai Nil, 2 Mahasiswa Indonesia Ditemukan Tewas

Tenggelam di Sungai Nil, 2 Mahasiswa Indonesia Ditemukan Tewas
Sungai Nil. (detik.com)
Sabtu, 03 Agustus 2019 06:24 WIB
KAIRO - Dua mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, tenggelam saat berenang di Sungai Nil, di kawasan Qanater, Provinsi Qalyubia, Mesir. Keduanya sudah dalam kondisi tak bernyawa saat ditemukan.

Dikutip dari detik.com, berdasarkan keterangan tertulis KBRI Kairo yang dilansir Antara, Jumat (2/8/2019), kedua mahasiswa itu bernama Mutawakkil Alallah (23) dan Ainur Rahman (24).

Insiden ini berawal saat kedua pelajar tersebut bersama teman-temannya pergi ke Qonater pada 29 Juli 2019 untuk berlibur, dengan kegiatan memancing ikan, naik kapal dan menyantap makanan.

Sejak awal, kegiatan mereka terkonsentrasi di pinggir Sungai Nil, ada yang memancing ikan dan sebagian kecil ada yang berenang. Pada pukul 14.00 waktu setempat, Akkil berenang bersama tiga orang temannya.

Akkil yang mencoba berenang ke tengah sungai, sempat ditegur oleh beberapa orang temannya. Akan tetapi teguran tersebut mungkin tidak terdengar, akhirnya korban terseret arus bawah sungai.

Setelah korban meminta tolong, teman-temannya yang berada di pinggir sungai, mencoba meminta bantuan kepada warga dan polisi setempat. Ainur Rahman yang sedang memancing di tepi sungai, refleks menolong korban. Meskipun bisa berenang, kondisi kesehatan Ainur pada hari itu kurang baik.

Ainur sempat berhasil memegang Akkil dan berusaha menyelamatkan temannya itu. Namun perbedaan bobot badan keduanya mengakibatkan Ainur yang mencoba menarik tubuh Akkil ke tepi sungai, justru ikut tertarik arus bawah sungai.

Menghadapi situasi tersebut, teman-teman mereka segera meminta bantuan tetapi sayangnya warga dan polisi yang datang tidak bisa menolong karena tidak bisa berenang. Polisi kemudian menghubungi tim SAR.

Setelah 30 menit, tim penyelam dari SAR menemukan Ainur. Hanya saja, nyawa Ainur tidak tertolong. Sementara itu, jenazah Akkil baru ditemukan pada 30 Juli 2019.

Akkil yang merupakan lulusan Pondok Pesantren Al-Amien, Madura, memulai studi di Kairo pada 2016. Sedangkan Ainur, yang berasal dari Pamekasan, menuntut ilmu di Kairo sejak 2017.

Dipulangkan Sabtu

Jenazah Akil dan Ainur dipulangkan ke Tanah Air dan akan tiba di Indonesia pada Sabtu (3/8) sore.

Dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jumat (2/8/2019), jenazah terlebih dahulu dishalatkan di Masjid Al Azhar sebelum diberangkatkan menuju bandara. ***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww