Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah
2
Jangan hanya Untungkan Elite Jakarta, Rencana Pemekaran harus Sejahterakan Rakyat Papua
Politik
20 jam yang lalu
Jangan hanya Untungkan Elite Jakarta, Rencana Pemekaran harus Sejahterakan Rakyat Papua
3
Shesar Hiren Jadi Wakil Indonesia Keempat di Babak 16 Besar
Olahraga
23 jam yang lalu
Shesar Hiren Jadi Wakil Indonesia Keempat di Babak 16 Besar
4
Jupe Maksimalkan Waktu Menuju Kick Off Piala Menpora 2021
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jupe Maksimalkan Waktu Menuju Kick Off Piala Menpora 2021
5
Dukcapil: Yang Belum Terapkan 'Tap' KTP-el, Belum Kerjasama dengan Dukcapil Kemendagri
Nasional
22 jam yang lalu
Dukcapil: Yang Belum Terapkan Tap KTP-el, Belum Kerjasama dengan Dukcapil Kemendagri
6
Tak Akan Ada Partai Demokrat Tanpa SBY
Politik
21 jam yang lalu
Tak Akan Ada Partai Demokrat Tanpa SBY

Asap Kiriman Indonesia Liburkan 500 Sekolah di Malaysia

Asap Kiriman Indonesia Liburkan 500 Sekolah di Malaysia
Suasana kawasan Gombak di pinggiran ibu kota Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (10/9/2019), yang diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan. (republika.co.id)
Selasa, 17 September 2019 07:25 WIB
KUCHING - Sekitar 500 sekolah diliburkan di Malaysia, Selasa (17/9/2019), akibat tebalnya kabut asap. Kabut asap yang menyelimuti tiga negara bagian di Malaysia merupakan kiriman dari Sumatera dan Kalimantan, Indonesia.

Dikutip dari republika.co.id, media Malaysia Berita Harian Online, Senin (16/9), melaporkan, penghentian sementara aktivitas sekolah sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan Malaysia Nomor 1 Tahun 2019 yang sudah dikeluarkan sejak awal tahun, tepatnya 15 Januari 2019.

Sekolah-sekolah di daerah terdampak wajib meliburkan siswa jika nilai indeks pencemaran udara (IPU) atau air pollution index (API) melebihi angka 200 atau masuk kategori tidak sehat.

Ads

Direktur Pendidikan Sarawak Dr Azhar Ahmad mengatakan, keputusan meliburkan sekolah untuk memastikan kesehatan dan keselamatan siswa. ''Instruksi berlaku dalam situasi kabut saat ini,'' katanya, Senin.

Bagi daerah dengan IPU melebihi 100, sekolah harus menghentikan semua kegiatan di luar kelas. Segala kegiatan olahraga juga harus ditangguhkan. Namun, semua jenis ujian harus dilanjutkan.

Berdasarkan keterangan Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, ada tiga daerah yang memiliki nilai API lebih dari 200 pada Senin (16/9) pukul 12.00 waktu setempat. Daerah tersebut adalah Kuching (nilai API 241), Samarahan (213), dan Sri Aman (220).

Sementara itu, tujuh daerah lain mencatat IPU yang tidak sehat, yakni Sarikei (155), Sibu (137), Bintulu (149), Mukah (133), Samalaju (132), Institut Pelatihan Industri Miri (125), dan Miri (126).

Kabut asap yang menyelimuti Malaysia saat ini disebut merupakan dampak dari masih adanya seribu titik api di wilayah Indonesia, yaitu Kalimantan dan Sumatera. Namun, berdasarkan laporan Utusan, kabut asap juga disebabkan kebakaran kecil yang terjadi di Johan Setia, Selangor, Malaysia.

Sementara itu, Harian Metro melaporkan bahwa kabut asap di Kota Malaka berangsur membaik. Kualitas udara yang sempat masuk kategori sangat tidak sehat sedikit membaik menjadi tidak sehat pada kemarin pagi.

Berdasarkan pengamatan di sekitar Kota Malaka, kabut asap cukup mengganggu jarak pandang. Namun, hal tersebut tak memengaruhi wisatawan yang sedang mengisi hari libur.

Direktur Departemen Meteorologi Negara Bagian, Nasrul Hakim Hashim, mengatakan, berkurangnya kabut asap disebabkan pergeseran angin barat daya di tengah-tengah Semenanjung.

''Hari ini kami memperkirakan masih akan berawan, tetapi tingkat kualitas udara membaik karena angin. Kabut asap akan berlanjut jika masih ada titik panas di Sumatera dan arah angin yang konsisten dari sumber karhutla,'' kata Nasrul. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww